<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bantu Korut Kembangkan Senjata Pemusnah Massal dan Rudal Balistik, AS Sanksi 2 Pria dan Perusahaan Rusia</title><description>Tindakan itu menyasar pria Korut dan pria Rusia serta perusahaan Intellekt LLC dari Rusia</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/01/18/2875517/bantu-korut-kembangkan-senjata-pemusnah-massal-dan-rudal-balistik-as-sanksi-2-pria-dan-perusahaan-rusia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/01/18/2875517/bantu-korut-kembangkan-senjata-pemusnah-massal-dan-rudal-balistik-as-sanksi-2-pria-dan-perusahaan-rusia"/><item><title>Bantu Korut Kembangkan Senjata Pemusnah Massal dan Rudal Balistik, AS Sanksi 2 Pria dan Perusahaan Rusia</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/01/18/2875517/bantu-korut-kembangkan-senjata-pemusnah-massal-dan-rudal-balistik-as-sanksi-2-pria-dan-perusahaan-rusia</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/01/18/2875517/bantu-korut-kembangkan-senjata-pemusnah-massal-dan-rudal-balistik-as-sanksi-2-pria-dan-perusahaan-rusia</guid><pubDate>Jum'at 01 September 2023 20:29 WIB</pubDate><dc:creator>Susi Susanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/01/18/2875517/bantu-korut-kembangkan-senjata-pemusnah-massal-dan-rudal-balistik-as-sanksi-2-pria-dan-perusahaan-rusia-7VgmziC4KE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">AS sanksi 2 pria dan sebuah perusahaan Rusia yang diduga bantu Korut kembangkan senjata pemusnah massal dan rudal balistik (Foto: KCNA/Kyodo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/01/18/2875517/bantu-korut-kembangkan-senjata-pemusnah-massal-dan-rudal-balistik-as-sanksi-2-pria-dan-perusahaan-rusia-7VgmziC4KE.jpg</image><title>AS sanksi 2 pria dan sebuah perusahaan Rusia yang diduga bantu Korut kembangkan senjata pemusnah massal dan rudal balistik (Foto: KCNA/Kyodo)</title></images><description>WASHINGTON -  Amerika Serikat (AS) telah menjatuhkan sanksi, termasuk pembekuan aset, terhadap dua pria dan sebuah perusahaan Rusia yang diduga membantu membiayai upaya Korea Utara mengembangkan senjata pemusnah massal dan rudal balistik.
Kementerian Keuangan AS mengatakan pemerintah bertindak sebagai tanggapan atas gagalnya upaya Korut meluncurkan satelit militer pekan lalu, dalam koordinasi dengan Jepang dan Korea Selatan.



BACA JUGA:
Korut Gelar Latihan Nuklir Bumi Hangus, Simulasikan Serangan ke Korsel


Tindakan itu menyasar pria Korut dan pria Rusia serta perusahaan Intellekt LLC dari Rusia yang mencoba untuk membatasi upaya menghasilkan pendapatan yang akan digunakan untuk pengembangan senjata pemusnah massal dan rudal balistik Korut yang melanggar hukum.



BACA JUGA:
Korut Akan Lengkapi Angkatan Lautnya dengan Senjata Nuklir

Dikutip Antara, kementerian menuduh seorang pria Korut yang bekerja sebagai eksekutif di sebuah perusahaan Rusia terpisah yang dimiliki oleh pria Rusia dan mempekerjakan buruh konstruksi Korea Utara di Rusia.

Pria Korut itu juga memimpin sekelompok pekerja teknologi informasi dari negaranya dan membantu mereka mendapatkan dokumen sehingga mereka dapat bekerja secara sah sebagai pekerja lepas.


Intellekt mendapatkan kontrak untuk sebuah proyek konstruksi di Moskow yang dikoordinasi oleh pria Korut tersebut.

Brian Nelson, wakil menteri Keuangan bidang terorisme dan intelijen keuangan, mengatakan bahwa AS akan terus bekerja sama erat dengan Korea Selatan dan Jepang dalam memerangi aktivitas Korut yang menghancurkan dan melanggar hukum.

</description><content:encoded>WASHINGTON -  Amerika Serikat (AS) telah menjatuhkan sanksi, termasuk pembekuan aset, terhadap dua pria dan sebuah perusahaan Rusia yang diduga membantu membiayai upaya Korea Utara mengembangkan senjata pemusnah massal dan rudal balistik.
Kementerian Keuangan AS mengatakan pemerintah bertindak sebagai tanggapan atas gagalnya upaya Korut meluncurkan satelit militer pekan lalu, dalam koordinasi dengan Jepang dan Korea Selatan.



BACA JUGA:
Korut Gelar Latihan Nuklir Bumi Hangus, Simulasikan Serangan ke Korsel


Tindakan itu menyasar pria Korut dan pria Rusia serta perusahaan Intellekt LLC dari Rusia yang mencoba untuk membatasi upaya menghasilkan pendapatan yang akan digunakan untuk pengembangan senjata pemusnah massal dan rudal balistik Korut yang melanggar hukum.



BACA JUGA:
Korut Akan Lengkapi Angkatan Lautnya dengan Senjata Nuklir

Dikutip Antara, kementerian menuduh seorang pria Korut yang bekerja sebagai eksekutif di sebuah perusahaan Rusia terpisah yang dimiliki oleh pria Rusia dan mempekerjakan buruh konstruksi Korea Utara di Rusia.

Pria Korut itu juga memimpin sekelompok pekerja teknologi informasi dari negaranya dan membantu mereka mendapatkan dokumen sehingga mereka dapat bekerja secara sah sebagai pekerja lepas.


Intellekt mendapatkan kontrak untuk sebuah proyek konstruksi di Moskow yang dikoordinasi oleh pria Korut tersebut.

Brian Nelson, wakil menteri Keuangan bidang terorisme dan intelijen keuangan, mengatakan bahwa AS akan terus bekerja sama erat dengan Korea Selatan dan Jepang dalam memerangi aktivitas Korut yang menghancurkan dan melanggar hukum.

</content:encoded></item></channel></rss>
