<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kronologi Mencekam Puluhan Pasien Rehab Narkoba di Tangsel Mengamuk, Besi dan Kaca Dijadikan Senjata</title><description>Mereka berupaya kabur seraya memersenjatai diri dengan potongan besi tajam dan kaca.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/03/338/2876346/kronologi-mencekam-puluhan-pasien-rehab-narkoba-di-tangsel-mengamuk-besi-dan-kaca-dijadikan-senjata</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/03/338/2876346/kronologi-mencekam-puluhan-pasien-rehab-narkoba-di-tangsel-mengamuk-besi-dan-kaca-dijadikan-senjata"/><item><title>Kronologi Mencekam Puluhan Pasien Rehab Narkoba di Tangsel Mengamuk, Besi dan Kaca Dijadikan Senjata</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/03/338/2876346/kronologi-mencekam-puluhan-pasien-rehab-narkoba-di-tangsel-mengamuk-besi-dan-kaca-dijadikan-senjata</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/03/338/2876346/kronologi-mencekam-puluhan-pasien-rehab-narkoba-di-tangsel-mengamuk-besi-dan-kaca-dijadikan-senjata</guid><pubDate>Minggu 03 September 2023 19:46 WIB</pubDate><dc:creator>Hambali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/03/338/2876346/kronologi-mencekam-puluhan-pasien-rehab-narkoba-di-tangsel-mengamuk-besi-dan-kaca-dijadikan-senjata-UyOx9sfpMI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pasien rehab narkoba di Tangsel mengamuk (Foto: Hambali)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/03/338/2876346/kronologi-mencekam-puluhan-pasien-rehab-narkoba-di-tangsel-mengamuk-besi-dan-kaca-dijadikan-senjata-UyOx9sfpMI.jpg</image><title>Pasien rehab narkoba di Tangsel mengamuk (Foto: Hambali)</title></images><description>TANGSEL - Puluhan pasien rehabilitasi narkoba mengamuk dengan cara mengikat seorang pegawai dan merusak fasilitas. Mereka berupaya kabur seraya memersenjatai diri dengan potongan besi tajam dan kaca.

Kejadian itu berlangsung di sebuah tempat rehabilitasi narkoba di Jalan Ir H Juanda, Rempoa, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel), Sabtu 2 September 2023 dini hari. Mereka diduga telah merencanakan matang aksinya sebelum bertindak.

BACA JUGA:
 Puluhan Pasien Rehab Narkoba di Tangsel Ngamuk, Pegawai Diikat hingga Diancam&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Berdasarkan keterangan pengelola yayasan, kejadian bermula sekira pukul 01.00 WIB di mana seorang pegawai hendak mengecek kondisi para pasien di kamar. Setiba di lantai 3, pegawai itu langsung menghampiri sebuah kamar untuk mengambil dokumentasi. Di depan kamar terdapat pula beberapa pasien dalam posisi tertidur di atas lantai.

&quot;Waktu mau ambil foto buat laporan, tiba-tiba dari arah belakang muncul beberapa pasien lain terus langsung memiting leher pegawai kita, diancam, lehernya diteken pakai potongan besi,&quot; ungkap Kordinator Program tempat rehabilitasi di lokasi, Dwi Mecca Arista, Minggu (03/09/23).

BACA JUGA:
Ganjar Digeruduk Penyapu Jalan hingga Petani, Dibawakan Hasil Bumi Lalu Dimasak Chef Bobon


Aksi para pasien itu terekam Close Circuid Television (CCTV). Terlihat dalam video, sejumlah pasien pria yang berpura-pura tidur di depan kamar langsung membuka selimut dan memiting pegawai jaga dari arah belakang. Sebuah potongan besi nampak diarahkan ke bagian leher pegawai.

Pegawai itu lantas diikat menggunakan tali sepatu di sebuah ruangan lantai 3. Selanjutnya para pasien mengambil kunci kamar dan bergegas membuka semua kamar. Kegaduhan sempat terdengar, hingga menyebabkan pegawai lain di lantai berbeda ikut terbangun.



&quot;Waktu ada suara gaduh di atas, saya bangun kan, terus saya lihat udah rame pasien keluar kamar. Saya dan pegawai lain langsung turun keluar (gedung) minta tolong ke sekuriti bank di sebelah, kita kordinasi juga ke lingkungan. Pintu dalam kondisi kita kunci biar mereka nggak bisa keluar,&quot; paparnya.

BACA JUGA:
 Usai Purnatugas Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo Bakal Keliling Indonesia Temui Relawan&amp;nbsp; &amp;nbsp;




Sekira 20 pasien rehab narkoba itu awalnya mencoba kabur melalui lantai 4 gedung. Namun hanya 3 pasien yang nekat meloncat ke atap bangunan lain. Sedang sisanya, memilih turun ke lantai 1 dan mengambil gerinda untuk membongkar akses masuk yang terkunci.



