<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Akan Mengalami Fenomena Hari Tanpa Bayangan, Cek Jadwalnya!</title><description>BMKG pun mengungkapkan kulminasi atau transit atau istiwa&amp;rsquo; adalah fenomena ketika Matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/31/337/2874323/indonesia-akan-mengalami-fenomena-hari-tanpa-bayangan-cek-jadwalnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/08/31/337/2874323/indonesia-akan-mengalami-fenomena-hari-tanpa-bayangan-cek-jadwalnya"/><item><title>Indonesia Akan Mengalami Fenomena Hari Tanpa Bayangan, Cek Jadwalnya!</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/08/31/337/2874323/indonesia-akan-mengalami-fenomena-hari-tanpa-bayangan-cek-jadwalnya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/08/31/337/2874323/indonesia-akan-mengalami-fenomena-hari-tanpa-bayangan-cek-jadwalnya</guid><pubDate>Kamis 31 Agustus 2023 07:25 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/08/31/337/2874323/indonesia-akan-mengalami-fenomena-hari-tanpa-bayangan-cek-jadwalnya-qZ7KmFnzgu.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/08/31/337/2874323/indonesia-akan-mengalami-fenomena-hari-tanpa-bayangan-cek-jadwalnya-qZ7KmFnzgu.jpeg</image><title>Ilustrasi (Foto: Dok. Okezone)</title></images><description>JAKARTA -&amp;nbsp;Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya di ibu kota provinsi akan mengalami fenomena hari tanpa bayangan.

BMKG pun mengungkapkan kulminasi atau transit atau istiwa&amp;rsquo; adalah fenomena ketika Matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit. Saat deklinasi Matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai Kulminasi Utama.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xMy8xLzE2OTE1Ni81L3g4bjZic2Q=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&amp;ldquo;Pada saat itu, Matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau di titik zenit. Akibatnya, bayangan benda tegak akan terlihat &amp;ldquo;menghilang&amp;rdquo;, karena bertumpuk dengan benda itu sendiri. Karena itu, hari kulminasi utama dikenal juga sebagai hari tanpa bayangan,&amp;rdquo; ungkap BMKG dalam keterangannya, Kamis (31/8/2023).

Lalu, mengapa fenomena kulminasi bisa terjadi? BMKG menjelaskan karena bidang ekuator bumi atau bidang rotasi bumi tidak tepat berimpit dengan bidang ekliptika atau bidang revolusi bumi, sehingga posisi matahari dari bumi akan terlihat terus berubah sepanjang tahun antara 23,5 derajat Lintang Utara (LU) sampai dengan 23,5 derajat Lintang Selatan. Hal ini disebut, sebagai gerak semu harian matahari.


BACA JUGA:
Gelombang Panas Ekstrem Sebabkan Alang-alang di Lahan Kosong Pademangan Terbakar


Pada tahun ini, kata BMKG, matahari tepat berada di khatulistiwa pada 21 Maret 2023 pukul 04.24 WIB dan 23 September 2023 pukul 13.50 WIB. Adapun pada 21 Juni 2023 pukul 21.57 WIB Matahari berada di titik balik Utara dan pada 22 Desember 2023 pukul 10.27 WIB Matahari berada di titik balik Selatan.&amp;nbsp;

Lalu, kapan terjadinya? BMKG mengatakan mengingat posisi Indonesia yang berada di sekitar ekuator, kulminasi utama di wilayah Indonesia akan terjadi dua kali dalam setahun dan waktunya tidak jauh dari saat matahari berada di khatulistiwa.

&amp;ldquo;Di kota-kota lain, kulminasi utama terjadi saat deklinasi matahari sama dengan lintang kota tersebut. Khusus untuk kota Jakarta, fenomena ini terjadi pada 5 Maret 2023, yang kulminasi utamanya terjadi pada pukul 12.04 WIB, dan pada 9 Oktober 2023, yang kulminasi utamanya terjadi pada pukul 11.40 WIB,&amp;rdquo; kata BMKG.


