<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dukun Bunuh Selingkuhan Lalu Pura-pura Kesurupan Tahu Keberadaan Mayat Korban   </title><description>Peristiwa pembunuhan berawal pada 1 Agustus sekitar pukul 16.00 WIB.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/29/610/2873167/dukun-bunuh-selingkuhan-lalu-pura-pura-kesurupan-tahu-keberadaan-mayat-korban</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/29/610/2873167/dukun-bunuh-selingkuhan-lalu-pura-pura-kesurupan-tahu-keberadaan-mayat-korban"/><item><title>Dukun Bunuh Selingkuhan Lalu Pura-pura Kesurupan Tahu Keberadaan Mayat Korban   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/29/610/2873167/dukun-bunuh-selingkuhan-lalu-pura-pura-kesurupan-tahu-keberadaan-mayat-korban</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/29/610/2873167/dukun-bunuh-selingkuhan-lalu-pura-pura-kesurupan-tahu-keberadaan-mayat-korban</guid><pubDate>Selasa 29 Agustus 2023 13:44 WIB</pubDate><dc:creator>Amri Wijaya</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/29/610/2873167/dukun-bunuh-selingkuhan-lalu-pura-pura-kesurupan-tahu-keberadaan-mayat-korban-9iPefD0YAh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mayat korban pembunuhan oleh seorang dukun di Empat Lawang. (Foto: Amri Wijaya)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/29/610/2873167/dukun-bunuh-selingkuhan-lalu-pura-pura-kesurupan-tahu-keberadaan-mayat-korban-9iPefD0YAh.jpg</image><title>Mayat korban pembunuhan oleh seorang dukun di Empat Lawang. (Foto: Amri Wijaya)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yNS8xLzE2OTY4Ny81L3g4bmd6ejA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
EMPAT LAWANG - Yuli Marlina (35) janda 4 anak, warga Desa Tanjung Ning Lama, Kecamatan Saling, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan yang dilaporkan hilang sejak 1 Agustus 2023 lalu ditemukan tewas di semak-semak dengan kondisi mengenaskan tanpa busana.

Polisi mendapati informasi bahwa jenazah korban berhasil ditemukan berkat bantuan seorang pria yang dikenal di desa mereka sebagai dukun. Polisi yang curiga dengan informasi warga kemudian melakukan introgasi terhadap pelaku, hingga akhirnya Eko Sugianto (30) alias Jaka mengaku bahwa dirinyalah yang membunuh korban.

Kanit Reskrim Polsek Tebing Tinggi, Ipda Adin Riyanto mengatakan, pria beristri dan mempunyai 2 orang anak ini mengaku awal berkenalan dengan korban melalui Facebook hingga menjalin hubungan asmara dengan korban yang masih tetangganya sejak 1 bulan terakhir.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sempat Kabur, Kakak Ipar Praka Riswandi Manik Jadi Tersangka Pembunuhan Imam Masykur

Peristiwa pembunuhan berawal pada 1 Agustus sekitar pukul 16.00 WIB. Pelaku bertemu korban di areal perkebunan yang hanya berjarak 500 meter dari rumah korban. Saat itu korban meminta uang sebesar Rp2 juta rupiah kepada pelaku dan jika permintaannya tidak dipenuhi korban mengancam akan menyebarkan foto mesra ke medsos.

&amp;ldquo;Pelaku kemudian merayu korban untuk berhubungan intim dan akan memberikan uang. Selesai melakukan hubungan intim korban kemudian menagih uang yang dijanjikan pelaku. Merasa dibohongi korban kemudian marah hingga terjadi cekcok mulut di antara keduanya,&amp;rdquo; kata Ipda Adin, Selasa (29/8/2023).

Ipda Adin melanjutkan, pelaku yang kesal mencekik leher korban selama 30 menit hingga tewas. Kemudian mayat korban diseret pelaku ke dalam semak belukar. Sebelum meninggalkan lokasi tersangka membuang pakaian korban ke sungai dan mengambil ponsel milik korban untuk menghilangkan jejak.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

4 Fakta Kasus Pembunuhan Oknum Paspampres, Culik dan Minta Tebusan Rp50 Juta

&amp;ldquo;Satu hari sebelum jenazah korban diketemukan, pelaku mengajak keluarga korban melakukan ritual untuk mengetahui keberadaan korban. Pelaku yang berpura-pura kesurupan kemudian menggambar peta lokasi keberadaan korban,&amp;rdquo; ucapnya.

Kata Ipda Adin, terungkapnya kasus pembunuhan berawal dari kecurigaan polisi terhadap pelaku yang mengetahui persis lokasi keberadaan korban. Kemudian dilakukan introgasi dan memeriksa ponsel milik pelaku.&amp;ldquo;Dari ponsel pelaku polisi akhirnya mendapatkan petunjuk berupa percakapan SMS tersangka dengan seseorang yang dalam SMS tersebut tersangka berniat kabur,&amp;rdquo; ujarnya.

