<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Miliki Bentang Hutan yang Luas, Mirisnya Kerusakan Hutan Indonesia Juga Parah</title><description>Mirisnya, hal ini justru berbanding terbalik dengan kondisi hutan kita</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/30/337/2874193/miliki-bentang-hutan-yang-luas-mirisnya-kerusakan-hutan-indonesia-juga-parah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/30/337/2874193/miliki-bentang-hutan-yang-luas-mirisnya-kerusakan-hutan-indonesia-juga-parah"/><item><title>Miliki Bentang Hutan yang Luas, Mirisnya Kerusakan Hutan Indonesia Juga Parah</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/30/337/2874193/miliki-bentang-hutan-yang-luas-mirisnya-kerusakan-hutan-indonesia-juga-parah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/30/337/2874193/miliki-bentang-hutan-yang-luas-mirisnya-kerusakan-hutan-indonesia-juga-parah</guid><pubDate>Rabu 30 Agustus 2023 19:56 WIB</pubDate><dc:creator>Wiwie Heriyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/30/337/2874193/miliki-bentang-hutan-yang-luas-mirisnya-kerusakan-hutan-indonesia-juga-parah-uIHiRPO1qQ.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Hutan Indonesia rusak parah/Foto: Podcast Aksi Nyata </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/30/337/2874193/miliki-bentang-hutan-yang-luas-mirisnya-kerusakan-hutan-indonesia-juga-parah-uIHiRPO1qQ.jpeg</image><title>Hutan Indonesia rusak parah/Foto: Podcast Aksi Nyata </title></images><description>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yOC8xLzE2OTgzMS81L3g4bmozNTY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Indonesia merupakan salah satu negara dengan area hutan terluas di dunia. Bahkan, negara kita menempati urutan ketiga sebagai pemilik hutan terbesar di belakang setelah Brazil dan Kongo.&amp;nbsp;



Mirisnya, hal ini justru berbanding terbalik dengan kondisi hutan kita. Pasalnya, Indonesia menjadi negara dengan kerusakan hutan yang terparah di dunia.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

BNPB: Karhutla Seluas 40 Hektar di Flores Timur Akibat Praktik Pembukaan Lahan


Hal inilah yang baru-baru ini diungkap oleh Bacaleg DPR RI Dapil Jateng 3 Partai Perindo, DR. IR. Transtoto Handadhari dalam Poscast Aksi Nyata Partai Perindo.



Besar dan tumbuh di lingkungan yang dipenuhi hutan sejak kecil, membuat Transtoto paham betul bagaimana kondisi hutan Indonesia dari masa ke masa. Ia menilai, setiap tahun kondisi hutan di Tanah Air kian memprihatinkan.


BACA JUGA:
Update BNPB: Lereng Gunung Arjuno Terbakar, Karhutla di TN Gunung Ciremai Makin Meluas

&amp;ldquo;Hutan kita sekarang kondisinya tidak bagus. Indonesia menjadi negara nomor 3 sebagai paru-paru dunia, tetapi kerusakannya nomor satu dunia. Jadi sempat 2 juta koma sekian (kerusakan) per tahun,&amp;rdquo; ujar Transtoto, dalam Podcast Aksi Nyata, di akun YouTube Partai Perindo, Rabu, (30/8/2023).



Transtoto lantas menyebut salah satu faktor utama mengapa kondisi hutan di Indonesia kian memprihatinkan dari tahun ke tahun. Salah satunya yakni karena ulah masyarakat setempat sendiri hingga keserakahan para pengusaha.



&amp;ldquo;Jadi faktor kenapa hutan kita rusak, karena memang Pemerintah bukannya tidak bekerja keras, saya pemerhati juga, tetapi rakyat itu sendiri susah diajak ngomong karena tuntutan perut,&amp;rdquo; ungkapnya.



&amp;ldquo;Kebakaran di luar Jawa itu ulah rakyat balik lagi karena urusan perut, mereka harus menyiapkan lahan untuk makan dan pohon-pohon itu ditebangi dibakar ke mana-mana. Tetapi bukan berarti mereka saja, pengusaha juga turut andil mencuri (hutan) juga,&amp;rdquo; lanjutnya.


Padahal, lanjut Transtoto, hutan merupakan paru-paru kehidupan. Manusia dan juga makhluk hidup lainnya tidak bisa hidup tanpa hutan. Sehingga pelestariannya perlu dilakukan secara masif.







