<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Kasus DBD Tinggi, Yerry Tawalujan: Perindo Rutin Lakukan Fogging Berantas DBD</title><description>Ketika suhu makin panas di atas 30 derajat celcius, frekuensi gigitan nyamuk, termasuk nyamuk Aedes Aegypti penyebab DBD meningkat&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/02/337/2875874/kasus-dbd-tinggi-yerry-tawalujan-perindo-rutin-lakukan-fogging-berantas-dbd</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/02/337/2875874/kasus-dbd-tinggi-yerry-tawalujan-perindo-rutin-lakukan-fogging-berantas-dbd"/><item><title>   Kasus DBD Tinggi, Yerry Tawalujan: Perindo Rutin Lakukan Fogging Berantas DBD</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/02/337/2875874/kasus-dbd-tinggi-yerry-tawalujan-perindo-rutin-lakukan-fogging-berantas-dbd</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/02/337/2875874/kasus-dbd-tinggi-yerry-tawalujan-perindo-rutin-lakukan-fogging-berantas-dbd</guid><pubDate>Sabtu 02 September 2023 14:12 WIB</pubDate><dc:creator>Agung Bakti Sarasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/02/337/2875874/kasus-dbd-tinggi-yerry-tawalujan-perindo-rutin-lakukan-fogging-berantas-dbd-CYASktETOA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Yerry Tawalujan (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/02/337/2875874/kasus-dbd-tinggi-yerry-tawalujan-perindo-rutin-lakukan-fogging-berantas-dbd-CYASktETOA.jpg</image><title>Yerry Tawalujan (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wMi8xLzE3MDA0NC81L3g4bm8xY3E=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BANDUNG - Fenomena El Nino bukan hanya menyebabkan kemarau panjang karena naiknya pemanasan suhu muka laut, tetapi meningkatkan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).
Pasalnya, ketika suhu makin panas di atas 30 derajat celcius, frekuensi gigitan nyamuk, termasuk nyamuk Aedes Aegypti penyebab DBD meningkat hingga 3-5 kali lipat.
Berdasarkan laporan Informasi Dengue 2023 yang dirilis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada Rabu (23/8/2023), angka penyakit DBD hingga minggu ke-33 2023 mencapai 57.884 kasus. Sementara itu, angka kematian akibat DBD mencapai 422 kasus di seluruh Indonesia.

BACA JUGA:
Logo dan Maskot Piala Dunia U-17 2023 Resmi Diluncurkan, Ini Permintaan Erick Thohir

Adapun Kota Bandung, Jabar menjadi kabupaten/kota dengan jumlah kasus DBD tertinggi, yakni 1.281 kasus. Kemudian, diikuti oleh Kota Denpasar dengan 1.262 kasus, Kota Bekasi sebanyak 947 kasus, Kabupaten Badung 932 kasus, dan Kabupaten Bogor 888 kasus.

BACA JUGA:
 Sejumlah Kendala Pemadaman Kebakaran Gunung Arjuno Melalui Water Bombing

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Nasional Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Yerry Tawalujan mengatakan, peningkatan kasus DBD ini perlu ditanggulangi bersama oleh pemerintah, masyarakat, dan lembaga swasta non-pemerintah.
&quot;Peningkatan kasus DBD akibat musim kemarau panjang ini dapat dikategorikan sebagai kondisi ekstra normal, ekstra ordinary condition, yang harus dihadapi secara ekstra juga. Itu sebabnya kami mendorong pemerintah khususnya pihak Kementerian Kesehatan, Kemensos, Kementerian terkait lainnya, bersama masyarakat dan pihak swasta bersatu menanggulangi DBD,&quot; ujar Yerry saat dihubungi, Sabtu (2/9/2023).Ketua DPP Partai Perindo Bidang Sosial dan Kesra yang maju sebagai Caleg DPR RI dari Dapil Sulawesi Utara ini mengemukakan, para kader dan jajaran pengurus Partai Perindo turut terlibat menanggulangi penyebaran DBD.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pemprov Kaltim Bawa Pulang Piala Indonesia Awards 2023 Berkat Program Beasiswa Kaltim Tuntas

&quot;Sejak berdirinya partai Perindo, selama sembilan tahun ini kami aktif menanggulangi penyebaran DBD dengan gencar adakan fogging atau penyemprotan anti DBD di seluruh wilayah di Indonesia. Kali ini pun kader-kader militan partai Perindo telah turun ke lapangan dan lakukan fogging anti DBD,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Raih 70,4% Suara dan Kalahkan 2 Kandidat, Tharman Shanmugaratnam Terpilih Jadi Presiden Singapura

Yerry berharap, penanggulangan DBD ini bisa dilakukan dengan terpadu dan massif. Meskipun sederhana, namun ini dampaknya sangat terasa.

