<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ucapan Ini yang Bikin Pelaku Tega Tusuk Pasutri di Tebet</title><description>Pelaku sakit hati lantaran ditagih utang di depan umum dengan bahasa yang kasar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/30/338/2873981/ucapan-ini-yang-bikin-pelaku-tega-tusuk-pasutri-di-tebet</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/30/338/2873981/ucapan-ini-yang-bikin-pelaku-tega-tusuk-pasutri-di-tebet"/><item><title>Ucapan Ini yang Bikin Pelaku Tega Tusuk Pasutri di Tebet</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/30/338/2873981/ucapan-ini-yang-bikin-pelaku-tega-tusuk-pasutri-di-tebet</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/30/338/2873981/ucapan-ini-yang-bikin-pelaku-tega-tusuk-pasutri-di-tebet</guid><pubDate>Rabu 30 Agustus 2023 15:21 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/30/338/2873981/ucapan-ini-yang-bikin-pelaku-tega-tusuk-pasutri-di-tebet-TJbLpIUvmh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pelaku menusuk Pasutri di Tebet usai ditagih utang di depan umum (Foto Ilustrasi: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/30/338/2873981/ucapan-ini-yang-bikin-pelaku-tega-tusuk-pasutri-di-tebet-TJbLpIUvmh.jpg</image><title>Pelaku menusuk Pasutri di Tebet usai ditagih utang di depan umum (Foto Ilustrasi: Freepik)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yOS8xLzE2OTg1Mi81L3g4bmpydzY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

JAKARTA - Pria berinisial ER (40) tega menusuk pasangan suami berinisial MY (61) dan istri H (43) di Tebet, Jakarta Selatan yang berujung tewasnya sang suami, lantaran pelaku berinisial ER mengaku sakit hati atas ucapan H saat menagih utang di depan umum.

&amp;ldquo;Jadi bahasanya itu yang menyatakan bahwa yang bersangkutan itu punya uang dan tidak bisa membayar, jadi &quot;kamu tuh punya uang punya utang tapi enggak bisa membayar, pinjem terus ya&quot; seperti itu, di depan umum,&amp;rdquo; kata Kapolsek Tebet Kompol J Nababan kepada wartawan, Rabu (30/8/2023).


BACA JUGA:
Tuntut Bripda HS Pidana Seumur Hidup, JPU: Polisi Aktif dan Tusuk Sopir Taksi Online 18 Kali hingga Tewas


Nababan mengatakan, merasa sakit hati atas ucapan korban, pelaku ER kemudian mendatangi korban di rumahnya, lalu melakukan penusukan dengan pisau yang dibawanya.

&amp;ldquo;Karena memang sudah sakit hati, dikata-katain oleh pihak korban, sehingga pelaku dengan emosi datang dengan membawa sajam ini langsung melakukan penganiayaan kepada korban,&amp;rdquo; ujarnya.

Sebelumnya, suami berinisial MY (61) tewas dibunuh dan sang istri H (43) ditikam di rumahnya kawasan Tebet , Jakarta Selatan, Sabtu (26/8/2023) malam. Ternyata korban dan pelaku saling mengenal.


BACA JUGA:
Motif Pelaku Tega Aniaya Pasutri di Tebet, Kesal Ditagih Utang


Kapolsek Tebet Kompol Jamalinus Nababan menceritakan kronologi kasus pembunuhan. Berawal dari warga setempat yang mendengar suara tangisan perempuan dari sebuah rumah.

&quot;Warga menuju sumber suara dan melihat seseorang keluar dari rumah korban dengan memegang pisau,&quot; katanya, Minggu 27 Agustus 2023.Dari dalam rumah itu, warga menemukan pasangan suami istri (pasutri) yang sudah bersimbah darah. Posisi MY dalam keadaan telungkup, sedangkan sang istri H menderita luka parah.

&quot;Sang istri yang luka langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Sedangkan, suami meninggal dunia,&quot; katanya.

Kapolsek menduga pelaku pembunuhan tetangga korban. &quot;Kemungkinan (korban dan pelaku) saling kenal meski mungkin hanya sekilas,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8yOS8xLzE2OTg1Mi81L3g4bmpydzY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;&amp;nbsp;

JAKARTA - Pria berinisial ER (40) tega menusuk pasangan suami berinisial MY (61) dan istri H (43) di Tebet, Jakarta Selatan yang berujung tewasnya sang suami, lantaran pelaku berinisial ER mengaku sakit hati atas ucapan H saat menagih utang di depan umum.

&amp;ldquo;Jadi bahasanya itu yang menyatakan bahwa yang bersangkutan itu punya uang dan tidak bisa membayar, jadi &quot;kamu tuh punya uang punya utang tapi enggak bisa membayar, pinjem terus ya&quot; seperti itu, di depan umum,&amp;rdquo; kata Kapolsek Tebet Kompol J Nababan kepada wartawan, Rabu (30/8/2023).


BACA JUGA:
Tuntut Bripda HS Pidana Seumur Hidup, JPU: Polisi Aktif dan Tusuk Sopir Taksi Online 18 Kali hingga Tewas


Nababan mengatakan, merasa sakit hati atas ucapan korban, pelaku ER kemudian mendatangi korban di rumahnya, lalu melakukan penusukan dengan pisau yang dibawanya.

&amp;ldquo;Karena memang sudah sakit hati, dikata-katain oleh pihak korban, sehingga pelaku dengan emosi datang dengan membawa sajam ini langsung melakukan penganiayaan kepada korban,&amp;rdquo; ujarnya.

Sebelumnya, suami berinisial MY (61) tewas dibunuh dan sang istri H (43) ditikam di rumahnya kawasan Tebet , Jakarta Selatan, Sabtu (26/8/2023) malam. Ternyata korban dan pelaku saling mengenal.


BACA JUGA:
Motif Pelaku Tega Aniaya Pasutri di Tebet, Kesal Ditagih Utang


Kapolsek Tebet Kompol Jamalinus Nababan menceritakan kronologi kasus pembunuhan. Berawal dari warga setempat yang mendengar suara tangisan perempuan dari sebuah rumah.

&quot;Warga menuju sumber suara dan melihat seseorang keluar dari rumah korban dengan memegang pisau,&quot; katanya, Minggu 27 Agustus 2023.Dari dalam rumah itu, warga menemukan pasangan suami istri (pasutri) yang sudah bersimbah darah. Posisi MY dalam keadaan telungkup, sedangkan sang istri H menderita luka parah.

&quot;Sang istri yang luka langsung dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Sedangkan, suami meninggal dunia,&quot; katanya.

Kapolsek menduga pelaku pembunuhan tetangga korban. &quot;Kemungkinan (korban dan pelaku) saling kenal meski mungkin hanya sekilas,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
