<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Masyarakat ASEAN, Masyarakat Tangguh </title><description>KTT menjadi ajang masyarakat ASEAN merumuskan strategi dan menjalin kerjasama untuk menghadapi tantangan dunia ke depan</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/05/1/2877479/masyarakat-asean-masyarakat-tangguh</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/05/1/2877479/masyarakat-asean-masyarakat-tangguh"/><item><title>Masyarakat ASEAN, Masyarakat Tangguh </title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/05/1/2877479/masyarakat-asean-masyarakat-tangguh</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/05/1/2877479/masyarakat-asean-masyarakat-tangguh</guid><pubDate>Selasa 05 September 2023 14:53 WIB</pubDate><dc:creator>Fitria Dwi Astuti </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/05/1/2877479/masyarakat-asean-masyarakat-tangguh-WwmbtdVpj8.png" expression="full" type="image/jpeg">KTT ke-43 ASEAN (Foto: Dok Kementerian Kominfo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/05/1/2877479/masyarakat-asean-masyarakat-tangguh-WwmbtdVpj8.png</image><title>KTT ke-43 ASEAN (Foto: Dok Kementerian Kominfo)</title></images><description>Jakarta&amp;ndash; Pada 2020, wabah Covid-19 melanda dunia. Saat itu, Wahid, 45  tahun, pekerja serabutan warga asli Serpong, wilayah kota Tangerang Selatan, tiba-tiba kehilangan  sumber pendapatan. &amp;ldquo;Biasanya saya ngojek, antar jemput sekolah. Tiba-tiba sekolah harus  pembelajaran jarak jauh. Semua orang di rumah. Tidak ada yang perlu jasa saya,&amp;rdquo; keluhnya.
Sekitar 3.500 kilometer jauhnya dari rumah Wahid, ada Aroon Tanawat, 42 tahun, warga Chiang  Mai, yang pandai memasak. Ia membuka kelas memasak untuk turis, dan mempromosikan kelasnya  lewat media sosial. Tiap hari, paling tidak ada dua turis yang mendaftar. Sayang, pandemi  menghentikan industri pariwisata, lalu berdampak pada kegiatan Aroon.
Saat itulah, organisasi ASEAN bergerak. Perhimpunan mengaktivasi mekanisme regional, berisi  standar pertukaran informasi dan kerja sama. Segera dibentuk ASEAN BioDiaspora Virtual Center  yang bisa memberikan landasan pemikiran bagi pemerintah negara anggota mengambil keputusan  untuk mengatasi wabah. Seiring berjalannya waktu, organisasi menginisiasi pembentukan respon  pandemi yang lebih maju, sekaligus membangun ketahanan jika di masa depan terjadi lagi ancaman  kesehatan. Semua bisa dicapai melalui dialog, pembangunan, dan kerja sama antara negara-negara  ASEAN.
Di luar hiruk pikuk yang terjadi di jajaran pemerintahan, dan duka yang menyelimuti karena korban  seolah tak henti berjatuhan, pandemi justru berdampak positif pada ekonomi digital di Asia  Tenggara. Tercatat sekitar 40 juta pengguna internet baru di Indonesia, Malaysia, Filipina, Vietnam,  dan Thailand. Pembatasan kegiatan selama wabah Covid-19 memaksa masyarakat untuk  berbelanja dari rumah. Bisnis e-commerce langsung melonjak hingga 63 persen.
Perkembangan ekonomi terus terjadi, makin melesat setelah negara-negara ASEAN berhasil  melewati masa pandemi.
Buktinya, tahun ini, Indonesia kembali mendapat status negara berpendapatan menengah ke atas  dari Bank Dunia. Dasar penilaiannya adalah pendapatan nasional bruto (PNB) tahunan per kapita  Indonesia yang mencapai $4.580 pada 2022. Saat pandemi, status Indonesia sempat &amp;ldquo;turun kelas&amp;rdquo;.  Kembali mendapat status sebagai negara berpendapatan menengah ke atas semakin menjelaskan  bahwa Indonesia telah bangkit dari pandemi.