&quot;Masyarakat dimobilisasi oleh pengurus RT-RW untuk lakukan aksi bersih lingkungan, bersih sarang nyamuk dan bersih selokan. Itu tindakan sederhana tapi konkrit yang dapat dilakukan masyarakat,&quot; harap Yerry.





</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wMi8xLzE3MDA0NC81L3g4bm8xY3E=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
BANDUNG - Fenomena El Nino bukan hanya menyebabkan kemarau panjang karena naiknya pemanasan suhu muka laut, tetapi meningkatkan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).
Pasalnya, ketika suhu makin panas di atas 30 derajat celcius, frekuensi gigitan nyamuk, termasuk nyamuk Aedes Aegypti penyebab DBD meningkat hingga 3-5 kali lipat.
Berdasarkan laporan Informasi Dengue 2023 yang dirilis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada Rabu (23/8/2023), angka penyakit DBD hingga minggu ke-33 2023 mencapai 57.884 kasus. Sementara itu, angka kematian akibat DBD mencapai 422 kasus di seluruh Indonesia.

BACA JUGA:
Logo dan Maskot Piala Dunia U-17 2023 Resmi Diluncurkan, Ini Permintaan Erick Thohir

Adapun Kota Bandung, Jabar menjadi kabupaten/kota dengan jumlah kasus DBD tertinggi, yakni 1.281 kasus. Kemudian, diikuti oleh Kota Denpasar dengan 1.262 kasus, Kota Bekasi sebanyak 947 kasus, Kabupaten Badung 932 kasus, dan Kabupaten Bogor 888 kasus.

BACA JUGA:
 Sejumlah Kendala Pemadaman Kebakaran Gunung Arjuno Melalui Water Bombing

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Nasional Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Yerry Tawalujan mengatakan, peningkatan kasus DBD ini perlu ditanggulangi bersama oleh pemerintah, masyarakat, dan lembaga swasta non-pemerintah.
&quot;Peningkatan kasus DBD akibat musim kemarau panjang ini dapat dikategorikan sebagai kondisi ekstra normal, ekstra ordinary condition, yang harus dihadapi secara ekstra juga. Itu sebabnya kami mendorong pemerintah khususnya pihak Kementerian Kesehatan, Kemensos, Kementerian terkait lainnya, bersama masyarakat dan pihak swasta bersatu menanggulangi DBD,&quot; ujar Yerry saat dihubungi, Sabtu (2/9/2023).Ketua DPP Partai Perindo Bidang Sosial dan Kesra yang maju sebagai Caleg DPR RI dari Dapil Sulawesi Utara ini mengemukakan, para kader dan jajaran pengurus Partai Perindo turut terlibat menanggulangi penyebaran DBD.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Pemprov Kaltim Bawa Pulang Piala Indonesia Awards 2023 Berkat Program Beasiswa Kaltim Tuntas

&quot;Sejak berdirinya partai Perindo, selama sembilan tahun ini kami aktif menanggulangi penyebaran DBD dengan gencar adakan fogging atau penyemprotan anti DBD di seluruh wilayah di Indonesia. Kali ini pun kader-kader militan partai Perindo telah turun ke lapangan dan lakukan fogging anti DBD,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Raih 70,4% Suara dan Kalahkan 2 Kandidat, Tharman Shanmugaratnam Terpilih Jadi Presiden Singapura

Yerry berharap, penanggulangan DBD ini bisa dilakukan dengan terpadu dan massif. Meskipun sederhana, namun ini dampaknya sangat terasa.

&quot;Masyarakat dimobilisasi oleh pengurus RT-RW untuk lakukan aksi bersih lingkungan, bersih sarang nyamuk dan bersih selokan. Itu tindakan sederhana tapi konkrit yang dapat dilakukan masyarakat,&quot; harap Yerry.





</content:encoded></item></channel></rss>
