<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bayi di Bogor Dipastikan Tertukar, Polisi Selidiki Unsur Kelalaian Rumah Sakit   </title><description>Hasil penyelidikan sementara bahwa tertukarnya dua bayi itu terjadi pada H+1 persalinan</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/26/338/2871410/bayi-di-bogor-dipastikan-tertukar-polisi-selidiki-unsur-kelalaian-rumah-sakit</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/26/338/2871410/bayi-di-bogor-dipastikan-tertukar-polisi-selidiki-unsur-kelalaian-rumah-sakit"/><item><title>Bayi di Bogor Dipastikan Tertukar, Polisi Selidiki Unsur Kelalaian Rumah Sakit   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/26/338/2871410/bayi-di-bogor-dipastikan-tertukar-polisi-selidiki-unsur-kelalaian-rumah-sakit</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/26/338/2871410/bayi-di-bogor-dipastikan-tertukar-polisi-selidiki-unsur-kelalaian-rumah-sakit</guid><pubDate>Sabtu 26 Agustus 2023 03:26 WIB</pubDate><dc:creator>Putra Ramadhani Astyawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/26/338/2871410/bayi-di-bogor-dipastikan-tertukar-polisi-selidiki-unsur-kelalaian-rumah-sakit-Tccfdj3H7v.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Polisi menyelidiki unsur kelalaian pihak rumah sakit terkait kasus bayi tertukar. (Foto: Ilustrasi/Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/26/338/2871410/bayi-di-bogor-dipastikan-tertukar-polisi-selidiki-unsur-kelalaian-rumah-sakit-Tccfdj3H7v.jpeg</image><title>Polisi menyelidiki unsur kelalaian pihak rumah sakit terkait kasus bayi tertukar. (Foto: Ilustrasi/Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xMi8xLzE2OTExMi81L3g4bjV1dGk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BOGOR - Polisi masih melakukan penyelidikan terhadap RS Sentosa Bogor terkait kasus bayi tertukar. Hasil penyelidikan sementara bahwa tertukarnya dua bayi itu terjadi pada H+1 persalinan.

&quot;Jadi hasil penyelidikan dari proses tertukarnya bayi tersebut, terjadi kurang lebih H+1 setelah persalinan Ibu S dan Ibu D. Kemudian proses itu lagi berjalan di bidang sisi penegakan hukum,&quot; kata Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro, Jumat (25/8/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bayi Tertukar di Bogor, Proses Pengembalian Bertahap dalam Sebulan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Terkait adanya kelalaian, lanjut Rio, pihaknya masih melakukan penyedilikan. Diharapkan dalam waktu dekat pihaknya bisa mendapatkan jawaban.

&quot;(Kelalaian) itu masih kita dalami, nanti akan kami sampaikan di kemudian hari. Itu dalam rangka penyelidikan, moga-moga kita bisa mendapat jawaban satu minggu ke depan,&quot; ungkapnya.

BACA JUGA:


Breaking News! Tes DNA Pastikan Bayi di Bogor Tertukar&amp;nbsp;
Yang terpenting, dalam kasus ini pihaknya berupaya untuk mencari proses penyelesaian secara arif dan bijaksana. Karena, bagaimana pun kasus ini merupakan kemanusiaan nurani dua ibu.

&quot;Ini adalah kejadian pertama di Republik Indonesia, sehingga kami mencoba menyelesaikan ini di luar penyelidikan tersebut yang dilaporkan oleh Ibu S terhadap Ibu D. Oleh sebab itu tadi kesepakatan di atas, telah dibuatkan komitmen bersama penyelesaian bersama dalam hal Ibu S dengan Ibu D, kami selesaikan secara restorative justice,&quot; tutupnya.Sebelumnya, polisi telah menyampaikan hasil tes DNA antara bayi laki-laki Siti Mauliah dengan bayi laki-laki pasien D dinyatakan tertukar. Pengumuman tersebut sudah diterima dengan baik oleh kedua keluarga setelah melakukan mediasi di Polres Bogor.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xMi8xLzE2OTExMi81L3g4bjV1dGk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BOGOR - Polisi masih melakukan penyelidikan terhadap RS Sentosa Bogor terkait kasus bayi tertukar. Hasil penyelidikan sementara bahwa tertukarnya dua bayi itu terjadi pada H+1 persalinan.

&quot;Jadi hasil penyelidikan dari proses tertukarnya bayi tersebut, terjadi kurang lebih H+1 setelah persalinan Ibu S dan Ibu D. Kemudian proses itu lagi berjalan di bidang sisi penegakan hukum,&quot; kata Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro, Jumat (25/8/2023).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Bayi Tertukar di Bogor, Proses Pengembalian Bertahap dalam Sebulan&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Terkait adanya kelalaian, lanjut Rio, pihaknya masih melakukan penyedilikan. Diharapkan dalam waktu dekat pihaknya bisa mendapatkan jawaban.

&quot;(Kelalaian) itu masih kita dalami, nanti akan kami sampaikan di kemudian hari. Itu dalam rangka penyelidikan, moga-moga kita bisa mendapat jawaban satu minggu ke depan,&quot; ungkapnya.

BACA JUGA:


Breaking News! Tes DNA Pastikan Bayi di Bogor Tertukar&amp;nbsp;
Yang terpenting, dalam kasus ini pihaknya berupaya untuk mencari proses penyelesaian secara arif dan bijaksana. Karena, bagaimana pun kasus ini merupakan kemanusiaan nurani dua ibu.

&quot;Ini adalah kejadian pertama di Republik Indonesia, sehingga kami mencoba menyelesaikan ini di luar penyelidikan tersebut yang dilaporkan oleh Ibu S terhadap Ibu D. Oleh sebab itu tadi kesepakatan di atas, telah dibuatkan komitmen bersama penyelesaian bersama dalam hal Ibu S dengan Ibu D, kami selesaikan secara restorative justice,&quot; tutupnya.Sebelumnya, polisi telah menyampaikan hasil tes DNA antara bayi laki-laki Siti Mauliah dengan bayi laki-laki pasien D dinyatakan tertukar. Pengumuman tersebut sudah diterima dengan baik oleh kedua keluarga setelah melakukan mediasi di Polres Bogor.

</content:encoded></item></channel></rss>
