<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BNPB Siram 200 Ton Air Gunakan Helikopter Water Bombing Padamkan Api di TPA Sarimukti</title><description>Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyiramkan sebanyak 200 ton air menggunakan 1 helikopter water bombing</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/26/337/2871750/bnpb-siram-200-ton-air-gunakan-helikopter-water-bombing-padamkan-api-di-tpa-sarimukti</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/26/337/2871750/bnpb-siram-200-ton-air-gunakan-helikopter-water-bombing-padamkan-api-di-tpa-sarimukti"/><item><title>BNPB Siram 200 Ton Air Gunakan Helikopter Water Bombing Padamkan Api di TPA Sarimukti</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/26/337/2871750/bnpb-siram-200-ton-air-gunakan-helikopter-water-bombing-padamkan-api-di-tpa-sarimukti</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/26/337/2871750/bnpb-siram-200-ton-air-gunakan-helikopter-water-bombing-padamkan-api-di-tpa-sarimukti</guid><pubDate>Sabtu 26 Agustus 2023 21:12 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/26/337/2871750/bnpb-siram-200-ton-air-gunakan-helikopter-water-bombing-padamkan-api-di-tpa-sarimukti-GDjuiCsJQv.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Helikopter Water Bombing padamkan TPA Sarimukti (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/26/337/2871750/bnpb-siram-200-ton-air-gunakan-helikopter-water-bombing-padamkan-api-di-tpa-sarimukti-GDjuiCsJQv.jpg</image><title>Helikopter Water Bombing padamkan TPA Sarimukti (foto: dok ist)</title></images><description>

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyiramkan sebanyak 200 ton air menggunakan 1 helikopter water bombing dalam operasi pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat pada Jumat (25/8/2023).

Pengiriman helikopter ini menindaklanjuti permintaan Gubernur Jawa Barat kepada Kepala BNPB untuk mendukung percepatan pemadaman kebakaran di TPST Sarimukti.

Merujuk data Pusdalops BNPB hingga Jumat (25/8) pukul 10.00 WIB. TPST Sarimukti dilaporkan terbakar sejak Sabtu lalu (19/8) pukul 20.00 WIB tersebut, hingga kini kebakaran masih terus terjadi dengan total lahan terbakar mencapai 80%.

BACA JUGA:
Dampak Kebakaran TPA Sarimukti, Warga Terserang Diare hingga ISPA

Asap dari kebakaran tersebut berimbas hingga permukiman warga, diperkirakan sekitar 3.000 KK terdampak peristiwa tersebut.

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Fajar Setyawan saat meninjau operasi pemadaman mengatakan, Helikopter yang digunakan merupakan tipe super puma yang mampu membawa 4.000 liter atau setara 4 ton air dalam sekali penerbangan. Dalam satu jam, helikopter mampu melakukan water bombing hingga 20 kali.

&quot;Untuk hari ini selama 2,5 jam dapat melepaskan 200.000 liter atau 200 ton air. Selanjutnya pemadaman dilakukan mulai esok pagi,&quot; ujar Fajar.

BACA JUGA:
Ridwan Kamil Janji Segera Tangani Dampak Kebakaran TPA Sarimukti

Operasi ini akan dilakukan selama tiga hari ke depan, hingga tidak ada lagi potensi api yang akan muncul kembali.

&quot;Target 3 hari ke depan operasi ini selesai. Jika dalam tiga hari masih ada api, kami siap untuk melanjutkan operasi udara ini,&quot; lanjutnya.

Operasi pemadaman kebakaran di TPA ini tidak jauh berbeda penanganan kebakaran hutan di lahan gambut.



&quot;Api di permukaan terlihat padam, tapi di dalam terkadang masih terdapat api, sehingga satu titik bisa berulang-ulang water bombing,&quot; tutup Fajar.



Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bandung Barat Siti Anshoriah menyampaikan, tim darat hanya bisa mencapai areal tertentu, karena ketinggian sampah bervariasi dari 70 meter sampai 120 meter.



&quot;Kita minta bantuan BNPB helikopter untuk yang di tengah karena kita hanya bisa di pinggir-pinggir, selang kita terbatas kalau pun mobil tangki tidak bisa naik ke atas tumpukan sampah, karena bisa amblas,&quot; kata Siti.</description><content:encoded>

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyiramkan sebanyak 200 ton air menggunakan 1 helikopter water bombing dalam operasi pemadaman kebakaran di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat pada Jumat (25/8/2023).

Pengiriman helikopter ini menindaklanjuti permintaan Gubernur Jawa Barat kepada Kepala BNPB untuk mendukung percepatan pemadaman kebakaran di TPST Sarimukti.

Merujuk data Pusdalops BNPB hingga Jumat (25/8) pukul 10.00 WIB. TPST Sarimukti dilaporkan terbakar sejak Sabtu lalu (19/8) pukul 20.00 WIB tersebut, hingga kini kebakaran masih terus terjadi dengan total lahan terbakar mencapai 80%.

BACA JUGA:
Dampak Kebakaran TPA Sarimukti, Warga Terserang Diare hingga ISPA

Asap dari kebakaran tersebut berimbas hingga permukiman warga, diperkirakan sekitar 3.000 KK terdampak peristiwa tersebut.

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Fajar Setyawan saat meninjau operasi pemadaman mengatakan, Helikopter yang digunakan merupakan tipe super puma yang mampu membawa 4.000 liter atau setara 4 ton air dalam sekali penerbangan. Dalam satu jam, helikopter mampu melakukan water bombing hingga 20 kali.

&quot;Untuk hari ini selama 2,5 jam dapat melepaskan 200.000 liter atau 200 ton air. Selanjutnya pemadaman dilakukan mulai esok pagi,&quot; ujar Fajar.

BACA JUGA:
Ridwan Kamil Janji Segera Tangani Dampak Kebakaran TPA Sarimukti

Operasi ini akan dilakukan selama tiga hari ke depan, hingga tidak ada lagi potensi api yang akan muncul kembali.

&quot;Target 3 hari ke depan operasi ini selesai. Jika dalam tiga hari masih ada api, kami siap untuk melanjutkan operasi udara ini,&quot; lanjutnya.

Operasi pemadaman kebakaran di TPA ini tidak jauh berbeda penanganan kebakaran hutan di lahan gambut.



&quot;Api di permukaan terlihat padam, tapi di dalam terkadang masih terdapat api, sehingga satu titik bisa berulang-ulang water bombing,&quot; tutup Fajar.



Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bandung Barat Siti Anshoriah menyampaikan, tim darat hanya bisa mencapai areal tertentu, karena ketinggian sampah bervariasi dari 70 meter sampai 120 meter.



&quot;Kita minta bantuan BNPB helikopter untuk yang di tengah karena kita hanya bisa di pinggir-pinggir, selang kita terbatas kalau pun mobil tangki tidak bisa naik ke atas tumpukan sampah, karena bisa amblas,&quot; kata Siti.</content:encoded></item></channel></rss>
