<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kirab Pusaka Ki Ageng Wonolelo, Ribuan Warga Berebut Gunungan Apem</title><description>Kirab Pusaka Ki Ageng Wonolelo, Ribuan Warga Berebut Apem
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/28/510/2872479/kirab-pusaka-ki-ageng-wonolelo-ribuan-warga-berebut-gunungan-apem</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/28/510/2872479/kirab-pusaka-ki-ageng-wonolelo-ribuan-warga-berebut-gunungan-apem"/><item><title>Kirab Pusaka Ki Ageng Wonolelo, Ribuan Warga Berebut Gunungan Apem</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/28/510/2872479/kirab-pusaka-ki-ageng-wonolelo-ribuan-warga-berebut-gunungan-apem</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/28/510/2872479/kirab-pusaka-ki-ageng-wonolelo-ribuan-warga-berebut-gunungan-apem</guid><pubDate>Senin 28 Agustus 2023 13:54 WIB</pubDate><dc:creator>Galih Wisma</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/28/510/2872479/kirab-pusaka-ki-ageng-wonolelo-ribuan-warga-berebut-gunungan-apem-olAlADy9F8.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ribuan warga berebut gunungan apem saat kirab pusaka Ki Ageng Wonolelo. (iNews/Galih Wisma)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/28/510/2872479/kirab-pusaka-ki-ageng-wonolelo-ribuan-warga-berebut-gunungan-apem-olAlADy9F8.jpg</image><title>Ribuan warga berebut gunungan apem saat kirab pusaka Ki Ageng Wonolelo. (iNews/Galih Wisma)</title></images><description>





SLEMAN - Ribuan warga Kabupaten Sleman rela berdesakan demi mendapatkan sebaran apem di Pelataran Makam Ki Ageng Wonolelo, Jumat (25/8/2023).

Acara bertajuk saparan dan kirab pusaka Ki Ageng Wonolelo ini berlangsung di Dukuh Pondok Wonolelo, Widodomartani, Kapanewon Ngemplak, Sleman, Yogyakarta.


Para warga tampak melihat ke atas dan saling berteriak untuk meminta pembagian ribuan apem yang disebar para ulama desa.

Dari atas tower beberapa ulama yang mengenenakan kain serba putih ini menyebarkan apem kepada warga yang berada di pelataran makam.

Sebelumnya acara saparan dan kirab pusaka Ki Ageng Wonolelo ini dimulai dari upacara adat dan penampilan tari tarian di halaman Masjid Ki Ageng Wonolelo.












Kemudian dilangsungkan kirab pusaka dari Masjid Ki Ageng Wonolelo menuju makam Ki Ageng Wonolelo dengan beberapa peserta kirab yakni tokoh masyarakat dan pejabat daerah yang menaiki kereta kencana, belasan para ulama setempat, dan puluhan prajurit bregada yang memikul beberapa panji Ki Ageng Wonolelo.

Ketua Panitia Kirab Pusaka Ki Ageng Wonolelo, Wartono menjelaskan, sesampainya di makam, para ulama dan masyarakat melangsungkan tahlil dan doa bersama. Kemudian gunungan dan ribuan apem dibagikan.





BACA JUGA:
Intip Keseruan Kirab Budaya HUT RI, Ada Kereta Kencana yang Ditarik 6 Kuda









Digelar pada bulan sapar setiap tahunnya atau bulan kedua dalam kalender Islam, acara ini sebagai wujud rasa syukur masyarakat atas karunia tuhan berupa rezeki, kesehatan, keselamatan, dan ketentraman serta memohon ampunan kepada Tuhan yang Maha Kuasa.

Sementara itu, apem yang disebarkan adalah wujud sedekah kepada masyarakat yang diyakini bila mendapatkannya akan membawa keberkahan tersendiri.



&amp;ldquo;Ini tradisi. Kita berharap dapat berkahnya,&amp;rdquo; kata warga Tri Wiyono.






BACA JUGA:
Termasuk Hibah dari Jokowi, Keris Raksasa 3,5 Meter Akan Diarak dalam Kirab Pusaka Solo










Sementara itu, warga lainnya Wiji menilai kegiatan ini bisa dikembangkan sehingga dapat mendatangkan wisatawan.



&amp;ldquo;Kalau bisa dikembangkan biar menarik wisatawan,&amp;rdquo; ujarnya.



</description><content:encoded>





SLEMAN - Ribuan warga Kabupaten Sleman rela berdesakan demi mendapatkan sebaran apem di Pelataran Makam Ki Ageng Wonolelo, Jumat (25/8/2023).

Acara bertajuk saparan dan kirab pusaka Ki Ageng Wonolelo ini berlangsung di Dukuh Pondok Wonolelo, Widodomartani, Kapanewon Ngemplak, Sleman, Yogyakarta.


Para warga tampak melihat ke atas dan saling berteriak untuk meminta pembagian ribuan apem yang disebar para ulama desa.

Dari atas tower beberapa ulama yang mengenenakan kain serba putih ini menyebarkan apem kepada warga yang berada di pelataran makam.

Sebelumnya acara saparan dan kirab pusaka Ki Ageng Wonolelo ini dimulai dari upacara adat dan penampilan tari tarian di halaman Masjid Ki Ageng Wonolelo.












Kemudian dilangsungkan kirab pusaka dari Masjid Ki Ageng Wonolelo menuju makam Ki Ageng Wonolelo dengan beberapa peserta kirab yakni tokoh masyarakat dan pejabat daerah yang menaiki kereta kencana, belasan para ulama setempat, dan puluhan prajurit bregada yang memikul beberapa panji Ki Ageng Wonolelo.

Ketua Panitia Kirab Pusaka Ki Ageng Wonolelo, Wartono menjelaskan, sesampainya di makam, para ulama dan masyarakat melangsungkan tahlil dan doa bersama. Kemudian gunungan dan ribuan apem dibagikan.





BACA JUGA:
Intip Keseruan Kirab Budaya HUT RI, Ada Kereta Kencana yang Ditarik 6 Kuda









Digelar pada bulan sapar setiap tahunnya atau bulan kedua dalam kalender Islam, acara ini sebagai wujud rasa syukur masyarakat atas karunia tuhan berupa rezeki, kesehatan, keselamatan, dan ketentraman serta memohon ampunan kepada Tuhan yang Maha Kuasa.

Sementara itu, apem yang disebarkan adalah wujud sedekah kepada masyarakat yang diyakini bila mendapatkannya akan membawa keberkahan tersendiri.



&amp;ldquo;Ini tradisi. Kita berharap dapat berkahnya,&amp;rdquo; kata warga Tri Wiyono.






BACA JUGA:
Termasuk Hibah dari Jokowi, Keris Raksasa 3,5 Meter Akan Diarak dalam Kirab Pusaka Solo










Sementara itu, warga lainnya Wiji menilai kegiatan ini bisa dikembangkan sehingga dapat mendatangkan wisatawan.



&amp;ldquo;Kalau bisa dikembangkan biar menarik wisatawan,&amp;rdquo; ujarnya.



</content:encoded></item></channel></rss>
