<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mahfud MD Bertemu Eksil Korban 1965 di Belanda: Terharu Campur Senang</title><description>Saya terharu bercampur senang saat hari ini di Amsterdam, Belanda, bertemu, saling sapa, dan berdialog dari dekat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/28/337/2872246/mahfud-md-bertemu-eksil-korban-1965-di-belanda-terharu-campur-senang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/28/337/2872246/mahfud-md-bertemu-eksil-korban-1965-di-belanda-terharu-campur-senang"/><item><title>Mahfud MD Bertemu Eksil Korban 1965 di Belanda: Terharu Campur Senang</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/28/337/2872246/mahfud-md-bertemu-eksil-korban-1965-di-belanda-terharu-campur-senang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/28/337/2872246/mahfud-md-bertemu-eksil-korban-1965-di-belanda-terharu-campur-senang</guid><pubDate>Senin 28 Agustus 2023 08:14 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/28/337/2872246/mahfud-md-bertemu-eksil-korban-1965-di-belanda-terharu-campur-senang-iVfsI6mrlQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Polhukan Mahfud MD bertemu dengan eksil korban 1965 di Belanda (Foto : Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/28/337/2872246/mahfud-md-bertemu-eksil-korban-1965-di-belanda-terharu-campur-senang-iVfsI6mrlQ.jpg</image><title>Menko Polhukan Mahfud MD bertemu dengan eksil korban 1965 di Belanda (Foto : Istimewa)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD mengaku terharu bercampur senang, ketika bisa bertemu sekaligus berdialog dengan para eksil 1965 di Amsterdam, Belanda, Minggu 27 Agustus 2023.

&quot;Saya terharu bercampur senang saat hari ini di Amsterdam, Belanda, bertemu, saling sapa, dan berdialog dari dekat dengan saudara-saudara kita korban pelanggaran HAM yang berat di luar negeri, yang sebagian besar adalah eks Mahid (Mahasiswa Ikatan Dinas Indonesia di era Presiden Soekarno),&quot; kata Mahfud melalui akun instagram resmi miliknya @mohmahfudmd, dikutip Senin (28/8/2023).


BACA JUGA:
Mahfud MD Tak Setuju Negara Tulis Sejarah Peristiwa 1965


Mahfud kemudian bercerita bahwa sekitar tahun 1960-an, para eksil itu dikirim ke luar negeri untuk melanjutkan pendidikan. Ketika di luar negeri, terjadi G30S yang kemudian pergantian pemerintahan.

&quot;Banyak di antara mereka dicabut paspornya, menjadi stateless, terdampar dan terpaksa menetap di luar negeri,&quot; ucapnya.

Namun, melalui pertemuan tersebut Mahfud dapat merasakan jika semangat para korban 1965 dalam mencintai Indonesia tidak pernah padam. Hal itu terlihat dari antusias para korban yang saat ini menetap di negara lain, di luar Belanda.


BACA JUGA:
Mahfud MD Temui Menteri Dalam Negeri Turki, Bahas Kerja Sama Keamanan&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Mereka, kata Mahfud, sengaja datang ketika mendengar informasi bahwa pemerintah Indonesia akan menemui eksil korban 1965 di Belanda.

&quot;Pada pertemuan di Amsterdam, tidak hanya eks Mahid di Belanda, banyak yang antusias hadir dari negara-negara sekitar. Ibu Ning misalnya, yang sudah berusia 79 tahun, rela menyetir sendiri dari Aachen, Jerman (sekitar 237 km) untuk datang dan bertemu dan dialog dengan kami. Banyak juga yang dari negara-negara lain mengikuti pertemuan secara daring,&quot; sambungnya.Dalam dialog tersebut, Mahfud juga menjelaskan Inpres No. 2 Tahun 2023, tentang pelaksanaan Rekomendasi Penyelesaian Non Yudisial Pelanggaran HAM Berat.

