<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kisah Raja Jayanagara Tewas Dibunuh Dokter Istana saat Operasi Pembedahan Bisul</title><description>Keinginannya menikahi dua anak dari Gayatri sang ibu tirinya sekaligus saudara sendiri membuat geger istana.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/28/337/2872203/kisah-raja-jayanagara-tewas-dibunuh-dokter-istana-saat-operasi-pembedahan-bisul</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/28/337/2872203/kisah-raja-jayanagara-tewas-dibunuh-dokter-istana-saat-operasi-pembedahan-bisul"/><item><title>Kisah Raja Jayanagara Tewas Dibunuh Dokter Istana saat Operasi Pembedahan Bisul</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/28/337/2872203/kisah-raja-jayanagara-tewas-dibunuh-dokter-istana-saat-operasi-pembedahan-bisul</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/28/337/2872203/kisah-raja-jayanagara-tewas-dibunuh-dokter-istana-saat-operasi-pembedahan-bisul</guid><pubDate>Senin 28 Agustus 2023 05:26 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/28/337/2872203/kisah-raja-jayanagara-tewas-dibunuh-dokter-istana-saat-operasi-pembedahan-bisul-ra47PIjkeY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/28/337/2872203/kisah-raja-jayanagara-tewas-dibunuh-dokter-istana-saat-operasi-pembedahan-bisul-ra47PIjkeY.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok Istimewa/Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yNy8yLzE2OTc5OC81L3g4bmltOXI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Raja Majapahit Jayanagara tewas saat menjalani pengobatan dengan dokter istana. Keinginannya menikahi dua anak dari Gayatri sang ibu tirinya sekaligus saudara sendiri membuat geger istana.

Konon banyak dari pejabat istana yang tidak sepakat dengan putusan Jayanagara yang konon memerintah dengan egoisme tinggi. Hal itulah yang juga memunculkan beberapa rencana jahat kepada raja kedua di Kerajaan Majapahit.

Peristiwa pemberontakan Ra Kuti yang berhasil dipadamkan menjadi awal bagaimana ketidakpuasan pejabat istana ke Jayanagara sendiri. Namun pemberontakan itu berhasil digagalkan oleh Gajah Mada dan pasukan Bhayangkara-nya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Hujan Ringan Akan Guyur Jaksel dan Jakbar pada Malam Hari Ini

Selanjutnya, sifat Jayanagara yang tak berubah dan kian parah menjadikan murka dan dinamika istana Majapahit mian tinggi. Gayatri selaku istri dari pendiri Kerajaan Majapahit Raden Wijaya pun dibuat berang dengan niatan sang raja itu. Kebetulan momen itu ada ketika sang raja menderita sakit bisul, sebagaimana dikutip dari &quot;Menuju Puncak Kemegahan : Sejarah Kerajaan Majapahit&quot;.

Niat untuk menikahi dua saudara perempuan Jayanagara yang cantik jelita Tribhuwana Tunggadewi dan Rajadewi Maharajasa membuat berang Gajah Mada juga, ketika ia dikabari oleh dharmaputra atau pejabat senior Ra Tanca.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Cetak Gol Perdana di MLS untuk Inter Miami, Lionel Messi Bilang Begini

Keinginan menghabisi Jayanagara mulai disusun oleh Gajah Mada usai bertemu dengan Gayatri. Kebetulan, Raja Jayanagara menderita sakit bubuh (bisul). Beliau tidak dapat keluar dari istana, selalu berbaring di atas tempat tidur. Tanca dipanggil untuk masuk ke kamar tidur untuk mengobatinya.

Bagaimanapun bengkak itu harus dibedah. Satu dua kali tidak berhasil. Sang raja dipersilakan mengesampingkan selimutnya, untuk ketiga kalinya bengkak itu diiris. Kali itu pembedahan berhasil.

Malangnya seiring pembedahan bisul itu, Ra Tanca yang sudah mendapat instruksi khusus dari Gajah Mada langsung menikam sang raja. Matilah Jayanagara di kamar tidurnya di tangan dokter istana.

BACA JUGA:
Jadwal Timnas Indonesia U-23 di Kualifikasi Piala Asia U-23 2024: Misi Cetak Sejarah!



Gajah Mada segera bangkit dan menusuk Tanca. Tanca pun mati pada waktu itu juga. Langkah itu untuk menutupi jejak dan seolah - olah Ra Tanca-lah pemicu pembunuhan raja kedua itu. Peristiwa itu terjadi pada tahun Saka 1250 atau tahun Masehi 1328. Jenazahnya dimakamkan di dalam istana.



