<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ditangkap Polisi, Satu Warga Sipil Ikut Bantu 3 Oknum TNI Culik dan Bunuh Imam Masykur</title><description>Diketahui, kasus tersebut melibatkan tiga anggota TNI.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/29/337/2873098/ditangkap-polisi-satu-warga-sipil-ikut-bantu-3-oknum-tni-culik-dan-bunuh-imam-masykur</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/29/337/2873098/ditangkap-polisi-satu-warga-sipil-ikut-bantu-3-oknum-tni-culik-dan-bunuh-imam-masykur"/><item><title>Ditangkap Polisi, Satu Warga Sipil Ikut Bantu 3 Oknum TNI Culik dan Bunuh Imam Masykur</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/29/337/2873098/ditangkap-polisi-satu-warga-sipil-ikut-bantu-3-oknum-tni-culik-dan-bunuh-imam-masykur</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/29/337/2873098/ditangkap-polisi-satu-warga-sipil-ikut-bantu-3-oknum-tni-culik-dan-bunuh-imam-masykur</guid><pubDate>Selasa 29 Agustus 2023 12:22 WIB</pubDate><dc:creator>Riana Rizkia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/29/337/2873098/ditangkap-polisi-satu-warga-sipil-ikut-bantu-3-oknum-tni-culik-dan-bunuh-imam-masykur-WI6mlI1S36.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Imam Masykur Tewas di Tangan Oknum Paspampres/Tangkapan layar media sosial</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/29/337/2873098/ditangkap-polisi-satu-warga-sipil-ikut-bantu-3-oknum-tni-culik-dan-bunuh-imam-masykur-WI6mlI1S36.jpg</image><title>Imam Masykur Tewas di Tangan Oknum Paspampres/Tangkapan layar media sosial</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMi8xLzE2OTU1NS81L3g4bmVqNWQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA  - Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Hamim Tohari mengungkapkan, selain tiga oknum TNI, ada satu warga sipil yang menjadi tersangka dalam kasus penculikan dan penganiayaan warga Aceh Imam Masykur hingga tewas.
Diketahui, kasus tersebut melibatkan tiga anggota TNI, yakni Praka Riswandi Manik dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), Praka HS dari kesatuan Direktorat Topografi dan Praka J dari Satuan Kodam Iskandar Muda.

BACA JUGA:
Detik-Detik Oknum Paspampres dan 2 TNI Habisi Nyawa Imam Masykur dan Buang Jasadnya di Waduk Jatiluhur

Saat ini, ketiga ditahan di Pomdam Jaya, sedangkan tersangka sipil diproses dan ditahan di Polda Metro Jaya.
&quot;Selain dari tiga oknum tersebut, ada juga tersangka dari sipil yang sekarang sudah dalam proses ditahan di Polda Metro Jaya,&quot; kata Hamim kepada wartawan, Selasa (29/8/2023).

BACA JUGA:
Sebelum Tewas di Tangan Paspampres, Imam Masykur Pernah Diculik dan Ditebus Keluarga Rp15 Juta

Dia memastikan,  Pomdam Jaya akan terus mengusut kasus tersebut hingga tuntas. Bahkan, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman memerintahkan Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Darat (Puspomad) untuk menurunkan bantuan.
&quot;Hari ini penyidik Pomdam Jaya terus bekerja untuk mengungkap kasus ini secara tuntas, mengumpulkan keterangan para saksi dan mengumpulkan alat bukti, dan karena ini sudah menjadi perhatian masyarakat,&quot; katanya.&quot;Puspomad juga menurunkan tim untuk mensupervisi membantu sekaligus ikut melakukan proses hukum, dan juga dikonsultasikan dengan pejabat dari oditur militer,&quot; sambungnya.

Hamim memastikan bahwa proses hukum yang dilakukan Pomdam Jaya terkait kasus penganiayaan dan penculikan akan dilakukan dengan benar. &amp;ldquo; Serta transparan, dan akan kita sampaikan juga kepada publik,&amp;rdquo; pungkasnya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yMi8xLzE2OTU1NS81L3g4bmVqNWQ=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA  - Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Hamim Tohari mengungkapkan, selain tiga oknum TNI, ada satu warga sipil yang menjadi tersangka dalam kasus penculikan dan penganiayaan warga Aceh Imam Masykur hingga tewas.
Diketahui, kasus tersebut melibatkan tiga anggota TNI, yakni Praka Riswandi Manik dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), Praka HS dari kesatuan Direktorat Topografi dan Praka J dari Satuan Kodam Iskandar Muda.

BACA JUGA:
Detik-Detik Oknum Paspampres dan 2 TNI Habisi Nyawa Imam Masykur dan Buang Jasadnya di Waduk Jatiluhur

Saat ini, ketiga ditahan di Pomdam Jaya, sedangkan tersangka sipil diproses dan ditahan di Polda Metro Jaya.
&quot;Selain dari tiga oknum tersebut, ada juga tersangka dari sipil yang sekarang sudah dalam proses ditahan di Polda Metro Jaya,&quot; kata Hamim kepada wartawan, Selasa (29/8/2023).

BACA JUGA:
Sebelum Tewas di Tangan Paspampres, Imam Masykur Pernah Diculik dan Ditebus Keluarga Rp15 Juta

Dia memastikan,  Pomdam Jaya akan terus mengusut kasus tersebut hingga tuntas. Bahkan, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurachman memerintahkan Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Darat (Puspomad) untuk menurunkan bantuan.
&quot;Hari ini penyidik Pomdam Jaya terus bekerja untuk mengungkap kasus ini secara tuntas, mengumpulkan keterangan para saksi dan mengumpulkan alat bukti, dan karena ini sudah menjadi perhatian masyarakat,&quot; katanya.&quot;Puspomad juga menurunkan tim untuk mensupervisi membantu sekaligus ikut melakukan proses hukum, dan juga dikonsultasikan dengan pejabat dari oditur militer,&quot; sambungnya.

Hamim memastikan bahwa proses hukum yang dilakukan Pomdam Jaya terkait kasus penganiayaan dan penculikan akan dilakukan dengan benar. &amp;ldquo; Serta transparan, dan akan kita sampaikan juga kepada publik,&amp;rdquo; pungkasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
