<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Raden Wijaya Kerahkan Puluhan Kuda Sakti untuk Serang Daha Kediri</title><description>Kuda-kuda itu merupakan sumbangan dari Arya Wiraraja yang didatangkan langsung dari luar Pulau Jawa.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/26/337/2871448/raden-wijaya-kerahkan-puluhan-kuda-sakti-untuk-serang-daha-kediri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/26/337/2871448/raden-wijaya-kerahkan-puluhan-kuda-sakti-untuk-serang-daha-kediri"/><item><title>Raden Wijaya Kerahkan Puluhan Kuda Sakti untuk Serang Daha Kediri</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/26/337/2871448/raden-wijaya-kerahkan-puluhan-kuda-sakti-untuk-serang-daha-kediri</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/26/337/2871448/raden-wijaya-kerahkan-puluhan-kuda-sakti-untuk-serang-daha-kediri</guid><pubDate>Sabtu 26 Agustus 2023 07:07 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/26/337/2871448/raden-wijaya-kerahkan-puluhan-kuda-sakti-untuk-serang-daha-kediri-dL1p9TXTZf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Raden Wijaya. (Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/26/337/2871448/raden-wijaya-kerahkan-puluhan-kuda-sakti-untuk-serang-daha-kediri-dL1p9TXTZf.jpg</image><title>Raden Wijaya. (Ist)</title></images><description>


KUDA khusus disiapkan untuk armada pasukan Raden Wijaya membalas serangan Jayakatwang di Daha Kediri. Kuda-kuda itu merupakan sumbangan dari Arya Wiraraja yang didatangkan langsung dari luar Pulau Jawa. Konon kuda-kuda ini memiliki tenaga yang kuat.

Pemakaian kuda sebanyak 27 ekor ini setelah hasil diskusi antara Raden Wijaya, Rangga Lawe, Ken Sora, dan para wreddha menteri. Mereka berunding untuk merencanakan skema penyerangan Kerajaan Kediri yang baru saja memberontak di Raja Kertanagara yang terakhir berkuasa di Singasari atau Tumapel.






BACA JUGA:
Sejumlah Alasan Raden Wijaya Pilih Lokasi Ibu Kota Kerajaan Majapahit








Topik pembicaraan di antara mereka adalah segala persiapan perang mengenai senjata, kereta, tentara dan mata-mata yang harus menyelidiki kekuatan musuh. Tegal serta dusun mana yang harus dilalui dalam perjalanan tentara menyerbu Kediri. Ringkasnya, mereka merundingkan segala persiapan perang seteliti-telitinya.

Akhirnya Rangga Lawe mengajukan usul perihal armada yang akan digunakan berperang. Rangga Lawe akan meminta izin untuk segera pulang ke Madura, kemudian secepat mungkin kembali ke Majapahit dengan membawa kuda ayahnya, berasal dari Bima, untuk digunakan sebagai kendaraan para menteri. Usul itu disetujui. Rangga Lawe lalu pulang.





BACA JUGA:
Penobatan Penguasa Majapahit dan Pernikahan Megah Putri Cantik Raden Wijaya&amp;nbsp; &amp;nbsp;








Pada bulan Waisaka, menteri Daha Sagara Winotan datang di Majapahit sebagai utusan raja Jayakatwang. Kedatangannya ke Majapahit membawa pesan agar Raden Wijaya segera ke Daha setelah berburu, kemudian berangkat lagi bersama raja Jayakatwang ke Majapahit untuk berburu.

Kebetulan pada waktu itu Rangga Lawe sedang tiba dengan kapal dari Madura, membawa kuda. Kuda segera diturunkan dari kapal. Menteri Sagara Winotan heran melihatnya. Raden Wijaya segera memberi keterangan bahwa kuda-kuda itu dimaksud untuk persiapan berburu.



Kudanya telah datang namun anjingnya belum, demikian pula jaring-jaringnya. Pada awal bulan berikutnya, anjing dan jaring itu sudah akan siap. Jika segala persiapan telah lengkap dikerjakan, ia akan segera berangkat ke Daha.