Kakawin Nagarakretagama sama sekali tidak menyinggung peristiwa tersebut. Hanya memberitahukan bahwa pada tahun Saka 1250 sang prabu pulang ke Haripada, segera dimakamkan di dalam pura; didirikan di atas makam beliau sebuah arca Wisnu yang sangat indah.



Di Sela Petak dan di Bubat didirikan arca Wisnu untuk beliau; di Sukalila didirikan arca Budha sebagai Amogasidi. Pemberitaan yang demikian dalam Nagarakretagama sudah biasa. Wafat raja Kertanagara, raja Rajasa, raja Anusapati diberitakan demikian juga, seolah-olah wafatnya secara biasa saja




</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yNy8yLzE2OTc5OC81L3g4bmltOXI=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Raja Majapahit Jayanagara tewas saat menjalani pengobatan dengan dokter istana. Keinginannya menikahi dua anak dari Gayatri sang ibu tirinya sekaligus saudara sendiri membuat geger istana.

Konon banyak dari pejabat istana yang tidak sepakat dengan putusan Jayanagara yang konon memerintah dengan egoisme tinggi. Hal itulah yang juga memunculkan beberapa rencana jahat kepada raja kedua di Kerajaan Majapahit.

Peristiwa pemberontakan Ra Kuti yang berhasil dipadamkan menjadi awal bagaimana ketidakpuasan pejabat istana ke Jayanagara sendiri. Namun pemberontakan itu berhasil digagalkan oleh Gajah Mada dan pasukan Bhayangkara-nya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Hujan Ringan Akan Guyur Jaksel dan Jakbar pada Malam Hari Ini

Selanjutnya, sifat Jayanagara yang tak berubah dan kian parah menjadikan murka dan dinamika istana Majapahit mian tinggi. Gayatri selaku istri dari pendiri Kerajaan Majapahit Raden Wijaya pun dibuat berang dengan niatan sang raja itu. Kebetulan momen itu ada ketika sang raja menderita sakit bisul, sebagaimana dikutip dari &quot;Menuju Puncak Kemegahan : Sejarah Kerajaan Majapahit&quot;.

Niat untuk menikahi dua saudara perempuan Jayanagara yang cantik jelita Tribhuwana Tunggadewi dan Rajadewi Maharajasa membuat berang Gajah Mada juga, ketika ia dikabari oleh dharmaputra atau pejabat senior Ra Tanca.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Cetak Gol Perdana di MLS untuk Inter Miami, Lionel Messi Bilang Begini

Keinginan menghabisi Jayanagara mulai disusun oleh Gajah Mada usai bertemu dengan Gayatri. Kebetulan, Raja Jayanagara menderita sakit bubuh (bisul). Beliau tidak dapat keluar dari istana, selalu berbaring di atas tempat tidur. Tanca dipanggil untuk masuk ke kamar tidur untuk mengobatinya.

Bagaimanapun bengkak itu harus dibedah. Satu dua kali tidak berhasil. Sang raja dipersilakan mengesampingkan selimutnya, untuk ketiga kalinya bengkak itu diiris. Kali itu pembedahan berhasil.

Malangnya seiring pembedahan bisul itu, Ra Tanca yang sudah mendapat instruksi khusus dari Gajah Mada langsung menikam sang raja. Matilah Jayanagara di kamar tidurnya di tangan dokter istana.

BACA JUGA:
Jadwal Timnas Indonesia U-23 di Kualifikasi Piala Asia U-23 2024: Misi Cetak Sejarah!



Gajah Mada segera bangkit dan menusuk Tanca. Tanca pun mati pada waktu itu juga. Langkah itu untuk menutupi jejak dan seolah - olah Ra Tanca-lah pemicu pembunuhan raja kedua itu. Peristiwa itu terjadi pada tahun Saka 1250 atau tahun Masehi 1328. Jenazahnya dimakamkan di dalam istana.



Kakawin Nagarakretagama sama sekali tidak menyinggung peristiwa tersebut. Hanya memberitahukan bahwa pada tahun Saka 1250 sang prabu pulang ke Haripada, segera dimakamkan di dalam pura; didirikan di atas makam beliau sebuah arca Wisnu yang sangat indah.



Di Sela Petak dan di Bubat didirikan arca Wisnu untuk beliau; di Sukalila didirikan arca Budha sebagai Amogasidi. Pemberitaan yang demikian dalam Nagarakretagama sudah biasa. Wafat raja Kertanagara, raja Rajasa, raja Anusapati diberitakan demikian juga, seolah-olah wafatnya secara biasa saja




</content:encoded></item></channel></rss>
