<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jaga Keamanan Tamu Negara, Polri Imbau Masyarakat Tak Demo saat KTT ASEAN</title><description>Namun kegiatan tersebut dapat dilakukan pada waktu lain usai pelaksanaan KTT ke-43 ASEAN.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/01/337/2875463/jaga-keamanan-tamu-negara-polri-imbau-masyarakat-tak-demo-saat-ktt-asean</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/01/337/2875463/jaga-keamanan-tamu-negara-polri-imbau-masyarakat-tak-demo-saat-ktt-asean"/><item><title>Jaga Keamanan Tamu Negara, Polri Imbau Masyarakat Tak Demo saat KTT ASEAN</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/01/337/2875463/jaga-keamanan-tamu-negara-polri-imbau-masyarakat-tak-demo-saat-ktt-asean</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/01/337/2875463/jaga-keamanan-tamu-negara-polri-imbau-masyarakat-tak-demo-saat-ktt-asean</guid><pubDate>Jum'at 01 September 2023 17:00 WIB</pubDate><dc:creator>Widya Michella</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/01/337/2875463/jaga-keamanan-tamu-negara-polri-imbau-masyarakat-tak-demo-saat-ktt-asean-Y80uxFBRrd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/01/337/2875463/jaga-keamanan-tamu-negara-polri-imbau-masyarakat-tak-demo-saat-ktt-asean-Y80uxFBRrd.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wMS8xLzE3MDAxMC81L3g4bm1tcXM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Asisten Operasi (Asops) Kapolri, Irjen Pol Verdianto Iskandar Bitticaca mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan unjuk rasa selama perhelatan KTT ke-43 ASEAN di DKI Jakarta pada 5-7 September 2023 mendatang.
Hal ini guna menjaga keamanan dan kenyamanan para tamu negara saat berada di Ibu Kota.
&quot;Kita usahakan kita ada komunikasikan supaya mungkin jangan sekarang (unjuk rasa), karena kita menghargai tamu tamu asing yang datang,&quot; kata Verdianto dalam forum merdeka barat 9 yang disiarkan secara daring, Jumat (1/9/2023).

BACA JUGA:
 7 Minuman Alami Berkhasiat Menurunkan Berat Badan&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Dia mengatakan bahwa menyampaikan pendapat merupakan hal yang baik dalam mendukung sistem demokrasi di Indonesia. Namun kegiatan tersebut dapat dilakukan pada waktu lain usai pelaksanaan KTT ke-43 ASEAN.

BACA JUGA:
 Satu Orang Tewas saat Tawuran di Serpong, Begini Kronologinya

&quot;Mungkin mereka dapat menyampaikan pendapat setelah tamu pulang. Ini kita komunikasikan terus ini kegiatan saat ingin menyampaikan pendapat mereka bisa mengerti dan mengurungkan niat untuk turun ke jalan,&quot; ucapnya.
&quot;Mudah-mudahan tidak terjadi kegiatan unjuk rasa, jangan sampai konsentrasi kita terganggu dengan adanya kegiatan-kegiatan unjuk rasa tapi penyampaian pendapat itu pasti kita tidak bisa larang,&quot; katanya.Adapun pihak kepolisian, kata Verdianto, juga telah menurunkan Densus 88 Antiteror serta menyiapkan operasi terpusat di bawah komando Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri.

&quot;Kita sudah siapkan rencana operasi terpusat untuk Polri, di mana di bawah rencana operasi ini ada kepala operasi yang membawahi tugas ini adalah Bapak Kabaharkam. Kemudian dibantu oleh 8 Satgas inilah yang akan melaksanakan tugas pengamanan sesuai dengan tugas pokok fungsi dan masing-masing yang akan kita laksanakan,&quot; ucap dia.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Menkop Teten Colek OJK Minta Akses Pembiayaan UMKM Dipermudah

Sebagaimana diketahui Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 ASEAN dilaksanakan di Jakarta pada 5-7 September 2023.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

15 Jurusan Kuliah yang Banyak Dicari Jadi CPNS di Kemenhan

Pasukan TNI dan Polri melakukan Operasi Pengamanan (Pam) VVIP terhadap presiden, wakil presiden, dan tamu negara setingkat kepala negara atau kepala pemerintahan dalam KTT tersebut selama 9 hari yakni pada 1-9 September 2023.

KTT ASEAN ke-43 Leader Summit dan ASEAN-Indo Pacific Forum mengangkat tema 'ASEAN Matters: Epicentrum of Growth'.



</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wMS8xLzE3MDAxMC81L3g4bm1tcXM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Asisten Operasi (Asops) Kapolri, Irjen Pol Verdianto Iskandar Bitticaca mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan unjuk rasa selama perhelatan KTT ke-43 ASEAN di DKI Jakarta pada 5-7 September 2023 mendatang.
Hal ini guna menjaga keamanan dan kenyamanan para tamu negara saat berada di Ibu Kota.
&quot;Kita usahakan kita ada komunikasikan supaya mungkin jangan sekarang (unjuk rasa), karena kita menghargai tamu tamu asing yang datang,&quot; kata Verdianto dalam forum merdeka barat 9 yang disiarkan secara daring, Jumat (1/9/2023).

BACA JUGA:
 7 Minuman Alami Berkhasiat Menurunkan Berat Badan&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;

Dia mengatakan bahwa menyampaikan pendapat merupakan hal yang baik dalam mendukung sistem demokrasi di Indonesia. Namun kegiatan tersebut dapat dilakukan pada waktu lain usai pelaksanaan KTT ke-43 ASEAN.

BACA JUGA:
 Satu Orang Tewas saat Tawuran di Serpong, Begini Kronologinya

&quot;Mungkin mereka dapat menyampaikan pendapat setelah tamu pulang. Ini kita komunikasikan terus ini kegiatan saat ingin menyampaikan pendapat mereka bisa mengerti dan mengurungkan niat untuk turun ke jalan,&quot; ucapnya.
&quot;Mudah-mudahan tidak terjadi kegiatan unjuk rasa, jangan sampai konsentrasi kita terganggu dengan adanya kegiatan-kegiatan unjuk rasa tapi penyampaian pendapat itu pasti kita tidak bisa larang,&quot; katanya.Adapun pihak kepolisian, kata Verdianto, juga telah menurunkan Densus 88 Antiteror serta menyiapkan operasi terpusat di bawah komando Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri.

&quot;Kita sudah siapkan rencana operasi terpusat untuk Polri, di mana di bawah rencana operasi ini ada kepala operasi yang membawahi tugas ini adalah Bapak Kabaharkam. Kemudian dibantu oleh 8 Satgas inilah yang akan melaksanakan tugas pengamanan sesuai dengan tugas pokok fungsi dan masing-masing yang akan kita laksanakan,&quot; ucap dia.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Menkop Teten Colek OJK Minta Akses Pembiayaan UMKM Dipermudah

Sebagaimana diketahui Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 ASEAN dilaksanakan di Jakarta pada 5-7 September 2023.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

15 Jurusan Kuliah yang Banyak Dicari Jadi CPNS di Kemenhan

Pasukan TNI dan Polri melakukan Operasi Pengamanan (Pam) VVIP terhadap presiden, wakil presiden, dan tamu negara setingkat kepala negara atau kepala pemerintahan dalam KTT tersebut selama 9 hari yakni pada 1-9 September 2023.

KTT ASEAN ke-43 Leader Summit dan ASEAN-Indo Pacific Forum mengangkat tema 'ASEAN Matters: Epicentrum of Growth'.



</content:encoded></item></channel></rss>
