<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dinas Gulkarmat DKI Semprot Jalan Protokol untuk Tekan Suhu Panas dan Kualitas Udara   </title><description>Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) melakukan penyemprotan jalan protokol&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/26/338/2871673/dinas-gulkarmat-dki-semprot-jalan-protokol-untuk-tekan-suhu-panas-dan-kualitas-udara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/26/338/2871673/dinas-gulkarmat-dki-semprot-jalan-protokol-untuk-tekan-suhu-panas-dan-kualitas-udara"/><item><title>Dinas Gulkarmat DKI Semprot Jalan Protokol untuk Tekan Suhu Panas dan Kualitas Udara   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/26/338/2871673/dinas-gulkarmat-dki-semprot-jalan-protokol-untuk-tekan-suhu-panas-dan-kualitas-udara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/26/338/2871673/dinas-gulkarmat-dki-semprot-jalan-protokol-untuk-tekan-suhu-panas-dan-kualitas-udara</guid><pubDate>Sabtu 26 Agustus 2023 17:23 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/26/338/2871673/dinas-gulkarmat-dki-semprot-jalan-protokol-untuk-tekan-suhu-panas-dan-kualitas-udara-0XW5TfOYlR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Petugas damkar semprot jalan protokol jakarta (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/26/338/2871673/dinas-gulkarmat-dki-semprot-jalan-protokol-untuk-tekan-suhu-panas-dan-kualitas-udara-0XW5TfOYlR.jpg</image><title>Petugas damkar semprot jalan protokol jakarta (foto: dok ist)</title></images><description>
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) melakukan penyemprotan jalan protokol di Ibu Kota untuk menekan suhu panas dan kualitas udara yang memburuk dengan air penyulingan dari Instalasi Penyulingan Air Limbah (IPAL).

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2023 tentang Pengendalian Pencemaran Udara pada Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

BACA JUGA:
Polusi Udara Meningkat, Wali Kota Depok : Belum Ada Wajib Masker

Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Satriadi Gunawan mengatakan, kegiatan tersebut terbagi menjadi dua sesi, yakni sesi I pukul 10.00 WIB dan sesi II pukul 14.00 WIB.

&quot;Medan Merdeka Barat (Silang Monas Barat Laut ) s.d. Patung Pemuda; Patung Pemuda s.d. Medan Merdeka Barat (Silang Monas Barat Laut); Slipi (Peninsula) s.d. Cawang (UKI); dan Cawang (UKI) s.d. Slipi (Peninsula),&quot; kata Satriadi dalam keterangannya, Sabtu (26/8/2023).

&amp;ldquo;Penetapan kawasan-kawasan ini merujuk pada Indeks Kualitas Udara (IQ Air). Dalam agenda tersebut, kami mengerahkan sebanyak 12 unit kendaraan dan 60 personel,&amp;rdquo; tambahnya.

BACA JUGA:
Penyemprotan Jalan Kurangi Polusi Udara? Menkes: Tanya Saja yang Melakukan

Satriadi menjelaskan, pasokan air yang dipakai untuk kegiatan penyiraman ini berasal dari hasil penyulingan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Setiabudi, sehingga air yang digunakan bukan merupakan pasokan air baku (air bersih).

&quot;Proses penyiraman ke depan akan terus dilakukan oleh Dinas Gulkarmat DKI Jakarta bersama petugas gabungan lainnya sebagai bentuk upaya mewujudkan Jakarta menjadi kota yang lebih sejuk, bersih, dan sehat,&quot; ungkapnya.



Lebih lanjut, Satriadi juga mengimbau agar masyarakat tidak membakar sampah sembarangan. Hal tersebut selain memperburuk kondisi lingkungan, juga berpotensi menyebabkan kebakaran di tengah situasi kemarau ekstrem.



&amp;ldquo;Program preventif atau pencegahan kebakaran perlu menjadi perhatian untuk mengantisipasi bahaya kebakaran di musim kemarau ekstrem. Ini perlu kita lakukan bersama masyarakat untuk keselamatan sesama,&amp;rdquo; tuturnya.</description><content:encoded>
JAKARTA - Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) melakukan penyemprotan jalan protokol di Ibu Kota untuk menekan suhu panas dan kualitas udara yang memburuk dengan air penyulingan dari Instalasi Penyulingan Air Limbah (IPAL).

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2023 tentang Pengendalian Pencemaran Udara pada Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

BACA JUGA:
Polusi Udara Meningkat, Wali Kota Depok : Belum Ada Wajib Masker

Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta, Satriadi Gunawan mengatakan, kegiatan tersebut terbagi menjadi dua sesi, yakni sesi I pukul 10.00 WIB dan sesi II pukul 14.00 WIB.

&quot;Medan Merdeka Barat (Silang Monas Barat Laut ) s.d. Patung Pemuda; Patung Pemuda s.d. Medan Merdeka Barat (Silang Monas Barat Laut); Slipi (Peninsula) s.d. Cawang (UKI); dan Cawang (UKI) s.d. Slipi (Peninsula),&quot; kata Satriadi dalam keterangannya, Sabtu (26/8/2023).

&amp;ldquo;Penetapan kawasan-kawasan ini merujuk pada Indeks Kualitas Udara (IQ Air). Dalam agenda tersebut, kami mengerahkan sebanyak 12 unit kendaraan dan 60 personel,&amp;rdquo; tambahnya.

BACA JUGA:
Penyemprotan Jalan Kurangi Polusi Udara? Menkes: Tanya Saja yang Melakukan

Satriadi menjelaskan, pasokan air yang dipakai untuk kegiatan penyiraman ini berasal dari hasil penyulingan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Setiabudi, sehingga air yang digunakan bukan merupakan pasokan air baku (air bersih).

&quot;Proses penyiraman ke depan akan terus dilakukan oleh Dinas Gulkarmat DKI Jakarta bersama petugas gabungan lainnya sebagai bentuk upaya mewujudkan Jakarta menjadi kota yang lebih sejuk, bersih, dan sehat,&quot; ungkapnya.



Lebih lanjut, Satriadi juga mengimbau agar masyarakat tidak membakar sampah sembarangan. Hal tersebut selain memperburuk kondisi lingkungan, juga berpotensi menyebabkan kebakaran di tengah situasi kemarau ekstrem.



&amp;ldquo;Program preventif atau pencegahan kebakaran perlu menjadi perhatian untuk mengantisipasi bahaya kebakaran di musim kemarau ekstrem. Ini perlu kita lakukan bersama masyarakat untuk keselamatan sesama,&amp;rdquo; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
