<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polusi di Malam Hari Lebih Buruk, Ini Penjelasan BMKG</title><description>&amp;nbsp;
&amp;nbsp;
Fachri menjelaskan, konsentrasi particulate matter PM 2.5 relatif lebih tinggi menjelang pagi hari
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/28/338/2872491/polusi-di-malam-hari-lebih-buruk-ini-penjelasan-bmkg</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/28/338/2872491/polusi-di-malam-hari-lebih-buruk-ini-penjelasan-bmkg"/><item><title>Polusi di Malam Hari Lebih Buruk, Ini Penjelasan BMKG</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/28/338/2872491/polusi-di-malam-hari-lebih-buruk-ini-penjelasan-bmkg</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/28/338/2872491/polusi-di-malam-hari-lebih-buruk-ini-penjelasan-bmkg</guid><pubDate>Senin 28 Agustus 2023 14:11 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/28/338/2872491/polusi-di-malam-hari-lebih-buruk-ini-penjelasan-bmkg-v50ye3l1Tu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Polusi udara di Jakarta lebih buruk di malam hari/Foto: Freepik </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/28/338/2872491/polusi-di-malam-hari-lebih-buruk-ini-penjelasan-bmkg-v50ye3l1Tu.jpg</image><title>Polusi udara di Jakarta lebih buruk di malam hari/Foto: Freepik </title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMi8xLzE2OTUzNi81L3g4bmU0MW8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Fachri Radjab mengungkapkan bahwa kualitas udara di Jakarta pada malam hari jauh lebih buruh dan tidak sehat.



Fachri menjelaskan, konsentrasi particulate matter PM 2.5 relatif lebih tinggi menjelang pagi hari.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

BMKG : Hujan di Jakarta Turun karena Teknologi Modifikasi Cuaca


Hal itu disampaikan Fachri saat menjadi pembicara di acara &amp;lsquo;Diskusi Publik Quick Response Penanganan Kualitas Udara Jakarta&amp;rsquo; di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Senin (28/8/2023).



&quot;Kalau kita lihat siklus harian, PM2.5 memang dalam siklus harian konsentrasi cenderung lebih tinggi pada malam hari. Malam hari itu relatif lebih tinggi hingga menjelang pagi. Kemudian di pagi juga seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat, konsentrasi PM2.5 juga meningkat juga,&quot; katanya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pj Gubernur DKI Sebut Menyiram Air ke Jalan Bisa Kurangi Polusi&amp;nbsp; &amp;nbsp;



Fachri menjelaskan, kondisi itu dipengaruhi oleh lapisan inversi. Dia menyebutkan ketebalan lapisan inversi pada malam hari mengecil sehingga konsentrasi PM2.5 semakin tinggi.



&quot;Polutan ataupun partikel yang menyebabkan polusi itu kontributor kenapa cenderung tingginya di malam hari itu karena adanya yang kita sebut lapisan inversi, itu lapisan pembalik. Kalau kita kenal suhu makin tinggi tempat makin dingin ya, tapi pada ketinggian tertentu dia akan tetap stabil suhunya, dia tidak turun, itu yang disebut lapisan inversi. Pada lapisan inilah polutan-polutan itu berkumpul. Ketika malam hari ketebakan lapisan inversi itu mengecil sehingga konsentrasinya akan semakin tinggi,&quot; jelasnya.



</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMi8xLzE2OTUzNi81L3g4bmU0MW8=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Fachri Radjab mengungkapkan bahwa kualitas udara di Jakarta pada malam hari jauh lebih buruh dan tidak sehat.



Fachri menjelaskan, konsentrasi particulate matter PM 2.5 relatif lebih tinggi menjelang pagi hari.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

BMKG : Hujan di Jakarta Turun karena Teknologi Modifikasi Cuaca


Hal itu disampaikan Fachri saat menjadi pembicara di acara &amp;lsquo;Diskusi Publik Quick Response Penanganan Kualitas Udara Jakarta&amp;rsquo; di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Senin (28/8/2023).



&quot;Kalau kita lihat siklus harian, PM2.5 memang dalam siklus harian konsentrasi cenderung lebih tinggi pada malam hari. Malam hari itu relatif lebih tinggi hingga menjelang pagi. Kemudian di pagi juga seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat, konsentrasi PM2.5 juga meningkat juga,&quot; katanya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pj Gubernur DKI Sebut Menyiram Air ke Jalan Bisa Kurangi Polusi&amp;nbsp; &amp;nbsp;



Fachri menjelaskan, kondisi itu dipengaruhi oleh lapisan inversi. Dia menyebutkan ketebalan lapisan inversi pada malam hari mengecil sehingga konsentrasi PM2.5 semakin tinggi.



&quot;Polutan ataupun partikel yang menyebabkan polusi itu kontributor kenapa cenderung tingginya di malam hari itu karena adanya yang kita sebut lapisan inversi, itu lapisan pembalik. Kalau kita kenal suhu makin tinggi tempat makin dingin ya, tapi pada ketinggian tertentu dia akan tetap stabil suhunya, dia tidak turun, itu yang disebut lapisan inversi. Pada lapisan inilah polutan-polutan itu berkumpul. Ketika malam hari ketebakan lapisan inversi itu mengecil sehingga konsentrasinya akan semakin tinggi,&quot; jelasnya.



</content:encoded></item></channel></rss>