Saat ditemui dikediamannya, Sohar orang tua korban menuturkan pada hari Selasa 1 Agustus sekitar pukul 11 siang korban Yuli Marlina keluar rumah dan berpamitan dengan anaknya hendak pergi ke kebun.

Namun hingga menjelang malam korban tak kunjung pulang, keluarga kemudian melapor ke Polsek Tebing Tinggi hingga pada 16 Agustus korban ditemukan sudah tak bernyawa dengan kondisi mengenaskan tanpa busana di semak-semak yang hanya berjarak 500 meter  dari rumah korban.

Dari informasi orang tua korban diketahui bahwa istri tersangka merupakan keponakan korban. Korban merupakan bibi dari istri tersangka Dukun Jaka.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yNS8xLzE2OTY4Ny81L3g4bmd6ejA=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
EMPAT LAWANG - Yuli Marlina (35) janda 4 anak, warga Desa Tanjung Ning Lama, Kecamatan Saling, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan yang dilaporkan hilang sejak 1 Agustus 2023 lalu ditemukan tewas di semak-semak dengan kondisi mengenaskan tanpa busana.

Polisi mendapati informasi bahwa jenazah korban berhasil ditemukan berkat bantuan seorang pria yang dikenal di desa mereka sebagai dukun. Polisi yang curiga dengan informasi warga kemudian melakukan introgasi terhadap pelaku, hingga akhirnya Eko Sugianto (30) alias Jaka mengaku bahwa dirinyalah yang membunuh korban.

Kanit Reskrim Polsek Tebing Tinggi, Ipda Adin Riyanto mengatakan, pria beristri dan mempunyai 2 orang anak ini mengaku awal berkenalan dengan korban melalui Facebook hingga menjalin hubungan asmara dengan korban yang masih tetangganya sejak 1 bulan terakhir.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Sempat Kabur, Kakak Ipar Praka Riswandi Manik Jadi Tersangka Pembunuhan Imam Masykur

Peristiwa pembunuhan berawal pada 1 Agustus sekitar pukul 16.00 WIB. Pelaku bertemu korban di areal perkebunan yang hanya berjarak 500 meter dari rumah korban. Saat itu korban meminta uang sebesar Rp2 juta rupiah kepada pelaku dan jika permintaannya tidak dipenuhi korban mengancam akan menyebarkan foto mesra ke medsos.

&amp;ldquo;Pelaku kemudian merayu korban untuk berhubungan intim dan akan memberikan uang. Selesai melakukan hubungan intim korban kemudian menagih uang yang dijanjikan pelaku. Merasa dibohongi korban kemudian marah hingga terjadi cekcok mulut di antara keduanya,&amp;rdquo; kata Ipda Adin, Selasa (29/8/2023).

Ipda Adin melanjutkan, pelaku yang kesal mencekik leher korban selama 30 menit hingga tewas. Kemudian mayat korban diseret pelaku ke dalam semak belukar. Sebelum meninggalkan lokasi tersangka membuang pakaian korban ke sungai dan mengambil ponsel milik korban untuk menghilangkan jejak.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

4 Fakta Kasus Pembunuhan Oknum Paspampres, Culik dan Minta Tebusan Rp50 Juta

&amp;ldquo;Satu hari sebelum jenazah korban diketemukan, pelaku mengajak keluarga korban melakukan ritual untuk mengetahui keberadaan korban. Pelaku yang berpura-pura kesurupan kemudian menggambar peta lokasi keberadaan korban,&amp;rdquo; ucapnya.

Kata Ipda Adin, terungkapnya kasus pembunuhan berawal dari kecurigaan polisi terhadap pelaku yang mengetahui persis lokasi keberadaan korban. Kemudian dilakukan introgasi dan memeriksa ponsel milik pelaku.&amp;ldquo;Dari ponsel pelaku polisi akhirnya mendapatkan petunjuk berupa percakapan SMS tersangka dengan seseorang yang dalam SMS tersebut tersangka berniat kabur,&amp;rdquo; ujarnya.

Saat ditemui dikediamannya, Sohar orang tua korban menuturkan pada hari Selasa 1 Agustus sekitar pukul 11 siang korban Yuli Marlina keluar rumah dan berpamitan dengan anaknya hendak pergi ke kebun.

Namun hingga menjelang malam korban tak kunjung pulang, keluarga kemudian melapor ke Polsek Tebing Tinggi hingga pada 16 Agustus korban ditemukan sudah tak bernyawa dengan kondisi mengenaskan tanpa busana di semak-semak yang hanya berjarak 500 meter  dari rumah korban.

Dari informasi orang tua korban diketahui bahwa istri tersangka merupakan keponakan korban. Korban merupakan bibi dari istri tersangka Dukun Jaka.

</content:encoded></item></channel></rss>
