<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Siswa MTsN Kunir Tewas di Dalam Kelas Usai Di-Bully Kawannya Sendiri</title><description>Sebelum tewas di UKS, korban yang merupakan warga Desa Kunir Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, diduga dihajar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/25/519/2871177/siswa-mtsn-kunir-tewas-di-dalam-kelas-usai-di-bully-kawannya-sendiri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/25/519/2871177/siswa-mtsn-kunir-tewas-di-dalam-kelas-usai-di-bully-kawannya-sendiri"/><item><title>Siswa MTsN Kunir Tewas di Dalam Kelas Usai Di-Bully Kawannya Sendiri</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/25/519/2871177/siswa-mtsn-kunir-tewas-di-dalam-kelas-usai-di-bully-kawannya-sendiri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/25/519/2871177/siswa-mtsn-kunir-tewas-di-dalam-kelas-usai-di-bully-kawannya-sendiri</guid><pubDate>Jum'at 25 Agustus 2023 16:18 WIB</pubDate><dc:creator>Solichan Arif</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/25/519/2871177/siswa-mtsn-kunir-tewas-di-dalam-kelas-usai-di-bully-kawannya-sendiri-oIbkbW7ExZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi  (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/25/519/2871177/siswa-mtsn-kunir-tewas-di-dalam-kelas-usai-di-bully-kawannya-sendiri-oIbkbW7ExZ.jpg</image><title>Ilustrasi  (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>BLITAR &amp;ndash; Seorang siswa kelas 3 Mts Negeri 01 atau Mtsn Kunir Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar Jawa Timur tewas di ruang kelas setelah diduga dibully fisik temannya Jumat siang (25/8/2023).

Sebelum tewas di UKS, korban yang merupakan warga Desa Kunir Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, diduga dihajar. Dalam keadaan tak berdaya bocah laki-laki itu dipukul dan ditendang berkali-kali.

&amp;ldquo;Iya meninggal dunia. Kabar yang saya terima korban dipukul dan ditendang berkali-kali dan tidak melawan,&amp;rdquo; ujar Kepala Desa Kunir Bastoni alias Abas kepada MPI Jumat (25/8/2023).


BACA JUGA:
Kisah Pilu Bocah Genius Jadi Korban Bully Viral, Depresi hingga Berhenti Sekolah


Informasi yang berkembang, aksi perundungan fisik itu terjadi di ruang kelas. Korban yang berada di dalam kelas, tiba-tiba diserang pelaku. Belum diketahui pasti apa yang menjadi motif pelaku sehingga nekat melakukan aksi kekerasan.

Belum diketahui pasti, saat kekerasan terjadi di mana posisi siswa lain dan guru Mtsn Kunir. Informasi lain yang beredar, pelaku diduga lebih dari satu siswa. Kabarnya, kematian korban diduga akibat dikeroyok.


BACA JUGA:
Kasus Perundungan Dokter Terbongkar, Diduga Alami Stres Akibat Beban Kerja Meningkat


Bastoni mengaku mendapat kabar insiden tewasnya siswa itu usai salat Jumat dan ia pun langsung meluncur ke Mtsn Kunir. Saat di lokasi ia melihat ada satu siswa yang diduga pelaku, berada di ruang guru BK (Bimbingan Konseling).

Informasi yang ia terima, dari UKS korban sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat. &amp;ldquo;Kalau jumlah pelaku berapa saya tidak tahu. Yang pasti saat saya ke sekolah ada siswa berada di ruang BK. Kemungkinan itu pelakunya,&amp;rdquo; paparnya.
Selain Kades Kunir, Bastoni juga merupakan anggota komite sekolah Mtsn Kunir. Ia juga mengaku masih kerabat dengan keluarga korban. Karenanya ia meminta kasus kematian siswa Mtsn Kunir akibat perundungan itu diusut tuntas.



Semua pihak yang terbukti terlibat harus bertanggung jawab. &amp;ldquo;Kasus yang terjadi ini harus diusut tuntas secara hukum. Kebetulan keluarga korban masih kerabat saya,&amp;rdquo; tegasnya.