&quot;Terkait korban di luar negeri, pemerintah memulihkan hak mereka atas peristiwa pelanggaran HAM yang berat pada peristiwa 1965-1966,&quot; ucapnya.


BACA JUGA:
Mahfud MD ke Belanda, Pemerintah Komitmen Pulihkan Hak Korban Eksil 1965


Mahfud mengatakan, kini para korban dapat berkunjung ke Indonesia dengan lebih mudah dengan diberikan layanan keimigrasian untuk berkunjung ke Indonesia.

&quot;Dari layanan pengurusan visa, izin tinggal, dan izin masuk kembali secara gratis. Saya dan Menkumham Yasonna Laoly secara simbolis memberikan dokumen visa izin masuk kembali kepada salah seorang perwakilan dari para korban,&quot; sambungnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD mengaku terharu bercampur senang, ketika bisa bertemu sekaligus berdialog dengan para eksil 1965 di Amsterdam, Belanda, Minggu 27 Agustus 2023.

&quot;Saya terharu bercampur senang saat hari ini di Amsterdam, Belanda, bertemu, saling sapa, dan berdialog dari dekat dengan saudara-saudara kita korban pelanggaran HAM yang berat di luar negeri, yang sebagian besar adalah eks Mahid (Mahasiswa Ikatan Dinas Indonesia di era Presiden Soekarno),&quot; kata Mahfud melalui akun instagram resmi miliknya @mohmahfudmd, dikutip Senin (28/8/2023).


BACA JUGA:
Mahfud MD Tak Setuju Negara Tulis Sejarah Peristiwa 1965


Mahfud kemudian bercerita bahwa sekitar tahun 1960-an, para eksil itu dikirim ke luar negeri untuk melanjutkan pendidikan. Ketika di luar negeri, terjadi G30S yang kemudian pergantian pemerintahan.

&quot;Banyak di antara mereka dicabut paspornya, menjadi stateless, terdampar dan terpaksa menetap di luar negeri,&quot; ucapnya.

Namun, melalui pertemuan tersebut Mahfud dapat merasakan jika semangat para korban 1965 dalam mencintai Indonesia tidak pernah padam. Hal itu terlihat dari antusias para korban yang saat ini menetap di negara lain, di luar Belanda.


BACA JUGA:
Mahfud MD Temui Menteri Dalam Negeri Turki, Bahas Kerja Sama Keamanan&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Mereka, kata Mahfud, sengaja datang ketika mendengar informasi bahwa pemerintah Indonesia akan menemui eksil korban 1965 di Belanda.

&quot;Pada pertemuan di Amsterdam, tidak hanya eks Mahid di Belanda, banyak yang antusias hadir dari negara-negara sekitar. Ibu Ning misalnya, yang sudah berusia 79 tahun, rela menyetir sendiri dari Aachen, Jerman (sekitar 237 km) untuk datang dan bertemu dan dialog dengan kami. Banyak juga yang dari negara-negara lain mengikuti pertemuan secara daring,&quot; sambungnya.Dalam dialog tersebut, Mahfud juga menjelaskan Inpres No. 2 Tahun 2023, tentang pelaksanaan Rekomendasi Penyelesaian Non Yudisial Pelanggaran HAM Berat.

&quot;Terkait korban di luar negeri, pemerintah memulihkan hak mereka atas peristiwa pelanggaran HAM yang berat pada peristiwa 1965-1966,&quot; ucapnya.


BACA JUGA:
Mahfud MD ke Belanda, Pemerintah Komitmen Pulihkan Hak Korban Eksil 1965


Mahfud mengatakan, kini para korban dapat berkunjung ke Indonesia dengan lebih mudah dengan diberikan layanan keimigrasian untuk berkunjung ke Indonesia.

&quot;Dari layanan pengurusan visa, izin tinggal, dan izin masuk kembali secara gratis. Saya dan Menkumham Yasonna Laoly secara simbolis memberikan dokumen visa izin masuk kembali kepada salah seorang perwakilan dari para korban,&quot; sambungnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
