<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Teknik Modifikasi Cuaca Mikro Mulai Diuji Coba Atasi Polusi Udara</title><description>TMC dengan menaburkan NaCl hanya bisa dilakukan jika ada awan-awan uap air.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/28/337/2872713/teknik-modifikasi-cuaca-mikro-mulai-diuji-coba-atasi-polusi-udara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/28/337/2872713/teknik-modifikasi-cuaca-mikro-mulai-diuji-coba-atasi-polusi-udara"/><item><title>Teknik Modifikasi Cuaca Mikro Mulai Diuji Coba Atasi Polusi Udara</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/28/337/2872713/teknik-modifikasi-cuaca-mikro-mulai-diuji-coba-atasi-polusi-udara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/28/337/2872713/teknik-modifikasi-cuaca-mikro-mulai-diuji-coba-atasi-polusi-udara</guid><pubDate>Senin 28 Agustus 2023 18:34 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/28/337/2872713/teknik-modifikasi-cuaca-mikro-mulai-diuji-coba-atasi-polusi-udara-OrjD4pTWFR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi modifikasi cuaca (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/28/337/2872713/teknik-modifikasi-cuaca-mikro-mulai-diuji-coba-atasi-polusi-udara-OrjD4pTWFR.jpg</image><title>Ilustrasi modifikasi cuaca (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yOC8xLzE2OTgzMS81L3g4bmozNTY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Pemerintah menggunakan operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) untuk menurunkan hujan dalam rangka mengatasi polusi udara di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek).

Meski begitu, TMC dengan menaburkan NaCl hanya bisa dilakukan jika ada awan-awan uap air. Sehingga, jika tidak ada awan uap air maka TMC tidak bisa dilaksanakan.

&amp;ldquo;Memang seperti saya pernah bilang bahwa kalau pencemaran udara itu naik ke udara, lalu berputar-putar di situ saja kan jadi susah, tetapi ketika dia tercuci memang jadi baik, tapi memang ada persoalan ketika TMC itu harus menunggu awan,&amp;rdquo; ungkap Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar saat Konferensi Pers di Istana Kepresidenan, Senin (28/8/2023).

BACA JUGA:
Tegas! Pemerintah Beri Sanksi 11 Perusahaan Penyebab Polusi Udara Jabodetabek


Oleh karena itu, pemerintah melalui Badan Riset Teknologi dan Inovasi (BRIN), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), juga Pemerintah DKI Jakarta saat ini sedang mengembangkan teknik modifikasi cuaca mikro.

&amp;ldquo;Oleh karena itu diambil kemarin, dilakukan uji coba di Pertamina, di gedung Pertamina yang di depan Istiqlal dan di gedung-gedung GBK, pekerjaannya Pemda DKI, BRIN dan BMKG, KLHK juga mengikuti perkembangannya itu ada yang namanya teknik modifikasi cuaca mikro,&amp;rdquo; kata Siti.

BACA JUGA:
Atasi Polusi Udara, Jokowi Perintahkan Harus Berbasis Kesehatan


Siti pun mengatakan teknik modifikasi cuaca mikro ini dilakukan dari gedung-gedung tinggi yang dihembuskan uap air sehingga dia juga akan bisa mempengaruhi partikel-partikel polusi.



Selain itu, kata Siti, teknik tirai air untuk gedung-gedung tinggi juga bisa dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi polusi udara. &amp;ldquo;Ada lagi selain teknik modifikasi cuaca mikro, jadi pada gedung-gedung tertentu, tempat-tempat tertentu nanti pak Gubernur akan bisa lebih rinci karena beliau terus terang bekerja terus di lapangan ada lagi yang namanya tirai air,&amp;rdquo; katanya.



&amp;ldquo;Tirai air itu sirkulasi air tetapi perlu dipasang di teras-teras, gedung-gedung besar yang menghadap ke ruang publik. Jadi kalau sirkulasi airnya terus kayak air mancur tapi terus-terusan gitu namanya pakai tirai begitu itu juga akan memberikan uap air sebetulnya sehingga itu juga bisa mempengaruhi,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yOC8xLzE2OTgzMS81L3g4bmozNTY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Pemerintah menggunakan operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC) untuk menurunkan hujan dalam rangka mengatasi polusi udara di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek).

Meski begitu, TMC dengan menaburkan NaCl hanya bisa dilakukan jika ada awan-awan uap air. Sehingga, jika tidak ada awan uap air maka TMC tidak bisa dilaksanakan.

&amp;ldquo;Memang seperti saya pernah bilang bahwa kalau pencemaran udara itu naik ke udara, lalu berputar-putar di situ saja kan jadi susah, tetapi ketika dia tercuci memang jadi baik, tapi memang ada persoalan ketika TMC itu harus menunggu awan,&amp;rdquo; ungkap Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar saat Konferensi Pers di Istana Kepresidenan, Senin (28/8/2023).

BACA JUGA:
Tegas! Pemerintah Beri Sanksi 11 Perusahaan Penyebab Polusi Udara Jabodetabek


Oleh karena itu, pemerintah melalui Badan Riset Teknologi dan Inovasi (BRIN), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), juga Pemerintah DKI Jakarta saat ini sedang mengembangkan teknik modifikasi cuaca mikro.

&amp;ldquo;Oleh karena itu diambil kemarin, dilakukan uji coba di Pertamina, di gedung Pertamina yang di depan Istiqlal dan di gedung-gedung GBK, pekerjaannya Pemda DKI, BRIN dan BMKG, KLHK juga mengikuti perkembangannya itu ada yang namanya teknik modifikasi cuaca mikro,&amp;rdquo; kata Siti.

BACA JUGA:
Atasi Polusi Udara, Jokowi Perintahkan Harus Berbasis Kesehatan


Siti pun mengatakan teknik modifikasi cuaca mikro ini dilakukan dari gedung-gedung tinggi yang dihembuskan uap air sehingga dia juga akan bisa mempengaruhi partikel-partikel polusi.



Selain itu, kata Siti, teknik tirai air untuk gedung-gedung tinggi juga bisa dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi polusi udara. &amp;ldquo;Ada lagi selain teknik modifikasi cuaca mikro, jadi pada gedung-gedung tertentu, tempat-tempat tertentu nanti pak Gubernur akan bisa lebih rinci karena beliau terus terang bekerja terus di lapangan ada lagi yang namanya tirai air,&amp;rdquo; katanya.



&amp;ldquo;Tirai air itu sirkulasi air tetapi perlu dipasang di teras-teras, gedung-gedung besar yang menghadap ke ruang publik. Jadi kalau sirkulasi airnya terus kayak air mancur tapi terus-terusan gitu namanya pakai tirai begitu itu juga akan memberikan uap air sebetulnya sehingga itu juga bisa mempengaruhi,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
