<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mahfud MD Pastikan Hak Konstitusional Eksil Korban 65 Tetap Berjalan Meski Pemerintah Berganti</title><description>Mahfud MD Pastikan Hak Konstitusional Eksil Korban 65 Tetap Berjalan Meski Pemerintah Berganti</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/29/337/2872905/mahfud-md-pastikan-hak-konstitusional-eksil-korban-65-tetap-berjalan-meski-pemerintah-berganti</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/29/337/2872905/mahfud-md-pastikan-hak-konstitusional-eksil-korban-65-tetap-berjalan-meski-pemerintah-berganti"/><item><title>Mahfud MD Pastikan Hak Konstitusional Eksil Korban 65 Tetap Berjalan Meski Pemerintah Berganti</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/29/337/2872905/mahfud-md-pastikan-hak-konstitusional-eksil-korban-65-tetap-berjalan-meski-pemerintah-berganti</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/29/337/2872905/mahfud-md-pastikan-hak-konstitusional-eksil-korban-65-tetap-berjalan-meski-pemerintah-berganti</guid><pubDate>Selasa 29 Agustus 2023 07:25 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/29/337/2872905/mahfud-md-pastikan-hak-konstitusional-eksil-korban-65-tetap-berjalan-meski-pemerintah-berganti-4k3JD4z9FZ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menko Polhukam Mahfud MD temui eksil 1965 di Ceko. (Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/29/337/2872905/mahfud-md-pastikan-hak-konstitusional-eksil-korban-65-tetap-berjalan-meski-pemerintah-berganti-4k3JD4z9FZ.jpg</image><title>Menko Polhukam Mahfud MD temui eksil 1965 di Ceko. (Ist)</title></images><description>


JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memastikan, kebijakan penyelesaian nonyudisial untuk pelanggaran HAM berat di masa lalu akan tetap berjalan, meski pemerintahan berganti.

Hal itu diungkap saat Mahfud bersama Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly bertemu eksil Ceko, Senin (28/8/2023) malam, waktu Indonesia.

&quot;Kebijakan ini pasti, terus-menerus, diberikan sekarang dan tidak akan terputus, dengan sendirinya hak ini diberikan,&quot; kata Mahfud MD.

Awalnya, salah satu eksil peristiwa 1965 bernama Karsidi mengucapkan terima kasih, atas kebijakan penyelesaian nonyudisial untuk pelanggaran HAM berat di masa lalu.

Namun, kata Karsidi, muncul kekhawatiran setelah mereka mendapatkan kemudahan untuk kembali menjadi warga negara Indonesia (WNI). Ia takut jika pemerintah berganti, kebijakan tersebut tidak akan berlaku lagi.

&quot;Sekarang (penyelesaian non yudisial) berhasil karena Presiden Jokowi di parlemen punya kekuatan dan keberanian untuk melakukan hal ini,&quot; katanya saat dialog dengan Mahfud dan Yasonna.






BACA JUGA:
Mahfud MD Bakal Temui Para Eksil di Eropa, Sampaikan Hak Korban Pelanggaran HAM Berat










&quot;Bagaimana nanti kalau Pak Jokowi udah ga ada, kekuatan yang lain (menduduki pemerintahan), kebetulan dia punya kekuatan tapi ga punya keberanian, apakah (kebijakan) ini bisa langgeng?&quot; sambungnya.





BACA JUGA:
Mahfud MD ke Belanda, Pemerintah Komitmen Pulihkan Hak Korban Eksil 1965












Mahfud pun meyakinkan para eksil,  kebijakan saat ini bakal diteruskan, siapapun pemimpinnya di masa mendatang.

Sebagai informasi, secara keseluruhan, berdasarkan data dari Kementerian Luar Negeri, total eks Mahid yang masih ada hingga kini berjumlah 139 orang. Adapun 138 tersebar di 10 negara Eropa dan 1 di negara Asia.






BACA JUGA:
Mahfud MD Bertemu Eksil Korban 1965 di Belanda: Terharu Campur Senang










Belanda merupakan negara dengan eks Mahid terbanyak yakni 67 orang, disusul Ceko 14 orang. Di Rusia 1 orang, tetapi terdapat 38 orang keturunan eks Mahid di negeri beruang tersebut.



Sementara itu, satu-satunya negara non-Eropa tempat eks Mahid tinggal adalah Suriah dengan jumlah eks Mahid 1 orang. Salah seorang eks Mahid kini sedang mengalami sakit keras dan berharap dapat dimakamkan di Indonesia jika meninggal nanti.



</description><content:encoded>


JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD memastikan, kebijakan penyelesaian nonyudisial untuk pelanggaran HAM berat di masa lalu akan tetap berjalan, meski pemerintahan berganti.

Hal itu diungkap saat Mahfud bersama Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly bertemu eksil Ceko, Senin (28/8/2023) malam, waktu Indonesia.

&quot;Kebijakan ini pasti, terus-menerus, diberikan sekarang dan tidak akan terputus, dengan sendirinya hak ini diberikan,&quot; kata Mahfud MD.

Awalnya, salah satu eksil peristiwa 1965 bernama Karsidi mengucapkan terima kasih, atas kebijakan penyelesaian nonyudisial untuk pelanggaran HAM berat di masa lalu.

Namun, kata Karsidi, muncul kekhawatiran setelah mereka mendapatkan kemudahan untuk kembali menjadi warga negara Indonesia (WNI). Ia takut jika pemerintah berganti, kebijakan tersebut tidak akan berlaku lagi.

&quot;Sekarang (penyelesaian non yudisial) berhasil karena Presiden Jokowi di parlemen punya kekuatan dan keberanian untuk melakukan hal ini,&quot; katanya saat dialog dengan Mahfud dan Yasonna.






BACA JUGA:
Mahfud MD Bakal Temui Para Eksil di Eropa, Sampaikan Hak Korban Pelanggaran HAM Berat










&quot;Bagaimana nanti kalau Pak Jokowi udah ga ada, kekuatan yang lain (menduduki pemerintahan), kebetulan dia punya kekuatan tapi ga punya keberanian, apakah (kebijakan) ini bisa langgeng?&quot; sambungnya.





BACA JUGA:
Mahfud MD ke Belanda, Pemerintah Komitmen Pulihkan Hak Korban Eksil 1965












Mahfud pun meyakinkan para eksil,  kebijakan saat ini bakal diteruskan, siapapun pemimpinnya di masa mendatang.

Sebagai informasi, secara keseluruhan, berdasarkan data dari Kementerian Luar Negeri, total eks Mahid yang masih ada hingga kini berjumlah 139 orang. Adapun 138 tersebar di 10 negara Eropa dan 1 di negara Asia.






BACA JUGA:
Mahfud MD Bertemu Eksil Korban 1965 di Belanda: Terharu Campur Senang










Belanda merupakan negara dengan eks Mahid terbanyak yakni 67 orang, disusul Ceko 14 orang. Di Rusia 1 orang, tetapi terdapat 38 orang keturunan eks Mahid di negeri beruang tersebut.



Sementara itu, satu-satunya negara non-Eropa tempat eks Mahid tinggal adalah Suriah dengan jumlah eks Mahid 1 orang. Salah seorang eks Mahid kini sedang mengalami sakit keras dan berharap dapat dimakamkan di Indonesia jika meninggal nanti.



</content:encoded></item></channel></rss>
