<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pengendara Emosi, Proyek Saluran Air di Pondok Pinang Jaksel Bikin Macet Parah</title><description>Kemacetan mengular panjang hingga sekitar 3,4 KM terjadi dari Jalan Pondok Pinang, Jakarta Selatan hingga Ciputat, Tangerang Selatan.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/29/338/2873009/pengendara-emosi-proyek-saluran-air-di-pondok-pinang-jaksel-bikin-macet-parah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/29/338/2873009/pengendara-emosi-proyek-saluran-air-di-pondok-pinang-jaksel-bikin-macet-parah"/><item><title>Pengendara Emosi, Proyek Saluran Air di Pondok Pinang Jaksel Bikin Macet Parah</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/29/338/2873009/pengendara-emosi-proyek-saluran-air-di-pondok-pinang-jaksel-bikin-macet-parah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/29/338/2873009/pengendara-emosi-proyek-saluran-air-di-pondok-pinang-jaksel-bikin-macet-parah</guid><pubDate>Selasa 29 Agustus 2023 10:39 WIB</pubDate><dc:creator>Irfan Maulana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/29/338/2873009/pengendara-emosi-proyek-saluran-air-di-pondok-pinang-jaksel-bikin-macet-parah-92OgQsCCLH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Macet di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan (Foto: Irfan Maulana)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/29/338/2873009/pengendara-emosi-proyek-saluran-air-di-pondok-pinang-jaksel-bikin-macet-parah-92OgQsCCLH.jpg</image><title>Macet di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan (Foto: Irfan Maulana)</title></images><description>JAKARTA - Kemacetan mengular panjang hingga sekitar 3,4 KM terjadi dari Jalan Pondok Pinang, Jakarta Selatan hingga Ciputat, Tangerang Selatan. Kemacetan parah yang diakibatkan proyek galian membuat geram masyarakat yang melintas.
Pantauan MNC Portal, biang kerok kemacetan yang membuat masyarakat pengguna jalan marah tersebut diakibatkan oleh proyek galian saluran di dekat halte bus TransJakarta Pondok Pinang di Jalan Ciputat Raya arah Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Proyek tersebut memakan setengah badan jalan dan ditutup menggunakan seng.

BACA JUGA:
Jakarta Jadi 10 Kota Termacet di Dunia, Jokowi : 996 Ribu Kendaraan Masuk Setiap Hari

Sejumlah pekerja terlihat masih melakukan pengerjaan proyek yang tertulis imbauan bahwa ada proyek galian. 'Mohon maaf dan berhati-hati perjalanan anda terganggu ada pengerjaan galian untuk saluran'.
Karena jalan yang dimakan proyek setengah dari luas jalan membuat jalan kemacetan panjang. Para pengendara yang terjebak macet sejak di Ciputat meluapkan emosi dengan saling klakson.

BACA JUGA:
Jelang Pembukaan Piala Dunia FIBA 2023, Lalu Lintas di Kawasan Senayan Macet

Akbar, salah satu pengendara yang melintas mengaku sangat kesal dengan kemacetan panjang yang terjadi akibat proyek tersebut. Jalan yang setiap hari dilintasi untuk berangkat kerja tersebut selalu macet tanpa adanya proyek, kini dengan adanya proyek semakin macet.
&quot;Semenjak adanya proyek waktu tempuh bisa nambah dua kali lipat gara-gara macetnya. Jalur ini, gak ada proyek aja udah macet, gimana ada proyek kan,&quot; katanya.Dia menilai buruknya pengerjaan proyek selain menyita waktu dan tenaga juga menguras emosi. Baginya kerja pagi yang seharusnya diawali dengan semangat dan senyum mencari rizki harus dirusak karena jalanan macet.
&quot;Pusing banget kalau berangkat kerja harus kena macet gini. Emosi berangkat kerja dijalan kan mempengaruhi kinerja juga,&quot; katanya.
Akbar berharap proyek pembangunan diselesaikan lebih cepat dan menjadi atensi. Dia memastikan harapan yang sama juga diinginkan ribuan masyarakat yang melintas kawasan tersebut.</description><content:encoded>JAKARTA - Kemacetan mengular panjang hingga sekitar 3,4 KM terjadi dari Jalan Pondok Pinang, Jakarta Selatan hingga Ciputat, Tangerang Selatan. Kemacetan parah yang diakibatkan proyek galian membuat geram masyarakat yang melintas.
Pantauan MNC Portal, biang kerok kemacetan yang membuat masyarakat pengguna jalan marah tersebut diakibatkan oleh proyek galian saluran di dekat halte bus TransJakarta Pondok Pinang di Jalan Ciputat Raya arah Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Proyek tersebut memakan setengah badan jalan dan ditutup menggunakan seng.

BACA JUGA:
Jakarta Jadi 10 Kota Termacet di Dunia, Jokowi : 996 Ribu Kendaraan Masuk Setiap Hari

Sejumlah pekerja terlihat masih melakukan pengerjaan proyek yang tertulis imbauan bahwa ada proyek galian. 'Mohon maaf dan berhati-hati perjalanan anda terganggu ada pengerjaan galian untuk saluran'.
Karena jalan yang dimakan proyek setengah dari luas jalan membuat jalan kemacetan panjang. Para pengendara yang terjebak macet sejak di Ciputat meluapkan emosi dengan saling klakson.

BACA JUGA:
Jelang Pembukaan Piala Dunia FIBA 2023, Lalu Lintas di Kawasan Senayan Macet

Akbar, salah satu pengendara yang melintas mengaku sangat kesal dengan kemacetan panjang yang terjadi akibat proyek tersebut. Jalan yang setiap hari dilintasi untuk berangkat kerja tersebut selalu macet tanpa adanya proyek, kini dengan adanya proyek semakin macet.
&quot;Semenjak adanya proyek waktu tempuh bisa nambah dua kali lipat gara-gara macetnya. Jalur ini, gak ada proyek aja udah macet, gimana ada proyek kan,&quot; katanya.Dia menilai buruknya pengerjaan proyek selain menyita waktu dan tenaga juga menguras emosi. Baginya kerja pagi yang seharusnya diawali dengan semangat dan senyum mencari rizki harus dirusak karena jalanan macet.
&quot;Pusing banget kalau berangkat kerja harus kena macet gini. Emosi berangkat kerja dijalan kan mempengaruhi kinerja juga,&quot; katanya.
Akbar berharap proyek pembangunan diselesaikan lebih cepat dan menjadi atensi. Dia memastikan harapan yang sama juga diinginkan ribuan masyarakat yang melintas kawasan tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