Sementara itu saat dihubungi melalui via WA, Waka Kesiswaan Mtsn Kunir Agus Saifuddin Zuhri tidak merespon. Dihubungi terpisah Kasi Penma Kemenag Kabupaten Blitar Baharuddin mengatakan pihaknya sudah mendengar kabar insiden kematian siswa tersebut.



Saat ini pihaknya mengaku tengah bersiap menuju Mtsn Kunir. &amp;ldquo;Ya tadi abis Jumat baru dilapori. Barusan mengurusi tamu Kanwil. Ini mau otw Kunir (Mtsn Kunir),&amp;rdquo; ujarnya singkat.

</description><content:encoded>BLITAR &amp;ndash; Seorang siswa kelas 3 Mts Negeri 01 atau Mtsn Kunir Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar Jawa Timur tewas di ruang kelas setelah diduga dibully fisik temannya Jumat siang (25/8/2023).

Sebelum tewas di UKS, korban yang merupakan warga Desa Kunir Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, diduga dihajar. Dalam keadaan tak berdaya bocah laki-laki itu dipukul dan ditendang berkali-kali.

&amp;ldquo;Iya meninggal dunia. Kabar yang saya terima korban dipukul dan ditendang berkali-kali dan tidak melawan,&amp;rdquo; ujar Kepala Desa Kunir Bastoni alias Abas kepada MPI Jumat (25/8/2023).


BACA JUGA:
Kisah Pilu Bocah Genius Jadi Korban Bully Viral, Depresi hingga Berhenti Sekolah


Informasi yang berkembang, aksi perundungan fisik itu terjadi di ruang kelas. Korban yang berada di dalam kelas, tiba-tiba diserang pelaku. Belum diketahui pasti apa yang menjadi motif pelaku sehingga nekat melakukan aksi kekerasan.

Belum diketahui pasti, saat kekerasan terjadi di mana posisi siswa lain dan guru Mtsn Kunir. Informasi lain yang beredar, pelaku diduga lebih dari satu siswa. Kabarnya, kematian korban diduga akibat dikeroyok.


BACA JUGA:
Kasus Perundungan Dokter Terbongkar, Diduga Alami Stres Akibat Beban Kerja Meningkat


Bastoni mengaku mendapat kabar insiden tewasnya siswa itu usai salat Jumat dan ia pun langsung meluncur ke Mtsn Kunir. Saat di lokasi ia melihat ada satu siswa yang diduga pelaku, berada di ruang guru BK (Bimbingan Konseling).

Informasi yang ia terima, dari UKS korban sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat. &amp;ldquo;Kalau jumlah pelaku berapa saya tidak tahu. Yang pasti saat saya ke sekolah ada siswa berada di ruang BK. Kemungkinan itu pelakunya,&amp;rdquo; paparnya.
Selain Kades Kunir, Bastoni juga merupakan anggota komite sekolah Mtsn Kunir. Ia juga mengaku masih kerabat dengan keluarga korban. Karenanya ia meminta kasus kematian siswa Mtsn Kunir akibat perundungan itu diusut tuntas.



Semua pihak yang terbukti terlibat harus bertanggung jawab. &amp;ldquo;Kasus yang terjadi ini harus diusut tuntas secara hukum. Kebetulan keluarga korban masih kerabat saya,&amp;rdquo; tegasnya.



Sementara itu saat dihubungi melalui via WA, Waka Kesiswaan Mtsn Kunir Agus Saifuddin Zuhri tidak merespon. Dihubungi terpisah Kasi Penma Kemenag Kabupaten Blitar Baharuddin mengatakan pihaknya sudah mendengar kabar insiden kematian siswa tersebut.



Saat ini pihaknya mengaku tengah bersiap menuju Mtsn Kunir. &amp;ldquo;Ya tadi abis Jumat baru dilapori. Barusan mengurusi tamu Kanwil. Ini mau otw Kunir (Mtsn Kunir),&amp;rdquo; ujarnya singkat.

</content:encoded></item></channel></rss>
