<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Beri Luhut Jabatan Baru, Pimpin Penanganan Polusi di Jakarta</title><description>Presiden Jokowi juga menginstruksikan untuk melakukan penanaman pohon besar oleh pemerintah, pihak swasta dan masyarakat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/29/337/2873380/jokowi-beri-luhut-jabatan-baru-pimpin-penanganan-polusi-di-jakarta</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/29/337/2873380/jokowi-beri-luhut-jabatan-baru-pimpin-penanganan-polusi-di-jakarta"/><item><title>Jokowi Beri Luhut Jabatan Baru, Pimpin Penanganan Polusi di Jakarta</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/29/337/2873380/jokowi-beri-luhut-jabatan-baru-pimpin-penanganan-polusi-di-jakarta</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/29/337/2873380/jokowi-beri-luhut-jabatan-baru-pimpin-penanganan-polusi-di-jakarta</guid><pubDate>Selasa 29 Agustus 2023 17:37 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/29/337/2873380/jokowi-beri-luhut-jabatan-baru-pimpin-penanganan-polusi-di-jakarta-5YMR6V5Kbc.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi dan Menko Luhut/ Biro Pers Setpres</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/29/337/2873380/jokowi-beri-luhut-jabatan-baru-pimpin-penanganan-polusi-di-jakarta-5YMR6V5Kbc.jpg</image><title>Presiden Jokowi dan Menko Luhut/ Biro Pers Setpres</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yOS8xLzE2OTg2MC81L3g4bmp1OGM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memimpin penanganan polusi udara di Jakarta dan sekitarnya.
Demikian diutarakan Menteri LHK Siti Nurbaya usai rapat terbatas dengan Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan.

BACA JUGA:
Temani Jokowi Blusukan ke Pasar Grogolan Pekalongan, Pedagang Doakan Ganjar Jadi Presiden

&quot;Secara keseluruhan, koordinasi operasional ini dipimpin oleh Menko Marinves,&quot; kata Siti di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta.
Presiden Jokowi, kata Siti, juga menginstruksikan untuk melakukan penanaman pohon besar oleh pemerintah, pihak swasta dan masyarakat.

BACA JUGA:
Jokowi Minta Penanganan Polusi Udara di Jabodetabek Berbasis Kesehatan Masyarakat

&quot;Presiden juga menegaskan untuk bisa mulai dilakukan penanaman pohon-pohon yang besar oleh semua stakeholders termasuk kantor pemerintah kemudian masyarakat dan dunia usaha juga di gedung-gedung atau di teras-teras gedung-gedung yang besar,&quot;ungkapnya.
&quot;Jadi kita perlu tanam sebanyak-banyaknya tadi saya juga diarahkan kalau perlu jarak tanamnya diatur jangan seperti biasa 3x1 misal tapi cukup 1x1 dan lain-lain,&quot;lanjut Siti.
Dalam kesempatan itu, Siti juga melaporkan kepada Presiden Jokowi saat ini sudah ada 100 anggota tim untuk penegakan hukum polusi udara.&amp;ldquo;Dari sisi KLHK, saya tadi laporkan (kepada Presiden Jokowi) sudah dilaporkan langkah-langkah penegakan hukum. Tim KLHK sudah operasi di lapangan dengan 100 anggota tim,&amp;rdquo; ungkapnya.

&amp;ldquo;Dari 351 industri, termasuk PLTU dan PLTD sebagai sumber pencemaran, kami melakukan identifikasi 161 yang akan kita periksa di 6 titik lokasi yang dekat dengan pengamatan oleh pengamatan peralatan yang ada di kementerian,&amp;rdquo; ungkap Siti.

Pada kesempatan itu, Siti mengatakan dari 161 yang akan diperiksa paling banyak berada di 120 unit usaha di Sumur Batu dan Bantargebang.