Bukan hanya Indonesia yang membuktikan kekuatannya. Negara-negara ASEAN lain pun demikian.  Singapura, misalnya, mencatat pertumbuhan sebesar 0,7 persen (year on year) pada kuartal II/  2023, naik dari 0,4 persen dari kuartal sebelumnya. Laju ekonomi positif juga ditunjukkan oleh  Filipina. Philippine Statistics Authority (PSA) mengeluarkan rilis yang menyatakan bahwa sektor ekonomi utama mereka semua tumbuh positif di kuartal II/2023. Pertumbuhan ekonomi negara  mencapai 4,3 persen secara tahunan pada kuartal II 2023 ini. Penyumbang pertumbuhan ekonomi  Filipina di kuartal ini, antara lain, adalah perdagangan skala besar dan skala eceran, serta kendaraan  bermotor, yaitu sebesar 5,3 persen.
Sementara itu, Vietnam membukukan angka pertumbuhan ekonomi 4,14 persen pada kuartal  II/2023. Meski pemerintahnya mengakui bahwa perekonomian mereka melambat, tetapi angka  pertumbuhannya tetap baik di tengah tantangan global.
Wilayah Asia Tenggara memang terus bertumbuh. Jelang KTT ke-43 ASEAN, salah satu pertemuan  tingkat menteri yang dilakukan adalah ASEAN Economic Community Council atau AECC, pada  Minggu 3 September 2023. Pertemuan tersebut membahas pilar ekonomi ASEAN. Dalam  pertemuan, terungkap bahwa total PDB ASEAN adalah $3,6 triliun dolar Amerika di tahun 2022.  Pertumbuhan ekonomi ASEAN di 2024 diperkirakan menjadi yang tertinggi di dunia, mencapai 4,5  persen.
ASEAN juga menjadi kawasan yang paling menarik bagi Foreign Direct Investment (FDI). Di tahun  2022, 17 persen FDI masuk ke ASEAN, membuatnya jadi penerima FDI tertinggi jika dibandingkan  dengan kawasan berkembang lainnya. Sungguh sebuah data yang membanggakan, menjadi bukti  kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang Asia Tenggara.
Ketangguhan ASEAN lagi-lagi teruji saat terjadi perseteruan antara Rusia dan Ukraina. Konflik global  itu sempat menyebabkan kenaikan harga komoditas, mengingat dua negara yang bertikai adalah  pengekspor utama bahan bakar fosil, biji-bijian, pupuk, dan logam. Namun, kondisi segera  membaik. Meski belum pulih seperti semula dampak perang di Ukraina bisa dikurangi oleh  masyarakat ASEAN.
Masyarakat ASEAN memang kuat. Kekuatan itu tentu tidak datang dengan sendirinya, tapi harus  diupayakan melalui kebijakan-kebijakan pemerintahnya.
Keadaan ASEAN saat ini adalah perwujudan visi Komunitas ASEAN yang diluncurkan pada 2015.  Dalam visi tersebut, tercantum bahwa tujuan komunitas adalah membentuk komunitas negara negara yang &amp;ldquo;menikmati hak asasi manusia dan kebebasan fundamental serta berkembang dalam  lingkungan yang adil, demokratis, harmonis, dan peka gender sesuai prinsip demokrasi,  pemerintahan yang baik, dan supremasi hukum&amp;rdquo;.
Memang, visi Komunitas ASEAN seperti ternoda ketika beberapa negara mengalami goncangan  politik. Masyarakat ASEAN memang tidak diam saja melihat Myanmar didera konflik. Demikian juga  ketika Thailand bergolak. Namun, disisi lain, semua pihak menahan diri untuk tidak mencampuri  politik internal negara tetangga, karena prinsip tersebut termasuk salah satu tujuan ASEAN, yaitu  prinsip noninterfensi.
ASEAN Matters: Epicentrum of Growth
Dalam Keketuaan Indonesia di ASEAN 2023, tema yang dijalankan adalah ASEAN Matters:  Epicentrum of Growth. Terdapat tiga pilar dalam tema tersebut. Pertama, pilar ASEAN Matters, yang tujuannya menjadikan ASEAN tetap relevan, mampu hadapi tantangan ke depan, serta terus  menjadi motor stabilitas dan perdamaian kawasan.
Kedua adalah Epicentrum of Growth yang mendorong kerja sama konkret, sehingga manfaatnya  dapat dirasakan oleh rakyat. Diharapkan kawasan Asia Tenggara bisa menjadi pusat pertumbuhan  ekonomi global. Terakhir adalah pilar ketiga yang terkait dengan Implementasi AOIP (ASEAN  Outlook on the Indo-Pacific). AOIP adalah komitmen membangun kerja sama konkret dan inklusif  dengan semua negara untuk menjadikan Indo Pasifik sebagai kawasan damai dan sejahtera.
