<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemprov DKI Akui Penyemprotan Air di Jalan Raya Tidak efektif Kurangi Polusi Udara</title><description>Namum, hal tersebut tidak terlalu efektif di Indonesia karena perbedaan suhu di Jakarta, Indonesia, dengan China.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/28/338/2872583/pemprov-dki-akui-penyemprotan-air-di-jalan-raya-tidak-efektif-kurangi-polusi-udara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/28/338/2872583/pemprov-dki-akui-penyemprotan-air-di-jalan-raya-tidak-efektif-kurangi-polusi-udara"/><item><title>Pemprov DKI Akui Penyemprotan Air di Jalan Raya Tidak efektif Kurangi Polusi Udara</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/28/338/2872583/pemprov-dki-akui-penyemprotan-air-di-jalan-raya-tidak-efektif-kurangi-polusi-udara</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/28/338/2872583/pemprov-dki-akui-penyemprotan-air-di-jalan-raya-tidak-efektif-kurangi-polusi-udara</guid><pubDate>Senin 28 Agustus 2023 15:59 WIB</pubDate><dc:creator>Giffar Rivana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/28/338/2872583/pemprov-dki-akui-penyemprotan-air-di-jalan-raya-tidak-efektif-kurangi-polusi-udara-Wjnd9DwrBq.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menyemprot jalan tak efektif kurangi polusi udara/Foto: Istimewa </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/28/338/2872583/pemprov-dki-akui-penyemprotan-air-di-jalan-raya-tidak-efektif-kurangi-polusi-udara-Wjnd9DwrBq.jpg</image><title>Menyemprot jalan tak efektif kurangi polusi udara/Foto: Istimewa </title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yOC8xLzE2OTgyMC81L3g4bml4c20=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengakui jika tindakan penyemprotan air di jalan raya tidak efektif dalam mengurangi polusi udara di Ibu Kota.

Pada dasarnya Pemprov DKI mengikuti pemerintah negara China dalam melakukan pengurangan polusi, namum hal tersebut tidak terlalu efektif di Indonesia karena perbedaan suhu di Jakarta, Indonesia, dengan China.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pemprov DKI Jakarta Sebut Water Mist Lebih Efektif Tekan Polusi Udara

&quot;Kenapa tidak efektif karena memang kalau dari tenaga BRIN itu berbeda suhunya, suhu Jakarta dengan suhu Cina itu pada saat itu mereka masuk-masuk musim dingin sehingga memang tidak efektif,&quot; kata Asep Kuswanto kepada wartawan saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Senin (28/8/2023).

&quot;Nah kalau untuk Jakarta, BRIN nanti mungkin sehari dua hari ini akan mengeluarkan dirilis lagi terhadap berita-berita yang kemarin itu menyatakan lebih efektif. Jadi mudah-mudahan ini bisa mengklarifikasi terhadap upaya penyemprotan yang dilakukan,&quot; ucap Asep.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Tekan Polusi Udara, Heru Budi Minta Gedung Tinggi di Jakarta Pasang Watermist

Ke depannya, Asep mengatakan pihaknya akan segera menghentikan penyemprotan air ke sejumlah jalan yang ada di Jakarta, karena sudah terbukti jika penyemprotan tersebut kurang efektif mengatasi polusi di Jakarta.

&quot;Ternyata penyemprotan itu tidak efektif, maka kami pun akan menyetop terhadap penyemprotan itu,&quot; ujar Asep


Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta menyemprotkan jalan protokol Ibu Kota dengan air penyulingan dari Instalasi Penyulingan Air Limbah (IPAL). Penyemprotan jalan ini untuk menekan suhu panas dan kualitas udara yang memburuk.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Toyota Hardtop Hangus Terbakar di Jalan Pajajaran Bogor, Diduga Korsleting



Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2023 tentang Pengendalian Pencemaran Udara pada Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yOC8xLzE2OTgyMC81L3g4bml4c20=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengakui jika tindakan penyemprotan air di jalan raya tidak efektif dalam mengurangi polusi udara di Ibu Kota.

Pada dasarnya Pemprov DKI mengikuti pemerintah negara China dalam melakukan pengurangan polusi, namum hal tersebut tidak terlalu efektif di Indonesia karena perbedaan suhu di Jakarta, Indonesia, dengan China.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pemprov DKI Jakarta Sebut Water Mist Lebih Efektif Tekan Polusi Udara

&quot;Kenapa tidak efektif karena memang kalau dari tenaga BRIN itu berbeda suhunya, suhu Jakarta dengan suhu Cina itu pada saat itu mereka masuk-masuk musim dingin sehingga memang tidak efektif,&quot; kata Asep Kuswanto kepada wartawan saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Senin (28/8/2023).

&quot;Nah kalau untuk Jakarta, BRIN nanti mungkin sehari dua hari ini akan mengeluarkan dirilis lagi terhadap berita-berita yang kemarin itu menyatakan lebih efektif. Jadi mudah-mudahan ini bisa mengklarifikasi terhadap upaya penyemprotan yang dilakukan,&quot; ucap Asep.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Tekan Polusi Udara, Heru Budi Minta Gedung Tinggi di Jakarta Pasang Watermist

Ke depannya, Asep mengatakan pihaknya akan segera menghentikan penyemprotan air ke sejumlah jalan yang ada di Jakarta, karena sudah terbukti jika penyemprotan tersebut kurang efektif mengatasi polusi di Jakarta.

&quot;Ternyata penyemprotan itu tidak efektif, maka kami pun akan menyetop terhadap penyemprotan itu,&quot; ujar Asep


Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta menyemprotkan jalan protokol Ibu Kota dengan air penyulingan dari Instalasi Penyulingan Air Limbah (IPAL). Penyemprotan jalan ini untuk menekan suhu panas dan kualitas udara yang memburuk.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Toyota Hardtop Hangus Terbakar di Jalan Pajajaran Bogor, Diduga Korsleting



Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2023 tentang Pengendalian Pencemaran Udara pada Wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

</content:encoded></item></channel></rss>
