<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Saudara Ipar Terngiang Perkataan Terakhir Imam Masykur Sebelum Diculik dan Dianiaya hingga Tewas</title><description>Saudara Terngiang Perkataan Terakhir Imam Masykur Sebelum Diculik dan Dianiaya hingga Tewas</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/29/337/2872883/saudara-ipar-terngiang-perkataan-terakhir-imam-masykur-sebelum-diculik-dan-dianiaya-hingga-tewas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/29/337/2872883/saudara-ipar-terngiang-perkataan-terakhir-imam-masykur-sebelum-diculik-dan-dianiaya-hingga-tewas"/><item><title>Saudara Ipar Terngiang Perkataan Terakhir Imam Masykur Sebelum Diculik dan Dianiaya hingga Tewas</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/29/337/2872883/saudara-ipar-terngiang-perkataan-terakhir-imam-masykur-sebelum-diculik-dan-dianiaya-hingga-tewas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/29/337/2872883/saudara-ipar-terngiang-perkataan-terakhir-imam-masykur-sebelum-diculik-dan-dianiaya-hingga-tewas</guid><pubDate>Selasa 29 Agustus 2023 06:05 WIB</pubDate><dc:creator>Ari Sandita Murti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/29/337/2872883/saudara-ipar-terngiang-perkataan-terakhir-imam-masykur-sebelum-diculik-dan-dianiaya-hingga-tewas-MI2RNtxhh3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Saudara ipar terngiang perkataan Imam Masykur sebelum diculik dan dianiaya hingga tewas oleh Paspampres. (Tangkapan layar medsos)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/29/337/2872883/saudara-ipar-terngiang-perkataan-terakhir-imam-masykur-sebelum-diculik-dan-dianiaya-hingga-tewas-MI2RNtxhh3.jpg</image><title>Saudara ipar terngiang perkataan Imam Masykur sebelum diculik dan dianiaya hingga tewas oleh Paspampres. (Tangkapan layar medsos)</title></images><description>JAKARTA - Tewasnya pemuda Aceh, Imam Masykur, membuat keluarganya sangat berduka. Bahkan, usai kematian Imam, saudara Ipar korban yakni Mukhtar masih terngiang-ngiang ucapan terakhirnya sebelum diculik oknum paspampres.
&quot;Kemarin itu ada kawan mau buka warung kopi. Itu ada ucapan terakhir dia (korban), Bang kapan bawa semua kursi itu biar saya bantu, mungkin nanti saya tak ada lagi. Nah itu yang terakhir. Istilahnya firasat begitu yah,&quot; ujar saudara Ipar Imam, Mukhtar saat dihubungi, Selasa (29/8/2023).

BACA JUGA:
Selain Oknum Paspampres, Ini Dua Prajurit Pelaku Penculik dan Penganiayaan Warga Aceh hingga Tewas

Menurutnya, korban mengatakan hal itu saat ada temannya yang hendak membuka sebuah warung kopi. Korban berniat membantunya lantaran dia khawatir sudah tak ada lagi. Hanya saja, saat itu dia tak mengerti maksud perkataan tak ada lagi.

BACA JUGA:
Oknum Paspampres Aniaya Pemuda Aceh hingga Tewas, Fadli Zon: Harus Dihukum Mati!

&quot;Mungkin nantinya saya tak bisa bantu lagi, itu sebelum kejadian. Seperti firasat begitu,&quot; tuturnya terngiang dengan kata-kata korban.Ia menyebut, Imam Masykur merupakan pribadi yang baik, tak suka terlibat masalah, hingga tak terlibat kenakalan-kenakalan apapun. Imam merupakan tulang punggung keluarga. Ia mulai merantau keluar kampung halamannya sejak sekira 1,5 tahun silam.

BACA JUGA:
Imam Masykur Dibunuh Oknum Paspampres Tinggalkan Pilu Bagi Tunangannya

&quot;Korban merantau 1,5 tahun, awalnya dia jualan di Medan lalu dia pindah (ke Tangerang Selatan), kebetulan ada sepupunya di sana. Sambil berjualan lalu dia ada rezeki akhirnya dia buka warungnya sendiri, jualan kosmetik,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Tewasnya pemuda Aceh, Imam Masykur, membuat keluarganya sangat berduka. Bahkan, usai kematian Imam, saudara Ipar korban yakni Mukhtar masih terngiang-ngiang ucapan terakhirnya sebelum diculik oknum paspampres.
&quot;Kemarin itu ada kawan mau buka warung kopi. Itu ada ucapan terakhir dia (korban), Bang kapan bawa semua kursi itu biar saya bantu, mungkin nanti saya tak ada lagi. Nah itu yang terakhir. Istilahnya firasat begitu yah,&quot; ujar saudara Ipar Imam, Mukhtar saat dihubungi, Selasa (29/8/2023).

BACA JUGA:
Selain Oknum Paspampres, Ini Dua Prajurit Pelaku Penculik dan Penganiayaan Warga Aceh hingga Tewas

Menurutnya, korban mengatakan hal itu saat ada temannya yang hendak membuka sebuah warung kopi. Korban berniat membantunya lantaran dia khawatir sudah tak ada lagi. Hanya saja, saat itu dia tak mengerti maksud perkataan tak ada lagi.

BACA JUGA:
Oknum Paspampres Aniaya Pemuda Aceh hingga Tewas, Fadli Zon: Harus Dihukum Mati!

&quot;Mungkin nantinya saya tak bisa bantu lagi, itu sebelum kejadian. Seperti firasat begitu,&quot; tuturnya terngiang dengan kata-kata korban.Ia menyebut, Imam Masykur merupakan pribadi yang baik, tak suka terlibat masalah, hingga tak terlibat kenakalan-kenakalan apapun. Imam merupakan tulang punggung keluarga. Ia mulai merantau keluar kampung halamannya sejak sekira 1,5 tahun silam.

BACA JUGA:
Imam Masykur Dibunuh Oknum Paspampres Tinggalkan Pilu Bagi Tunangannya

&quot;Korban merantau 1,5 tahun, awalnya dia jualan di Medan lalu dia pindah (ke Tangerang Selatan), kebetulan ada sepupunya di sana. Sambil berjualan lalu dia ada rezeki akhirnya dia buka warungnya sendiri, jualan kosmetik,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