BACA JUGA:
Misteri Dusun Pandak Tempat Pelarian Raden Wijaya dan Pasukannya&amp;nbsp; &amp;nbsp;









Pada hari yang telah ditentukan, kuda sebanyak 27 ekor telah siap. Kuda itu langsung dibawa Rangga Lawe dari Madura ke Majapahit yang kala itu masih belum berdiri menjadi kerajaan berdikari. Kuda-kuda itu pun dibagikan ke para menteri dan ketua dusun yang akan turut menyerbu Daha, yang dipimpin Jayakatwang.



Arya Wiraraja sudah bersiap-siap untuk berangkat ke Majapahit dari Sumenep lengkap bersama bala tentara dari Madura. Mereka datang dengan menggunakan perahu sampai Canggu. Kedatangannya pun langsung dijemput Raden Wijaya sendiri.





</description><content:encoded>


KUDA khusus disiapkan untuk armada pasukan Raden Wijaya membalas serangan Jayakatwang di Daha Kediri. Kuda-kuda itu merupakan sumbangan dari Arya Wiraraja yang didatangkan langsung dari luar Pulau Jawa. Konon kuda-kuda ini memiliki tenaga yang kuat.

Pemakaian kuda sebanyak 27 ekor ini setelah hasil diskusi antara Raden Wijaya, Rangga Lawe, Ken Sora, dan para wreddha menteri. Mereka berunding untuk merencanakan skema penyerangan Kerajaan Kediri yang baru saja memberontak di Raja Kertanagara yang terakhir berkuasa di Singasari atau Tumapel.






BACA JUGA:
Sejumlah Alasan Raden Wijaya Pilih Lokasi Ibu Kota Kerajaan Majapahit








Topik pembicaraan di antara mereka adalah segala persiapan perang mengenai senjata, kereta, tentara dan mata-mata yang harus menyelidiki kekuatan musuh. Tegal serta dusun mana yang harus dilalui dalam perjalanan tentara menyerbu Kediri. Ringkasnya, mereka merundingkan segala persiapan perang seteliti-telitinya.

Akhirnya Rangga Lawe mengajukan usul perihal armada yang akan digunakan berperang. Rangga Lawe akan meminta izin untuk segera pulang ke Madura, kemudian secepat mungkin kembali ke Majapahit dengan membawa kuda ayahnya, berasal dari Bima, untuk digunakan sebagai kendaraan para menteri. Usul itu disetujui. Rangga Lawe lalu pulang.





BACA JUGA:
Penobatan Penguasa Majapahit dan Pernikahan Megah Putri Cantik Raden Wijaya&amp;nbsp; &amp;nbsp;








Pada bulan Waisaka, menteri Daha Sagara Winotan datang di Majapahit sebagai utusan raja Jayakatwang. Kedatangannya ke Majapahit membawa pesan agar Raden Wijaya segera ke Daha setelah berburu, kemudian berangkat lagi bersama raja Jayakatwang ke Majapahit untuk berburu.

Kebetulan pada waktu itu Rangga Lawe sedang tiba dengan kapal dari Madura, membawa kuda. Kuda segera diturunkan dari kapal. Menteri Sagara Winotan heran melihatnya. Raden Wijaya segera memberi keterangan bahwa kuda-kuda itu dimaksud untuk persiapan berburu.



Kudanya telah datang namun anjingnya belum, demikian pula jaring-jaringnya. Pada awal bulan berikutnya, anjing dan jaring itu sudah akan siap. Jika segala persiapan telah lengkap dikerjakan, ia akan segera berangkat ke Daha.






BACA JUGA:
Misteri Dusun Pandak Tempat Pelarian Raden Wijaya dan Pasukannya&amp;nbsp; &amp;nbsp;









Pada hari yang telah ditentukan, kuda sebanyak 27 ekor telah siap. Kuda itu langsung dibawa Rangga Lawe dari Madura ke Majapahit yang kala itu masih belum berdiri menjadi kerajaan berdikari. Kuda-kuda itu pun dibagikan ke para menteri dan ketua dusun yang akan turut menyerbu Daha, yang dipimpin Jayakatwang.



Arya Wiraraja sudah bersiap-siap untuk berangkat ke Majapahit dari Sumenep lengkap bersama bala tentara dari Madura. Mereka datang dengan menggunakan perahu sampai Canggu. Kedatangannya pun langsung dijemput Raden Wijaya sendiri.





</content:encoded></item></channel></rss>
