<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Korban Pembunuhan Sadis Oknum Paspampres Nafkahi 2 Adiknya di Kampung</title><description>Korban pembunuhan oknum Paspampres masih menafkahi dua orang adiknya yang ada di kampung halamannya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/28/338/2872210/korban-pembunuhan-sadis-oknum-paspampres-nafkahi-2-adiknya-di-kampung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/28/338/2872210/korban-pembunuhan-sadis-oknum-paspampres-nafkahi-2-adiknya-di-kampung"/><item><title>Korban Pembunuhan Sadis Oknum Paspampres Nafkahi 2 Adiknya di Kampung</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/28/338/2872210/korban-pembunuhan-sadis-oknum-paspampres-nafkahi-2-adiknya-di-kampung</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/28/338/2872210/korban-pembunuhan-sadis-oknum-paspampres-nafkahi-2-adiknya-di-kampung</guid><pubDate>Senin 28 Agustus 2023 05:50 WIB</pubDate><dc:creator>Ari Sandita Murti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/28/338/2872210/korban-pembunuhan-sadis-oknum-paspampres-nafkahi-2-adiknya-di-kampung-AOM80C2HfQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Korban pembunuhan oknum Paspampres masih biayai dua adiknya (Foto Ilustrasi : Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/28/338/2872210/korban-pembunuhan-sadis-oknum-paspampres-nafkahi-2-adiknya-di-kampung-AOM80C2HfQ.jpg</image><title>Korban pembunuhan oknum Paspampres masih biayai dua adiknya (Foto Ilustrasi : Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMi8xLzE2OTU1NS81L3g4bmVqNWQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Sepupu Imam Masykur, korban penculikan, penganiayaan hingga pembunuhan sadis oleh oknum paspampres, Said Sulaiman mengatakan korban sejatinya dikenal sebagai pribadi yang baik. Bahkan, korban masih menafkahi dua orang adiknya yang ada di kampung halamannya.

&quot;Kami keluarga di sini sangat kehilangan, dia yang menafkahi keluarga dan adik-adiknya di sini,&quot; ujar Said saat dikonfirmasi, Senin (28/8/2023).


BACA JUGA:
Oknum Paspamres Terduga Pelaku Pembunuhan Warga Aceh Diminta Dihukum Berat


Menurutnya, korban merupakan anak kedua dari 4 bersaudara, yang mana dia merupakan tulang punggung keluarga dan masih memberikan nafkah terhadap dua orang adiknya yang berada di kampungnya kawasan Bireuen, Provinsi Aceh. Maka itu, keluarga sangat kehilangan korban.

Apalagi, kata dia, sebelum korban ditemukan dalam kondisi tewas di Karawang, Jawa Barat, ibu korban sempat diancam oleh pelaku. Pelaku mengancam bakal menghabisi nyawa anak tercintanya itu bila tak mau memberikan uang tebusan.


BACA JUGA:
Oknum Paspampres Bunuh Warga Aceh, Keluarga Korban Minta Pelaku Dihukum Maksimal


&quot;Sama orangtuanya sampai dibilang itu, (pelaku) kalau ibu sayang sama anak ibu kirim duit Rp50 juta, kalau tidak saya bunuh anak ibu, saya buang ke sungai kata dia,&quot; tuturnya menirukan perkataan pelaku saat pelaku menghubungi orangtua korban.

Terlebih, bebernya, pelaku sempat mengirimkan video saat korban dianiaya secara brutal dan biadab hingga membuat korban berteriak kesakitan. Orangtua korban sampai tak menerima kabar apapun tentang anak tercintanya itu selama seminggu lebih pasca anaknya itu diculik oknum paspampres.Maka itu, tambahnya, saat keluarga menerima kabar dari polisi tentang temuan jenazah di Karawang, Jawa Barat yang diduga sebagai korban.

Ibu korban langsung terbang ke Jakarta dari Aceh untuk mengidentifikasi korban.

&quot;Ditemukan oleh warga Karawang disana kan lalu teridentifikasi, makanya orang Polda kan ngasih kabar lalu disuruh cepat-cepat bawa orangtua untuk identifikasi lebih lanjut. Orangtua kan pertama di Aceh, sudah seminggu tak tahu posisi anaknya dimana sudah gundah dia, jadi pergilah ke Jakarta, anaknya gimana, udahlah itu berarti beberapa hari kemudian kedapatanlah almarhum di RS Karawang,&quot; katanya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMi8xLzE2OTU1NS81L3g4bmVqNWQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Sepupu Imam Masykur, korban penculikan, penganiayaan hingga pembunuhan sadis oleh oknum paspampres, Said Sulaiman mengatakan korban sejatinya dikenal sebagai pribadi yang baik. Bahkan, korban masih menafkahi dua orang adiknya yang ada di kampung halamannya.

&quot;Kami keluarga di sini sangat kehilangan, dia yang menafkahi keluarga dan adik-adiknya di sini,&quot; ujar Said saat dikonfirmasi, Senin (28/8/2023).


BACA JUGA:
Oknum Paspamres Terduga Pelaku Pembunuhan Warga Aceh Diminta Dihukum Berat


Menurutnya, korban merupakan anak kedua dari 4 bersaudara, yang mana dia merupakan tulang punggung keluarga dan masih memberikan nafkah terhadap dua orang adiknya yang berada di kampungnya kawasan Bireuen, Provinsi Aceh. Maka itu, keluarga sangat kehilangan korban.

Apalagi, kata dia, sebelum korban ditemukan dalam kondisi tewas di Karawang, Jawa Barat, ibu korban sempat diancam oleh pelaku. Pelaku mengancam bakal menghabisi nyawa anak tercintanya itu bila tak mau memberikan uang tebusan.


BACA JUGA:
Oknum Paspampres Bunuh Warga Aceh, Keluarga Korban Minta Pelaku Dihukum Maksimal


&quot;Sama orangtuanya sampai dibilang itu, (pelaku) kalau ibu sayang sama anak ibu kirim duit Rp50 juta, kalau tidak saya bunuh anak ibu, saya buang ke sungai kata dia,&quot; tuturnya menirukan perkataan pelaku saat pelaku menghubungi orangtua korban.

Terlebih, bebernya, pelaku sempat mengirimkan video saat korban dianiaya secara brutal dan biadab hingga membuat korban berteriak kesakitan. Orangtua korban sampai tak menerima kabar apapun tentang anak tercintanya itu selama seminggu lebih pasca anaknya itu diculik oknum paspampres.Maka itu, tambahnya, saat keluarga menerima kabar dari polisi tentang temuan jenazah di Karawang, Jawa Barat yang diduga sebagai korban.

Ibu korban langsung terbang ke Jakarta dari Aceh untuk mengidentifikasi korban.

&quot;Ditemukan oleh warga Karawang disana kan lalu teridentifikasi, makanya orang Polda kan ngasih kabar lalu disuruh cepat-cepat bawa orangtua untuk identifikasi lebih lanjut. Orangtua kan pertama di Aceh, sudah seminggu tak tahu posisi anaknya dimana sudah gundah dia, jadi pergilah ke Jakarta, anaknya gimana, udahlah itu berarti beberapa hari kemudian kedapatanlah almarhum di RS Karawang,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
