<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Komplotan Perampok Nyamar Jadi Polisi, Sasarannya Penyuka Sesama Jenis</title><description>Kompolotan tersebut menargetkan penyuka sesama jenis sebagai korbannya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/02/608/2875803/komplotan-perampok-nyamar-jadi-polisi-sasarannya-penyuka-sesama-jenis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/02/608/2875803/komplotan-perampok-nyamar-jadi-polisi-sasarannya-penyuka-sesama-jenis"/><item><title>Komplotan Perampok Nyamar Jadi Polisi, Sasarannya Penyuka Sesama Jenis</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/02/608/2875803/komplotan-perampok-nyamar-jadi-polisi-sasarannya-penyuka-sesama-jenis</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/02/608/2875803/komplotan-perampok-nyamar-jadi-polisi-sasarannya-penyuka-sesama-jenis</guid><pubDate>Sabtu 02 September 2023 11:36 WIB</pubDate><dc:creator>Adi Palapa Harahap</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/02/608/2875803/komplotan-perampok-nyamar-jadi-polisi-sasarannya-penyuka-sesama-jenis-S8koNwOFoI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Polisi tangkap komplotan perampok yang menyasar penyuka sesama jenis (Foto : iNews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/02/608/2875803/komplotan-perampok-nyamar-jadi-polisi-sasarannya-penyuka-sesama-jenis-S8koNwOFoI.jpg</image><title>Polisi tangkap komplotan perampok yang menyasar penyuka sesama jenis (Foto : iNews)</title></images><description>

&amp;nbsp;

MEDAN - Polsek Percut Sei Tuan menangkap komplotan perampok dini hari tadi, Sabtu (2/9/2023), yang kerap menyamar sebagai polisi dalam menjalankan aksinya. Kompolotan tersebut menargetkan penyuka sesama jenis sebagai korbannya.
Para pelaku, kerap mencari korban melalui aplikasi kencan, yang biasanya digunakan kaum LGBT. Dari 7 pelaku yang terlibat dalam komplotan iyu, dua di antaranya berhasil ditangkap polisi.

BACA JUGA:
Polisi Gadungan Lakukan Perampokan, Pelaku Akhirnya Ditangkap

Dalam setiap aksinya, para pelaku biasanya meminta korban yang ingin melakukan hubungan sesama jenis, datang ke sebuah rumah di kawasan Mandala Medan, setelah sebelumnya berkomunikasi melalui aplikasi kencan pasangan sejenis.
Usai korban datang dan melakukan hubungan sesama jenis dengan satu pelaku, pelaku lain kemudian datang seolah&amp;ndash;olah melakukan penggerebekan.

BACA JUGA:
Perampok Penumpang Angkot di Malang Diringkus, Korban Mayoritas Emak-emak

Satu pelaku berperan sebagai polisi dan meminta korban menyerahkan seluruh barang berharganya, dengan alasan agar apa yang sudah dilakukan korban tidak diproses secara hukum.
Korban bahkan dikuras seluruh uang yang ada dalam ATMnya karena mendapat sejumlah ancaman dari para pelaku.
Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Agustiawan menyebut setidaknya 3 korban yang melaporkan kejadian serupa kepada pihaknya.Namun, polisi meyakini korban dari aksi perampokan para pelaku sudah cukup banyak namun tidak banyak yang berani melapor ke polisi dengan alasan malu atas perilaku seksual menyimpang para korban diketahui.
&quot;Pihak kepolisian masih memburu beberapa pelaku lagi yang identitasnya sudah diketahui,&quot; ujar Kompol Agustian.
Dlam kasus tersebut para pelaku saat ini terancam penjara selama 9 tahun, dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian yang disertai dengan tindak kekerasan.</description><content:encoded>

&amp;nbsp;

MEDAN - Polsek Percut Sei Tuan menangkap komplotan perampok dini hari tadi, Sabtu (2/9/2023), yang kerap menyamar sebagai polisi dalam menjalankan aksinya. Kompolotan tersebut menargetkan penyuka sesama jenis sebagai korbannya.
Para pelaku, kerap mencari korban melalui aplikasi kencan, yang biasanya digunakan kaum LGBT. Dari 7 pelaku yang terlibat dalam komplotan iyu, dua di antaranya berhasil ditangkap polisi.

BACA JUGA:
Polisi Gadungan Lakukan Perampokan, Pelaku Akhirnya Ditangkap

Dalam setiap aksinya, para pelaku biasanya meminta korban yang ingin melakukan hubungan sesama jenis, datang ke sebuah rumah di kawasan Mandala Medan, setelah sebelumnya berkomunikasi melalui aplikasi kencan pasangan sejenis.
Usai korban datang dan melakukan hubungan sesama jenis dengan satu pelaku, pelaku lain kemudian datang seolah&amp;ndash;olah melakukan penggerebekan.

BACA JUGA:
Perampok Penumpang Angkot di Malang Diringkus, Korban Mayoritas Emak-emak

Satu pelaku berperan sebagai polisi dan meminta korban menyerahkan seluruh barang berharganya, dengan alasan agar apa yang sudah dilakukan korban tidak diproses secara hukum.
Korban bahkan dikuras seluruh uang yang ada dalam ATMnya karena mendapat sejumlah ancaman dari para pelaku.
Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Agustiawan menyebut setidaknya 3 korban yang melaporkan kejadian serupa kepada pihaknya.Namun, polisi meyakini korban dari aksi perampokan para pelaku sudah cukup banyak namun tidak banyak yang berani melapor ke polisi dengan alasan malu atas perilaku seksual menyimpang para korban diketahui.
&quot;Pihak kepolisian masih memburu beberapa pelaku lagi yang identitasnya sudah diketahui,&quot; ujar Kompol Agustian.
Dlam kasus tersebut para pelaku saat ini terancam penjara selama 9 tahun, dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian yang disertai dengan tindak kekerasan.</content:encoded></item></channel></rss>