BACA JUGA:
Gelombang Panas Landa Eropa Selatan, Kemenkes Italia Imbau Warga Minum 1,5 Liter Air Sehari


Secara umum, BMKG mengatakan kulminasi utama tahun 2023 di Indonesia terjadi terjadi antara 21 Februari 2023 di Baa, Nusa Tenggara Timur hingga 5 April 2023 di Sabang, Aceh dan 8 September 2023 di Sabang, Aceh sampai dengan 21 Oktober 2023 di Baa, Nusa Tenggara Timur.&amp;nbsp;

Berikut, jadwal hari tanpa bayangan 2023 di Indonesia:

1.     Banda Aceh: 9 September 2023, pukul 12.36 WIB

2.     Medan: 14 September 2023, pukul 12.21 WIB

3.     Padang, 25 September 2023, pukul 12.10 WIB

4.     Pekan Baru: 22 September 2023, pukul 12.07 WIB

5.     Bengkulu: 3 Oktober 2023, pukul 12.00 WIB
6. Jambi: 27 September 2023, pukul 11.56 WIB



7. Tanjung Pinang: 21 September 2023, pukul 11.55 WIB



8. Palembang: 1 Oktober 2023, pukul 11.50 WIB



9. Bandar Lampung: 7 Oktober 2023, pukul 11.46 WIB



10. Pangkal Pinang: 29 September 2023, pukul 11.46 WIB



11. Serang: 9 Oktober 2023, pukul 11.42 WIB



12. Jakarta Pusat: 9 Oktober 2023, pukul 11.40 WIB



13. Bandung: 11 Oktober 2023, pukul 11.36 WIB



14. Semarang: 11 Oktober 2023, pukul 11.25 WIB



15. Yogyakarta: 13 Oktober 2023, pukul 11.24 WIB



16. Surabaya: 12 Oktober 2023, pukul 11.15 WIB



17. Pontianak: 23 September 2023, pukul 11.35 WIB



18. Palangka Raya: 29 September 2023, pukul 11.14 WIB



19. Banjarmasin: 2 Oktober 2023, pukul 12.11 WITA



20. Samarinda: 24 September 2023, pukul 12.03 WITA



21. Tanjung Selor: 16 September 2023, pukul 12.05 WITA



22. Denpasar: 16 Oktober 2023, pukul 12.04 WITA



23. Mataram: 15 Oktober 2023, pukul 12.01 WITA



24. Kupang: 20 Oktober 2023, pukul 11.30 WITA



25. Mamuju: 30 September 2023, pukul 11.54 WITA



26. Makassar: 6 Oktober 2023, pukul 11.50 WITA



27. Palu: 25 September 2023, pukul 11.52 WITA



28. Kendari: 3 Oktober 2023, pukul 11.39 WITA



29. Gorontalo: 22 September 2023, pukul 11.40 WITA



30. Manado: 19 September 2023, pukul 11.34 WITA



31. Sofifi: 21 September 2023, pukul 12.23 WIT



32. Ambon: 3 Oktober 2023, pukul 12.16 WIT



33. Manokwari: 25 September 2023, pukul 11.55 WIT



34. Jayapura: 30 September 2023, pukul 11.27 WIT</description><content:encoded>JAKARTA -&amp;nbsp;Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya di ibu kota provinsi akan mengalami fenomena hari tanpa bayangan.

BMKG pun mengungkapkan kulminasi atau transit atau istiwa&amp;rsquo; adalah fenomena ketika Matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit. Saat deklinasi Matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai Kulminasi Utama.

&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8xMy8xLzE2OTE1Ni81L3g4bjZic2Q=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

&amp;ldquo;Pada saat itu, Matahari akan tepat berada di atas kepala pengamat atau di titik zenit. Akibatnya, bayangan benda tegak akan terlihat &amp;ldquo;menghilang&amp;rdquo;, karena bertumpuk dengan benda itu sendiri. Karena itu, hari kulminasi utama dikenal juga sebagai hari tanpa bayangan,&amp;rdquo; ungkap BMKG dalam keterangannya, Kamis (31/8/2023).

Lalu, mengapa fenomena kulminasi bisa terjadi? BMKG menjelaskan karena bidang ekuator bumi atau bidang rotasi bumi tidak tepat berimpit dengan bidang ekliptika atau bidang revolusi bumi, sehingga posisi matahari dari bumi akan terlihat terus berubah sepanjang tahun antara 23,5 derajat Lintang Utara (LU) sampai dengan 23,5 derajat Lintang Selatan. Hal ini disebut, sebagai gerak semu harian matahari.