Penyelenggaraan KTT ASEAN tentu harus menghasilkan kebijakan, bukan sekadar pertemuan dan  forum diskusi semata. KTT menjadi ajang masyarakat ASEAN merumuskan strategi dan menjalin  kerjasama untuk menghadapi tantangan dunia ke depan. Adalah tugas para pemimpin ASEAN untuk  tetap memberi harapan pada masyarakat. Jika menurunkan biaya tenaga kerja sangat sulit  dilakukan, jalan keluar yang masuk akal adalah mendorong inovasi, penelitian, dan pengembangan  untuk membangun ekonomi yang lebih maju.
Wahid, kini, sudah aktif lagi. Selain jasa ojek, dia sekarang mengerjakan instalasi listrik, juga bisa  mengurus halaman. Lewat program pemberdayaan yang diadakan di kelurahan, istrinya belajar  mengelola catering kecil-kecilan. Paling tidak, sekarang keluarga kecilnya punya sumber pemasukan  lain.
&amp;ldquo;Sebelum antar dagangan istri, saya yang telepon satu per satu ibu-ibu perumahan. Saya  tanya, ada kerjaan nggak? Biasanya sih ada. Misalnya disuruh belanja ke pasar atau jemput anak  sekolah, naik motor. Ya saya mau juga. Lumayan dapat Rp25 ribu,&amp;rdquo; tuturnya sambil tertawa.
Sementara Aroon, seiring pulihnya pariwisata Thailand, juga kembali sibuk dengan kelas masaknya.  Kini, kelas berlangsung maksimal dua kali, tiap kelas melayani empat turis. Dari pinjaman  pemerintah berbunga rendah, ia merenovasi teras rumahnya menjadi lokasi kelas memasak. Saat  ini, ada empat kompor dan empat meja persiapan, juga ada ruang makan tempat para peserta kelas  memasak menikmati hasil olahan sendiri.
Mereka, seperti juga warga Asia Tenggara yang lain, kini telah kembali menjalani hidup seperti  sebelum pandemi. Namun, lebih jauh, mereka menggantungkan asa pada para pemimpin ASEAN.  Mereka tentu ingin penghidupan yang lebih baik. Berbagai kebijakan yang nantinya lahir dari  konferensi KTT ke-43 ASEAN harus selekasnya direalisasikan agar segera menyentuh kepentingan  masyarakat seperti mereka.
Meski masa depan belum pasti, ada satu hal yang tetap dapat kita upayakan bersama yaitu  stabilitas, perdamaian, dan kemakmuran kawasan</description><content:encoded>Jakarta&amp;ndash; Pada 2020, wabah Covid-19 melanda dunia. Saat itu, Wahid, 45  tahun, pekerja serabutan warga asli Serpong, wilayah kota Tangerang Selatan, tiba-tiba kehilangan  sumber pendapatan. &amp;ldquo;Biasanya saya ngojek, antar jemput sekolah. Tiba-tiba sekolah harus  pembelajaran jarak jauh. Semua orang di rumah. Tidak ada yang perlu jasa saya,&amp;rdquo; keluhnya.
Sekitar 3.500 kilometer jauhnya dari rumah Wahid, ada Aroon Tanawat, 42 tahun, warga Chiang  Mai, yang pandai memasak. Ia membuka kelas memasak untuk turis, dan mempromosikan kelasnya  lewat media sosial. Tiap hari, paling tidak ada dua turis yang mendaftar. Sayang, pandemi  menghentikan industri pariwisata, lalu berdampak pada kegiatan Aroon.
Saat itulah, organisasi ASEAN bergerak. Perhimpunan mengaktivasi mekanisme regional, berisi  standar pertukaran informasi dan kerja sama. Segera dibentuk ASEAN BioDiaspora Virtual Center  yang bisa memberikan landasan pemikiran bagi pemerintah negara anggota mengambil keputusan  untuk mengatasi wabah. Seiring berjalannya waktu, organisasi menginisiasi pembentukan respon  pandemi yang lebih maju, sekaligus membangun ketahanan jika di masa depan terjadi lagi ancaman  kesehatan. Semua bisa dicapai melalui dialog, pembangunan, dan kerja sama antara negara-negara  ASEAN.
