<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Misteri Batu Bata Kuno Berusia 2.900 Tahun Lalu Terungkap, Ternyata Kapsul Waktu DNA</title><description>Batu bata berusia 2.900 tahun ini dibuat di tempat yang sekarang menjadi daerah utara Irak.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/29/18/2873159/misteri-batu-bata-kuno-berusia-2-900-tahun-lalu-terungkap-ternyata-kapsul-waktu-dna</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/29/18/2873159/misteri-batu-bata-kuno-berusia-2-900-tahun-lalu-terungkap-ternyata-kapsul-waktu-dna"/><item><title>Misteri Batu Bata Kuno Berusia 2.900 Tahun Lalu Terungkap, Ternyata Kapsul Waktu DNA</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/29/18/2873159/misteri-batu-bata-kuno-berusia-2-900-tahun-lalu-terungkap-ternyata-kapsul-waktu-dna</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/29/18/2873159/misteri-batu-bata-kuno-berusia-2-900-tahun-lalu-terungkap-ternyata-kapsul-waktu-dna</guid><pubDate>Selasa 29 Agustus 2023 14:05 WIB</pubDate><dc:creator>Assyifa Eka Putri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/29/18/2873159/misteri-batu-bata-kuno-berusia-2-900-tahun-lalu-terungkap-ternyata-kapsul-waktu-dna-2rp0Kwumxn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Misteri batu bata kuno berusia 2.900 tahun lalu terungkap (Foto: Arnold Mikkelsen/Jens Lauridsen)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/29/18/2873159/misteri-batu-bata-kuno-berusia-2-900-tahun-lalu-terungkap-ternyata-kapsul-waktu-dna-2rp0Kwumxn.jpg</image><title>Misteri batu bata kuno berusia 2.900 tahun lalu terungkap (Foto: Arnold Mikkelsen/Jens Lauridsen)</title></images><description>
LONDON - Para peneliti untuk pertama kalinya berhasil mengekstrak fragmen DNA dari batu bata tanah liat kuno. Hasil penelitian ini ternyata dapat digunakan untuk membuat katalog beragam jenis flora yang tumbuh di masa itu.
Batu bata berusia 2.900 tahun ini dibuat di tempat yang sekarang menjadi daerah utara Irak. Proses pembuatannya melibatkan campuran lumpur dari tepi sungai Tigris dengan sekam, jerami, atau kotoran hewan.
Tim dari Universitas Oxford, Museum Nasional Denmark, dan Universitas Copenhagen menunjukkan adanya partikel-partikel tumbuhan kecil di antara kotoran hewan dan jerami yang terlindungi di dalam batu bata selama ribuan tahun.

BACA JUGA:
5 Fakta Kasus Bayi Tertukar Selesai dengan Tes DNA, Pertama di Indonesia

Setelah proses ekstraksi sampel batu bata, para peneliti kemudian menggunakan teknik analisis yang mereka gunakan untuk meneliti material berpori, seperti tulang. Dengan teknik itu, mereka dapat memecahkan kode DNA dalam materi tanaman dan dapat mengidentifikasi 34 kelompok taksonomi tanaman yang berbeda.

BACA JUGA:
Dipastikan Lewat Tes DNA, Polisi Jadikan Dua Bayi Tertukar Anak Angkat

Famili tanaman dengan DNA paling melimpah dalam batu bata tersebut adalah Brassicaceae (famili kubis dan sawi) dan Ericaceae (heather), Betulaceae (birch putih Eropa), Lauraceae (salam), Selineae (famili wortel dan peterseli), dan Triticeae (rumput yang dibudidayakan).
&quot;Kami sangat senang saat menemukan bahwa DNA purba, yang secara efektif terlindungi dari kontaminasi di dalam massa tanah liat, berhasil diekstraksi dari batu bata berusia 2.900 tahun,&quot; kata ahli Biologi Universitas Oxford Sophie Lund Rasmussen, sebagaimana dikutip dari Science Alert.
&amp;ldquo;Proyek penelitian ini adalah contoh sempurna tentang pentingnya kolaborasi interdisipliner dalam sains, karena beragam keahlian yang disertakan dalam penelitian ini memberikan pendekatan holistik terhadap penyelidikan materi ini dan hasil yang dihasilkannya,&amp;rdquo; lanjutnya.