BACA JUGA:
Gelombang Panas Ekstrem Sebabkan Alang-alang di Lahan Kosong Pademangan Terbakar


Pada tahun ini, kata BMKG, matahari tepat berada di khatulistiwa pada 21 Maret 2023 pukul 04.24 WIB dan 23 September 2023 pukul 13.50 WIB. Adapun pada 21 Juni 2023 pukul 21.57 WIB Matahari berada di titik balik Utara dan pada 22 Desember 2023 pukul 10.27 WIB Matahari berada di titik balik Selatan.&amp;nbsp;

Lalu, kapan terjadinya? BMKG mengatakan mengingat posisi Indonesia yang berada di sekitar ekuator, kulminasi utama di wilayah Indonesia akan terjadi dua kali dalam setahun dan waktunya tidak jauh dari saat matahari berada di khatulistiwa.

&amp;ldquo;Di kota-kota lain, kulminasi utama terjadi saat deklinasi matahari sama dengan lintang kota tersebut. Khusus untuk kota Jakarta, fenomena ini terjadi pada 5 Maret 2023, yang kulminasi utamanya terjadi pada pukul 12.04 WIB, dan pada 9 Oktober 2023, yang kulminasi utamanya terjadi pada pukul 11.40 WIB,&amp;rdquo; kata BMKG.


BACA JUGA:
Gelombang Panas Landa Eropa Selatan, Kemenkes Italia Imbau Warga Minum 1,5 Liter Air Sehari


Secara umum, BMKG mengatakan kulminasi utama tahun 2023 di Indonesia terjadi terjadi antara 21 Februari 2023 di Baa, Nusa Tenggara Timur hingga 5 April 2023 di Sabang, Aceh dan 8 September 2023 di Sabang, Aceh sampai dengan 21 Oktober 2023 di Baa, Nusa Tenggara Timur.&amp;nbsp;

Berikut, jadwal hari tanpa bayangan 2023 di Indonesia:

1.     Banda Aceh: 9 September 2023, pukul 12.36 WIB

2.     Medan: 14 September 2023, pukul 12.21 WIB

3.     Padang, 25 September 2023, pukul 12.10 WIB

4.     Pekan Baru: 22 September 2023, pukul 12.07 WIB

5.     Bengkulu: 3 Oktober 2023, pukul 12.00 WIB
6. Jambi: 27 September 2023, pukul 11.56 WIB



7. Tanjung Pinang: 21 September 2023, pukul 11.55 WIB



8. Palembang: 1 Oktober 2023, pukul 11.50 WIB



9. Bandar Lampung: 7 Oktober 2023, pukul 11.46 WIB



10. Pangkal Pinang: 29 September 2023, pukul 11.46 WIB



11. Serang: 9 Oktober 2023, pukul 11.42 WIB



12. Jakarta Pusat: 9 Oktober 2023, pukul 11.40 WIB



13. Bandung: 11 Oktober 2023, pukul 11.36 WIB



14. Semarang: 11 Oktober 2023, pukul 11.25 WIB



15. Yogyakarta: 13 Oktober 2023, pukul 11.24 WIB



16. Surabaya: 12 Oktober 2023, pukul 11.15 WIB



17. Pontianak: 23 September 2023, pukul 11.35 WIB



18. Palangka Raya: 29 September 2023, pukul 11.14 WIB



19. Banjarmasin: 2 Oktober 2023, pukul 12.11 WITA



20. Samarinda: 24 September 2023, pukul 12.03 WITA



21. Tanjung Selor: 16 September 2023, pukul 12.05 WITA



22. Denpasar: 16 Oktober 2023, pukul 12.04 WITA



23. Mataram: 15 Oktober 2023, pukul 12.01 WITA



24. Kupang: 20 Oktober 2023, pukul 11.30 WITA



25. Mamuju: 30 September 2023, pukul 11.54 WITA



26. Makassar: 6 Oktober 2023, pukul 11.50 WITA



27. Palu: 25 September 2023, pukul 11.52 WITA



28. Kendari: 3 Oktober 2023, pukul 11.39 WITA



29. Gorontalo: 22 September 2023, pukul 11.40 WITA



30. Manado: 19 September 2023, pukul 11.34 WITA



31. Sofifi: 21 September 2023, pukul 12.23 WIT



32. Ambon: 3 Oktober 2023, pukul 12.16 WIT



33. Manokwari: 25 September 2023, pukul 11.55 WIT



34. Jayapura: 30 September 2023, pukul 11.27 WIT</content:encoded></item></channel></rss>