Di luar hiruk pikuk yang terjadi di jajaran pemerintahan, dan duka yang menyelimuti karena korban  seolah tak henti berjatuhan, pandemi justru berdampak positif pada ekonomi digital di Asia  Tenggara. Tercatat sekitar 40 juta pengguna internet baru di Indonesia, Malaysia, Filipina, Vietnam,  dan Thailand. Pembatasan kegiatan selama wabah Covid-19 memaksa masyarakat untuk  berbelanja dari rumah. Bisnis e-commerce langsung melonjak hingga 63 persen.
Perkembangan ekonomi terus terjadi, makin melesat setelah negara-negara ASEAN berhasil  melewati masa pandemi.
Buktinya, tahun ini, Indonesia kembali mendapat status negara berpendapatan menengah ke atas  dari Bank Dunia. Dasar penilaiannya adalah pendapatan nasional bruto (PNB) tahunan per kapita  Indonesia yang mencapai $4.580 pada 2022. Saat pandemi, status Indonesia sempat &amp;ldquo;turun kelas&amp;rdquo;.  Kembali mendapat status sebagai negara berpendapatan menengah ke atas semakin menjelaskan  bahwa Indonesia telah bangkit dari pandemi.
Bukan hanya Indonesia yang membuktikan kekuatannya. Negara-negara ASEAN lain pun demikian.  Singapura, misalnya, mencatat pertumbuhan sebesar 0,7 persen (year on year) pada kuartal II/  2023, naik dari 0,4 persen dari kuartal sebelumnya. Laju ekonomi positif juga ditunjukkan oleh  Filipina. Philippine Statistics Authority (PSA) mengeluarkan rilis yang menyatakan bahwa sektor ekonomi utama mereka semua tumbuh positif di kuartal II/2023. Pertumbuhan ekonomi negara  mencapai 4,3 persen secara tahunan pada kuartal II 2023 ini. Penyumbang pertumbuhan ekonomi  Filipina di kuartal ini, antara lain, adalah perdagangan skala besar dan skala eceran, serta kendaraan  bermotor, yaitu sebesar 5,3 persen.
Sementara itu, Vietnam membukukan angka pertumbuhan ekonomi 4,14 persen pada kuartal  II/2023. Meski pemerintahnya mengakui bahwa perekonomian mereka melambat, tetapi angka  pertumbuhannya tetap baik di tengah tantangan global.
Wilayah Asia Tenggara memang terus bertumbuh. Jelang KTT ke-43 ASEAN, salah satu pertemuan  tingkat menteri yang dilakukan adalah ASEAN Economic Community Council atau AECC, pada  Minggu 3 September 2023. Pertemuan tersebut membahas pilar ekonomi ASEAN. Dalam  pertemuan, terungkap bahwa total PDB ASEAN adalah $3,6 triliun dolar Amerika di tahun 2022.  Pertumbuhan ekonomi ASEAN di 2024 diperkirakan menjadi yang tertinggi di dunia, mencapai 4,5  persen.
ASEAN juga menjadi kawasan yang paling menarik bagi Foreign Direct Investment (FDI). Di tahun  2022, 17 persen FDI masuk ke ASEAN, membuatnya jadi penerima FDI tertinggi jika dibandingkan  dengan kawasan berkembang lainnya. Sungguh sebuah data yang membanggakan, menjadi bukti  kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang Asia Tenggara.
Ketangguhan ASEAN lagi-lagi teruji saat terjadi perseteruan antara Rusia dan Ukraina. Konflik global  itu sempat menyebabkan kenaikan harga komoditas, mengingat dua negara yang bertikai adalah  pengekspor utama bahan bakar fosil, biji-bijian, pupuk, dan logam. Namun, kondisi segera  membaik. Meski belum pulih seperti semula dampak perang di Ukraina bisa dikurangi oleh  masyarakat ASEAN.
Masyarakat ASEAN memang kuat. Kekuatan itu tentu tidak datang dengan sendirinya, tapi harus  diupayakan melalui kebijakan-kebijakan pemerintahnya.