Batu bata kuno ini ditemukan di istana raja Neo-Assyria, Ashurnasirpal II, yang terletak di sebuah kota kuno Kalhu. Berdasarkan analisisnya, batu bata ini berasal dari tahun 869-879 SM, tahun-tahun ketika istana tersebut dibangun.

&quot;Batu bata berfungsi sebagai kapsul waktu keanekaragaman hayati yang berisi informasi mengenai satu situs dan sekitarnya,&quot; ungkap ahli Assyriologi Universitas Copenhagen Troels Arboll.

&quot;Dalam hal ini, batu bata tersebut memberikan para peneliti akses unik ke bangsa Asyur kuno,&quot; tambahnya.

Fakta bahwa batu tanah tanah liat yang dibiarkan kering secara alami (tidak dibakar) ternyata dapat melindungi kandungan organik di dalamnya. Hal ini tentunya menambah wawasan berharga mengenai peradaban kuno.</description><content:encoded>
LONDON - Para peneliti untuk pertama kalinya berhasil mengekstrak fragmen DNA dari batu bata tanah liat kuno. Hasil penelitian ini ternyata dapat digunakan untuk membuat katalog beragam jenis flora yang tumbuh di masa itu.
Batu bata berusia 2.900 tahun ini dibuat di tempat yang sekarang menjadi daerah utara Irak. Proses pembuatannya melibatkan campuran lumpur dari tepi sungai Tigris dengan sekam, jerami, atau kotoran hewan.
Tim dari Universitas Oxford, Museum Nasional Denmark, dan Universitas Copenhagen menunjukkan adanya partikel-partikel tumbuhan kecil di antara kotoran hewan dan jerami yang terlindungi di dalam batu bata selama ribuan tahun.

BACA JUGA:
5 Fakta Kasus Bayi Tertukar Selesai dengan Tes DNA, Pertama di Indonesia

Setelah proses ekstraksi sampel batu bata, para peneliti kemudian menggunakan teknik analisis yang mereka gunakan untuk meneliti material berpori, seperti tulang. Dengan teknik itu, mereka dapat memecahkan kode DNA dalam materi tanaman dan dapat mengidentifikasi 34 kelompok taksonomi tanaman yang berbeda.

BACA JUGA:
Dipastikan Lewat Tes DNA, Polisi Jadikan Dua Bayi Tertukar Anak Angkat

Famili tanaman dengan DNA paling melimpah dalam batu bata tersebut adalah Brassicaceae (famili kubis dan sawi) dan Ericaceae (heather), Betulaceae (birch putih Eropa), Lauraceae (salam), Selineae (famili wortel dan peterseli), dan Triticeae (rumput yang dibudidayakan).
&quot;Kami sangat senang saat menemukan bahwa DNA purba, yang secara efektif terlindungi dari kontaminasi di dalam massa tanah liat, berhasil diekstraksi dari batu bata berusia 2.900 tahun,&quot; kata ahli Biologi Universitas Oxford Sophie Lund Rasmussen, sebagaimana dikutip dari Science Alert.
&amp;ldquo;Proyek penelitian ini adalah contoh sempurna tentang pentingnya kolaborasi interdisipliner dalam sains, karena beragam keahlian yang disertakan dalam penelitian ini memberikan pendekatan holistik terhadap penyelidikan materi ini dan hasil yang dihasilkannya,&amp;rdquo; lanjutnya.

Batu bata kuno ini ditemukan di istana raja Neo-Assyria, Ashurnasirpal II, yang terletak di sebuah kota kuno Kalhu. Berdasarkan analisisnya, batu bata ini berasal dari tahun 869-879 SM, tahun-tahun ketika istana tersebut dibangun.

&quot;Batu bata berfungsi sebagai kapsul waktu keanekaragaman hayati yang berisi informasi mengenai satu situs dan sekitarnya,&quot; ungkap ahli Assyriologi Universitas Copenhagen Troels Arboll.

&quot;Dalam hal ini, batu bata tersebut memberikan para peneliti akses unik ke bangsa Asyur kuno,&quot; tambahnya.

Fakta bahwa batu tanah tanah liat yang dibiarkan kering secara alami (tidak dibakar) ternyata dapat melindungi kandungan organik di dalamnya. Hal ini tentunya menambah wawasan berharga mengenai peradaban kuno.</content:encoded></item></channel></rss>