&quot;Yang loncat kabur dari lantai 4 ada tiga pasien, yang lain turun mau jebol pintu di lantai 1. Mereka bongkar-bongkar kunci nggak bisa,&quot; sambung dia.

BACA JUGA:


Wakil Wali Kota Tangerang Bersama Ribuan Warga Peringati HUT ke-78 RI&amp;nbsp;



Dari penelusuran di dalam gedung terlihat sejumlah fasilitas dalam kondisi rusak, lemari penyimpanan uang, pintu, teralis besi, dinding kaca, CCTV, komputer, hingga sepeda motor. Para pasien sengaja mematahkan besi teralis dan dinding kaca untuk dijadikan sebagai senjata.







&quot;Total kita di semua ruangan ada CCTV, semuanya dirusak. Kaca-kaca dipecahin buat dijadiin senjata. Komputer kita juga disiram air, mungkin tujuannya biar file data kehapus. Jadi ini memang seperti sudah direncanakan matang,&quot; tuturnya.

</description><content:encoded>TANGSEL - Puluhan pasien rehabilitasi narkoba mengamuk dengan cara mengikat seorang pegawai dan merusak fasilitas. Mereka berupaya kabur seraya memersenjatai diri dengan potongan besi tajam dan kaca.

Kejadian itu berlangsung di sebuah tempat rehabilitasi narkoba di Jalan Ir H Juanda, Rempoa, Ciputat Timur, Tangerang Selatan (Tangsel), Sabtu 2 September 2023 dini hari. Mereka diduga telah merencanakan matang aksinya sebelum bertindak.

BACA JUGA:
 Puluhan Pasien Rehab Narkoba di Tangsel Ngamuk, Pegawai Diikat hingga Diancam&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Berdasarkan keterangan pengelola yayasan, kejadian bermula sekira pukul 01.00 WIB di mana seorang pegawai hendak mengecek kondisi para pasien di kamar. Setiba di lantai 3, pegawai itu langsung menghampiri sebuah kamar untuk mengambil dokumentasi. Di depan kamar terdapat pula beberapa pasien dalam posisi tertidur di atas lantai.

&quot;Waktu mau ambil foto buat laporan, tiba-tiba dari arah belakang muncul beberapa pasien lain terus langsung memiting leher pegawai kita, diancam, lehernya diteken pakai potongan besi,&quot; ungkap Kordinator Program tempat rehabilitasi di lokasi, Dwi Mecca Arista, Minggu (03/09/23).

BACA JUGA:
Ganjar Digeruduk Penyapu Jalan hingga Petani, Dibawakan Hasil Bumi Lalu Dimasak Chef Bobon


Aksi para pasien itu terekam Close Circuid Television (CCTV). Terlihat dalam video, sejumlah pasien pria yang berpura-pura tidur di depan kamar langsung membuka selimut dan memiting pegawai jaga dari arah belakang. Sebuah potongan besi nampak diarahkan ke bagian leher pegawai.

Pegawai itu lantas diikat menggunakan tali sepatu di sebuah ruangan lantai 3. Selanjutnya para pasien mengambil kunci kamar dan bergegas membuka semua kamar. Kegaduhan sempat terdengar, hingga menyebabkan pegawai lain di lantai berbeda ikut terbangun.



&quot;Waktu ada suara gaduh di atas, saya bangun kan, terus saya lihat udah rame pasien keluar kamar. Saya dan pegawai lain langsung turun keluar (gedung) minta tolong ke sekuriti bank di sebelah, kita kordinasi juga ke lingkungan. Pintu dalam kondisi kita kunci biar mereka nggak bisa keluar,&quot; paparnya.

BACA JUGA:
 Usai Purnatugas Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo Bakal Keliling Indonesia Temui Relawan&amp;nbsp; &amp;nbsp;




Sekira 20 pasien rehab narkoba itu awalnya mencoba kabur melalui lantai 4 gedung. Namun hanya 3 pasien yang nekat meloncat ke atap bangunan lain. Sedang sisanya, memilih turun ke lantai 1 dan mengambil gerinda untuk membongkar akses masuk yang terkunci.



&quot;Yang loncat kabur dari lantai 4 ada tiga pasien, yang lain turun mau jebol pintu di lantai 1. Mereka bongkar-bongkar kunci nggak bisa,&quot; sambung dia.

BACA JUGA:


Wakil Wali Kota Tangerang Bersama Ribuan Warga Peringati HUT ke-78 RI&amp;nbsp;



Dari penelusuran di dalam gedung terlihat sejumlah fasilitas dalam kondisi rusak, lemari penyimpanan uang, pintu, teralis besi, dinding kaca, CCTV, komputer, hingga sepeda motor. Para pasien sengaja mematahkan besi teralis dan dinding kaca untuk dijadikan sebagai senjata.







&quot;Total kita di semua ruangan ada CCTV, semuanya dirusak. Kaca-kaca dipecahin buat dijadiin senjata. Komputer kita juga disiram air, mungkin tujuannya biar file data kehapus. Jadi ini memang seperti sudah direncanakan matang,&quot; tuturnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