Keadaan ASEAN saat ini adalah perwujudan visi Komunitas ASEAN yang diluncurkan pada 2015.  Dalam visi tersebut, tercantum bahwa tujuan komunitas adalah membentuk komunitas negara negara yang &amp;ldquo;menikmati hak asasi manusia dan kebebasan fundamental serta berkembang dalam  lingkungan yang adil, demokratis, harmonis, dan peka gender sesuai prinsip demokrasi,  pemerintahan yang baik, dan supremasi hukum&amp;rdquo;.
Memang, visi Komunitas ASEAN seperti ternoda ketika beberapa negara mengalami goncangan  politik. Masyarakat ASEAN memang tidak diam saja melihat Myanmar didera konflik. Demikian juga  ketika Thailand bergolak. Namun, disisi lain, semua pihak menahan diri untuk tidak mencampuri  politik internal negara tetangga, karena prinsip tersebut termasuk salah satu tujuan ASEAN, yaitu  prinsip noninterfensi.
ASEAN Matters: Epicentrum of Growth
Dalam Keketuaan Indonesia di ASEAN 2023, tema yang dijalankan adalah ASEAN Matters:  Epicentrum of Growth. Terdapat tiga pilar dalam tema tersebut. Pertama, pilar ASEAN Matters, yang tujuannya menjadikan ASEAN tetap relevan, mampu hadapi tantangan ke depan, serta terus  menjadi motor stabilitas dan perdamaian kawasan.
Kedua adalah Epicentrum of Growth yang mendorong kerja sama konkret, sehingga manfaatnya  dapat dirasakan oleh rakyat. Diharapkan kawasan Asia Tenggara bisa menjadi pusat pertumbuhan  ekonomi global. Terakhir adalah pilar ketiga yang terkait dengan Implementasi AOIP (ASEAN  Outlook on the Indo-Pacific). AOIP adalah komitmen membangun kerja sama konkret dan inklusif  dengan semua negara untuk menjadikan Indo Pasifik sebagai kawasan damai dan sejahtera.
Penyelenggaraan KTT ASEAN tentu harus menghasilkan kebijakan, bukan sekadar pertemuan dan  forum diskusi semata. KTT menjadi ajang masyarakat ASEAN merumuskan strategi dan menjalin  kerjasama untuk menghadapi tantangan dunia ke depan. Adalah tugas para pemimpin ASEAN untuk  tetap memberi harapan pada masyarakat. Jika menurunkan biaya tenaga kerja sangat sulit  dilakukan, jalan keluar yang masuk akal adalah mendorong inovasi, penelitian, dan pengembangan  untuk membangun ekonomi yang lebih maju.
Wahid, kini, sudah aktif lagi. Selain jasa ojek, dia sekarang mengerjakan instalasi listrik, juga bisa  mengurus halaman. Lewat program pemberdayaan yang diadakan di kelurahan, istrinya belajar  mengelola catering kecil-kecilan. Paling tidak, sekarang keluarga kecilnya punya sumber pemasukan  lain.
&amp;ldquo;Sebelum antar dagangan istri, saya yang telepon satu per satu ibu-ibu perumahan. Saya  tanya, ada kerjaan nggak? Biasanya sih ada. Misalnya disuruh belanja ke pasar atau jemput anak  sekolah, naik motor. Ya saya mau juga. Lumayan dapat Rp25 ribu,&amp;rdquo; tuturnya sambil tertawa.
Sementara Aroon, seiring pulihnya pariwisata Thailand, juga kembali sibuk dengan kelas masaknya.  Kini, kelas berlangsung maksimal dua kali, tiap kelas melayani empat turis. Dari pinjaman  pemerintah berbunga rendah, ia merenovasi teras rumahnya menjadi lokasi kelas memasak. Saat  ini, ada empat kompor dan empat meja persiapan, juga ada ruang makan tempat para peserta kelas  memasak menikmati hasil olahan sendiri.
Mereka, seperti juga warga Asia Tenggara yang lain, kini telah kembali menjalani hidup seperti  sebelum pandemi. Namun, lebih jauh, mereka menggantungkan asa pada para pemimpin ASEAN.  Mereka tentu ingin penghidupan yang lebih baik. Berbagai kebijakan yang nantinya lahir dari  konferensi KTT ke-43 ASEAN harus selekasnya direalisasikan agar segera menyentuh kepentingan  masyarakat seperti mereka.
Meski masa depan belum pasti, ada satu hal yang tetap dapat kita upayakan bersama yaitu  stabilitas, perdamaian, dan kemakmuran kawasan</content:encoded></item></channel></rss>