&amp;ldquo;Hutan itu saya sebut sebagai inti lingkungan hidup, orang tidak akan bisa hidup tanpa hutan. Memang hutan itu orang bilang hanya kayu. Tapi tidak sebenarnya. Hutan dengan lingkungan itu menyatu,&amp;rdquo; tuturnya.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Direktorat Siber Segera Dibentuk di 9 Polda, Cegah Ujaran Kebencian saat Pemilu 2024






&amp;ldquo;Bahwa di mana ada siklus hidrologi, ada perputaran air dan dipanasi dengan matahari, disediakan oleh lautan, itu berpadu dengan hutan dan orang tidak bisa hidup tanpa hutan,&amp;rdquo; tegasnya lagi.



</description><content:encoded>
&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yOC8xLzE2OTgzMS81L3g4bmozNTY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Indonesia merupakan salah satu negara dengan area hutan terluas di dunia. Bahkan, negara kita menempati urutan ketiga sebagai pemilik hutan terbesar di belakang setelah Brazil dan Kongo.&amp;nbsp;



Mirisnya, hal ini justru berbanding terbalik dengan kondisi hutan kita. Pasalnya, Indonesia menjadi negara dengan kerusakan hutan yang terparah di dunia.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

BNPB: Karhutla Seluas 40 Hektar di Flores Timur Akibat Praktik Pembukaan Lahan


Hal inilah yang baru-baru ini diungkap oleh Bacaleg DPR RI Dapil Jateng 3 Partai Perindo, DR. IR. Transtoto Handadhari dalam Poscast Aksi Nyata Partai Perindo.



Besar dan tumbuh di lingkungan yang dipenuhi hutan sejak kecil, membuat Transtoto paham betul bagaimana kondisi hutan Indonesia dari masa ke masa. Ia menilai, setiap tahun kondisi hutan di Tanah Air kian memprihatinkan.


BACA JUGA:
Update BNPB: Lereng Gunung Arjuno Terbakar, Karhutla di TN Gunung Ciremai Makin Meluas

&amp;ldquo;Hutan kita sekarang kondisinya tidak bagus. Indonesia menjadi negara nomor 3 sebagai paru-paru dunia, tetapi kerusakannya nomor satu dunia. Jadi sempat 2 juta koma sekian (kerusakan) per tahun,&amp;rdquo; ujar Transtoto, dalam Podcast Aksi Nyata, di akun YouTube Partai Perindo, Rabu, (30/8/2023).



Transtoto lantas menyebut salah satu faktor utama mengapa kondisi hutan di Indonesia kian memprihatinkan dari tahun ke tahun. Salah satunya yakni karena ulah masyarakat setempat sendiri hingga keserakahan para pengusaha.



&amp;ldquo;Jadi faktor kenapa hutan kita rusak, karena memang Pemerintah bukannya tidak bekerja keras, saya pemerhati juga, tetapi rakyat itu sendiri susah diajak ngomong karena tuntutan perut,&amp;rdquo; ungkapnya.



&amp;ldquo;Kebakaran di luar Jawa itu ulah rakyat balik lagi karena urusan perut, mereka harus menyiapkan lahan untuk makan dan pohon-pohon itu ditebangi dibakar ke mana-mana. Tetapi bukan berarti mereka saja, pengusaha juga turut andil mencuri (hutan) juga,&amp;rdquo; lanjutnya.


Padahal, lanjut Transtoto, hutan merupakan paru-paru kehidupan. Manusia dan juga makhluk hidup lainnya tidak bisa hidup tanpa hutan. Sehingga pelestariannya perlu dilakukan secara masif.







&amp;ldquo;Hutan itu saya sebut sebagai inti lingkungan hidup, orang tidak akan bisa hidup tanpa hutan. Memang hutan itu orang bilang hanya kayu. Tapi tidak sebenarnya. Hutan dengan lingkungan itu menyatu,&amp;rdquo; tuturnya.

&amp;nbsp;BACA JUGA:

Direktorat Siber Segera Dibentuk di 9 Polda, Cegah Ujaran Kebencian saat Pemilu 2024






&amp;ldquo;Bahwa di mana ada siklus hidrologi, ada perputaran air dan dipanasi dengan matahari, disediakan oleh lautan, itu berpadu dengan hutan dan orang tidak bisa hidup tanpa hutan,&amp;rdquo; tegasnya lagi.



</content:encoded></item></channel></rss>
