<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title> Mbah Saiman, Penggempur Pasukan PKI Pimpinan Musso   </title><description>Pria yang tergabung dalam Detasemen Zeni Lima Divisi Lima di bawah pimpinan Mayor Kusmoro, bertugas sebagai penyapu ranjau.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/04/337/2876414/mbah-saiman-penggempur-pasukan-pki-pimpinan-musso</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/04/337/2876414/mbah-saiman-penggempur-pasukan-pki-pimpinan-musso"/><item><title> Mbah Saiman, Penggempur Pasukan PKI Pimpinan Musso   </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/04/337/2876414/mbah-saiman-penggempur-pasukan-pki-pimpinan-musso</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/04/337/2876414/mbah-saiman-penggempur-pasukan-pki-pimpinan-musso</guid><pubDate>Senin 04 September 2023 07:01 WIB</pubDate><dc:creator>Awaludin</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/03/337/2876414/mbah-saiman-penggempur-pasukan-pki-pimpinan-musso-HNASs6fcdX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mbah  Saiman (foto: dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/03/337/2876414/mbah-saiman-penggempur-pasukan-pki-pimpinan-musso-HNASs6fcdX.jpg</image><title>Mbah  Saiman (foto: dok Okezone)</title></images><description>

MBAH SAIMAN, veteran perang asal Kabupaten Blora saat bertempur melawan penjajah Belanda. Pria yang tergabung dalam Detasemen Zeni Lima Divisi Lima di bawah pimpinan Mayor Kusmoro, bertugas sebagai penyapu ranjau.

Dengan semangat juangnya, warga Kelurahan Kedung Jenar, Kecamatan Blora Kota menceritakan masa mudanya. Ia tak gentar untuk melawan penjajahan Belanda.

&quot;Saya masih muda dan sangat bersemangat bertempur melawan Belanda,&quot; kata Mbah Saiman.

BACA JUGA:
Daftar 7 Tokoh Penting PKI, Siapa Saja?

Kala itu, sambung dia, Belanda mengepung Pulau Jawa. Ia langung mengambil bagian masuk ke palagan. Bersama pejuang lain mereka bergerak ke wilayah Kecamatan Cepu, Blora. Bahkan sempat mundur ke hutan dan bersembunyi selama satu tahun, melakukan perang gerilya.

&quot;Saya dan lima teman saya bertugas sebagai pembersih ranjau. Ranjau-ranjau yang telah berhasil ditemukan, lalu dikumpulkan untuk digunakan kembali melawan Belanda,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
6 Gerakan Separatisme di Indonesia, dari PKI hingga OPM
Mbah Samian juga pernah dikirim ke Sulawesi hingga Irian Jawa untuk melawan Belanda.



&quot;Saya juga ikut berperang selama 15 hari, melawan pasukan PKI di bawah pimpinan Musso. Saat terjadi G30S PKI juga saya ikut berperang menggayang pasukan PKI,&quot; ujarnya.



Kini, Samian pensiun menjadi pejuang. Ia memilih hidup sederhana di rumah. Kepada generasi muda, dirinya menaruh harapan untuk bisa terus berjuang melebihi perjuangannya di masa perang fisik untuk kemajuan bangsa.</description><content:encoded>

MBAH SAIMAN, veteran perang asal Kabupaten Blora saat bertempur melawan penjajah Belanda. Pria yang tergabung dalam Detasemen Zeni Lima Divisi Lima di bawah pimpinan Mayor Kusmoro, bertugas sebagai penyapu ranjau.

Dengan semangat juangnya, warga Kelurahan Kedung Jenar, Kecamatan Blora Kota menceritakan masa mudanya. Ia tak gentar untuk melawan penjajahan Belanda.

&quot;Saya masih muda dan sangat bersemangat bertempur melawan Belanda,&quot; kata Mbah Saiman.

BACA JUGA:
Daftar 7 Tokoh Penting PKI, Siapa Saja?

Kala itu, sambung dia, Belanda mengepung Pulau Jawa. Ia langung mengambil bagian masuk ke palagan. Bersama pejuang lain mereka bergerak ke wilayah Kecamatan Cepu, Blora. Bahkan sempat mundur ke hutan dan bersembunyi selama satu tahun, melakukan perang gerilya.

&quot;Saya dan lima teman saya bertugas sebagai pembersih ranjau. Ranjau-ranjau yang telah berhasil ditemukan, lalu dikumpulkan untuk digunakan kembali melawan Belanda,&quot; ujarnya.

BACA JUGA:
6 Gerakan Separatisme di Indonesia, dari PKI hingga OPM
Mbah Samian juga pernah dikirim ke Sulawesi hingga Irian Jawa untuk melawan Belanda.



&quot;Saya juga ikut berperang selama 15 hari, melawan pasukan PKI di bawah pimpinan Musso. Saat terjadi G30S PKI juga saya ikut berperang menggayang pasukan PKI,&quot; ujarnya.



Kini, Samian pensiun menjadi pejuang. Ia memilih hidup sederhana di rumah. Kepada generasi muda, dirinya menaruh harapan untuk bisa terus berjuang melebihi perjuangannya di masa perang fisik untuk kemajuan bangsa.</content:encoded></item></channel></rss>