&amp;ldquo;Jadi misalnya, yang selalu konsisten tidak sehat di Sumur Batu dan Bantar Gebang kira-kira ada 120 unit usaha, kemudian di sekitar lubang buaya ada 10, di Tangerang ada 7, di Tangerang Selatan ada 15 entitas, di Bogor ada 10,&amp;rdquo; kata Siti.




Sementara itu, kata Siti, hingga tanggal 24 Agustus 2023, sudah ada 11 entitas yang telah dikenakan sanksi administrasi.



&amp;ldquo;Yang sudah dilakukan sampe tanggal 24 dan sudah dikenakan sanksi administrasi yaitu 11 entitas. Kami akan lanjutkan langkah-langkah ini 4 sampai 5 minggu lagi ke depan,&amp;rdquo; tutup Siti.

</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yOS8xLzE2OTg2MC81L3g4bmp1OGM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memimpin penanganan polusi udara di Jakarta dan sekitarnya.
Demikian diutarakan Menteri LHK Siti Nurbaya usai rapat terbatas dengan Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan.

BACA JUGA:
Temani Jokowi Blusukan ke Pasar Grogolan Pekalongan, Pedagang Doakan Ganjar Jadi Presiden

&quot;Secara keseluruhan, koordinasi operasional ini dipimpin oleh Menko Marinves,&quot; kata Siti di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta.
Presiden Jokowi, kata Siti, juga menginstruksikan untuk melakukan penanaman pohon besar oleh pemerintah, pihak swasta dan masyarakat.

BACA JUGA:
Jokowi Minta Penanganan Polusi Udara di Jabodetabek Berbasis Kesehatan Masyarakat

&quot;Presiden juga menegaskan untuk bisa mulai dilakukan penanaman pohon-pohon yang besar oleh semua stakeholders termasuk kantor pemerintah kemudian masyarakat dan dunia usaha juga di gedung-gedung atau di teras-teras gedung-gedung yang besar,&quot;ungkapnya.
&quot;Jadi kita perlu tanam sebanyak-banyaknya tadi saya juga diarahkan kalau perlu jarak tanamnya diatur jangan seperti biasa 3x1 misal tapi cukup 1x1 dan lain-lain,&quot;lanjut Siti.
Dalam kesempatan itu, Siti juga melaporkan kepada Presiden Jokowi saat ini sudah ada 100 anggota tim untuk penegakan hukum polusi udara.&amp;ldquo;Dari sisi KLHK, saya tadi laporkan (kepada Presiden Jokowi) sudah dilaporkan langkah-langkah penegakan hukum. Tim KLHK sudah operasi di lapangan dengan 100 anggota tim,&amp;rdquo; ungkapnya.

&amp;ldquo;Dari 351 industri, termasuk PLTU dan PLTD sebagai sumber pencemaran, kami melakukan identifikasi 161 yang akan kita periksa di 6 titik lokasi yang dekat dengan pengamatan oleh pengamatan peralatan yang ada di kementerian,&amp;rdquo; ungkap Siti.

Pada kesempatan itu, Siti mengatakan dari 161 yang akan diperiksa paling banyak berada di 120 unit usaha di Sumur Batu dan Bantargebang.

&amp;ldquo;Jadi misalnya, yang selalu konsisten tidak sehat di Sumur Batu dan Bantar Gebang kira-kira ada 120 unit usaha, kemudian di sekitar lubang buaya ada 10, di Tangerang ada 7, di Tangerang Selatan ada 15 entitas, di Bogor ada 10,&amp;rdquo; kata Siti.




Sementara itu, kata Siti, hingga tanggal 24 Agustus 2023, sudah ada 11 entitas yang telah dikenakan sanksi administrasi.



&amp;ldquo;Yang sudah dilakukan sampe tanggal 24 dan sudah dikenakan sanksi administrasi yaitu 11 entitas. Kami akan lanjutkan langkah-langkah ini 4 sampai 5 minggu lagi ke depan,&amp;rdquo; tutup Siti.

</content:encoded></item></channel></rss>
