<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Intoleransi Masih Ditemukan di Indonesia, Jokowi Ajak Masyarakat Jaga Persatuan</title><description>Jokowi meminta masyarakat agar selalu ingat bahwa Indonesia memiliki perbedaan dan keberagaman&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/29/337/2873190/kasus-intoleransi-masih-ditemukan-di-indonesia-jokowi-ajak-masyarakat-jaga-persatuan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/29/337/2873190/kasus-intoleransi-masih-ditemukan-di-indonesia-jokowi-ajak-masyarakat-jaga-persatuan"/><item><title>Kasus Intoleransi Masih Ditemukan di Indonesia, Jokowi Ajak Masyarakat Jaga Persatuan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/29/337/2873190/kasus-intoleransi-masih-ditemukan-di-indonesia-jokowi-ajak-masyarakat-jaga-persatuan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/29/337/2873190/kasus-intoleransi-masih-ditemukan-di-indonesia-jokowi-ajak-masyarakat-jaga-persatuan</guid><pubDate>Selasa 29 Agustus 2023 14:09 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/29/337/2873190/kasus-intoleransi-masih-ditemukan-di-indonesia-jokowi-ajak-masyarakat-jaga-persatuan-ayQlYy4iKF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi ajak masyarakat jaga persatuan/Foto: MPI </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/29/337/2873190/kasus-intoleransi-masih-ditemukan-di-indonesia-jokowi-ajak-masyarakat-jaga-persatuan-ayQlYy4iKF.jpg</image><title>Jokowi ajak masyarakat jaga persatuan/Foto: MPI </title></images><description>
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yOC8xLzE2OTgxNi81L3g4bml3MzU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan masih ditemukannya beberapa kasus intoleransi di Indonesia.  Hal tersebut disampaikan Jokowi saat membuka Muktamar Sufi Internasional 2023 di Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (29/8/2023).

&quot;Memang masih ditemukan hal-hal beberapa kasus intoleransi. Inilah yang harus menjadi perhatian kita bersama agar kita bisa meningkatkan toleransi agar Indonesia dan dunia terjaga perdamaiannya,&quot; kata Jokowi dalam sambutannya.

BACA JUGA:
Jokowi Buka Muktamar Sufi Internasional 2023: Indonesia Makin Dikenal sebagai Islam Moderat

Jokowi meminta masyarakat agar selalu ingat bahwa Indonesia memiliki perbedaan dan keberagaman. Toleransi tersebut digunakan untuk menghadapi perbedaan-perbedaan yang ada.

&quot;Kita harus terus saling mengingatkan tentang adanya perbedaan, tentang adanya keberagaman tapi keberagaman yang harus dilanjutkan dengan toleransi dalam menghadapi perbedaan-perbedaan yang ada. Sikap moderat dan saling berinteraksi akan memungkinkan kita untuk bersatu dalam keberagaman. Unity and diversity,&quot; kata Jokowi.

BACA JUGA:
Pakai Sarung, Ganjar Sambut Kedatangan Jokowi di Acara Muktamar Sufi Internasional

Sebagai negara berpenduduk majemuk, kata Jokowi, Unity and diversity adalah semangat bangsa Indonesia dengan 270 juta penduduk yang beragam. Baik dari beragam etnis dan beragam agama.


&quot;Alhamdulillah kita terus kokoh bersatu Alhamdulillah kita bisa menjaga stabilitas politik kita semua ini berkat karakter moderat Bangsa Indonesia yang menjaga toleransi dan persatuan. Saya percaya amalan tasawuf punya peran penting yang selalu hadir dengan nilai-nilai humanisme yang universal dengan prinsip Islam wasatiyah Islam yang moderat yang akan semakin memperkokoh toleransi persatuan dan kesatuan,&quot; ungkapnya.



</description><content:encoded>
&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yOC8xLzE2OTgxNi81L3g4bml3MzU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan masih ditemukannya beberapa kasus intoleransi di Indonesia.  Hal tersebut disampaikan Jokowi saat membuka Muktamar Sufi Internasional 2023 di Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (29/8/2023).

&quot;Memang masih ditemukan hal-hal beberapa kasus intoleransi. Inilah yang harus menjadi perhatian kita bersama agar kita bisa meningkatkan toleransi agar Indonesia dan dunia terjaga perdamaiannya,&quot; kata Jokowi dalam sambutannya.

BACA JUGA:
Jokowi Buka Muktamar Sufi Internasional 2023: Indonesia Makin Dikenal sebagai Islam Moderat

Jokowi meminta masyarakat agar selalu ingat bahwa Indonesia memiliki perbedaan dan keberagaman. Toleransi tersebut digunakan untuk menghadapi perbedaan-perbedaan yang ada.

&quot;Kita harus terus saling mengingatkan tentang adanya perbedaan, tentang adanya keberagaman tapi keberagaman yang harus dilanjutkan dengan toleransi dalam menghadapi perbedaan-perbedaan yang ada. Sikap moderat dan saling berinteraksi akan memungkinkan kita untuk bersatu dalam keberagaman. Unity and diversity,&quot; kata Jokowi.

BACA JUGA:
Pakai Sarung, Ganjar Sambut Kedatangan Jokowi di Acara Muktamar Sufi Internasional

Sebagai negara berpenduduk majemuk, kata Jokowi, Unity and diversity adalah semangat bangsa Indonesia dengan 270 juta penduduk yang beragam. Baik dari beragam etnis dan beragam agama.


&quot;Alhamdulillah kita terus kokoh bersatu Alhamdulillah kita bisa menjaga stabilitas politik kita semua ini berkat karakter moderat Bangsa Indonesia yang menjaga toleransi dan persatuan. Saya percaya amalan tasawuf punya peran penting yang selalu hadir dengan nilai-nilai humanisme yang universal dengan prinsip Islam wasatiyah Islam yang moderat yang akan semakin memperkokoh toleransi persatuan dan kesatuan,&quot; ungkapnya.



</content:encoded></item></channel></rss>
