<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi: Jangan Jadikan ASEAN Arena Rivalitas Saling Menghancurkan</title><description>Presiden Jokowi membuka KTT ASEAN Ke-43 di JCC, Jakarta, 5 September 2023.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/05/18/2877311/jokowi-jangan-jadikan-asean-arena-rivalitas-saling-menghancurkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/05/18/2877311/jokowi-jangan-jadikan-asean-arena-rivalitas-saling-menghancurkan"/><item><title>Jokowi: Jangan Jadikan ASEAN Arena Rivalitas Saling Menghancurkan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/05/18/2877311/jokowi-jangan-jadikan-asean-arena-rivalitas-saling-menghancurkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/05/18/2877311/jokowi-jangan-jadikan-asean-arena-rivalitas-saling-menghancurkan</guid><pubDate>Selasa 05 September 2023 11:27 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/05/18/2877311/peringatkan-negara-besar-jokowi-jangan-jadikan-asean-arena-rivalitas-saling-menghancurkan-gQ5aa6NLr6.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Biro Pers Setpres. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/05/18/2877311/peringatkan-negara-besar-jokowi-jangan-jadikan-asean-arena-rivalitas-saling-menghancurkan-gQ5aa6NLr6.jpg</image><title>Foto: Biro Pers Setpres. </title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi pesan kepada negara-negara besar agar tidak menjadikan ASEAN sebagai arena untuk berebut pengaruh dan saling menjatuhkan. Hal itu disampaikan Jokowi saat membuka KTT Ke-43 ASEAN di Jakarta Convention Centre (JCC), Selasa, (5/9/2023).

BACA JUGA:
&amp;nbsp;Buka KTT Ke-43 ASEAN, Jokowi: Persatuan ASEAN Terpelihara dengan Baik&amp;nbsp;

Mengawali pidatonya, Jokowi mengatakan bahwa persatuan ASEAN masih terjaga dengan baik di tengah banyaknya masalah yang melanda kawasan. Dia mengakui bahwa situasi dunia saat ini menimbulkan tantangan bagi ASEAN dan mendorong negara-negara besar untuk memperbesar pengaruhnya di kawasan.
&amp;ldquo;Dunia memang tidak sedang baik-baik saja. tantangan masa depan semakin berat dan menimbulkan perebutan pengaruh oleh kekuatan besar. Tapi ASEAN sudah sepakat untuk tidak menjadi proksi bagi kekuatan manapun, untuk bekerja sama dengan siapapun bagi perdamaian dan kemakmuran,&amp;rdquo; kata Jokowi dalam pidato pembukaannya.

BACA JUGA:
&amp;nbsp;Resmi Buka KTT ASEAN 2023, Presiden Jokowi: Apakah Kapal ASEAN Mampu Terus Melaju?&amp;nbsp;

Lebih lanjut, Presiden RI meminta agar negara-negara besar tidak menjadi ASEAN sebagai arena berebut pengaruh, sebaliknya, menjadikan perkumpulan negara-negara Asia Tenggara itu mitra untuk bekerja sama  untuk mencapai perdamaian dan kemakmuran.&amp;ldquo;Jangan jadikan kapal ASEAN sebagai arena rivalitas yang saling menghancurkan tapi jadikan kapal ASEAN sebagai ladang menunbuhkan kerja sama menciptakan kemakmuran, menciptakan stabilitas, tidak hanya bagi kawasan tetapi juga bagi dunia,&amp;rdquo; ujarnya.

KTT Ke-43 ASEAN, yang akan berlangsung hingga 7 September 2023, digelar di tengah berbagai isu pelik yang melanda kawasan Asia Tenggara. Krisis di Myanmar yang tak kunjung ada penyelesaian, sengketa di Laut Cina Selatan yang kembali memanas, hingga ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dengan China di Indo-Pasifik.
Meski ASEAN selama keketuaan Indonesia pada 2023 mengambil tema &amp;ldquo;ASEAN Matters: Epicentrum of Growth&amp;rdquo;, yang berfokus pada pertumbuhan ekonomi, isu-isu geopolitik dan keamanan kawasan dan dunia tampaknya masih menjadi salah satu perhatian utama dalam KTT kali ini.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi pesan kepada negara-negara besar agar tidak menjadikan ASEAN sebagai arena untuk berebut pengaruh dan saling menjatuhkan. Hal itu disampaikan Jokowi saat membuka KTT Ke-43 ASEAN di Jakarta Convention Centre (JCC), Selasa, (5/9/2023).

BACA JUGA:
&amp;nbsp;Buka KTT Ke-43 ASEAN, Jokowi: Persatuan ASEAN Terpelihara dengan Baik&amp;nbsp;

Mengawali pidatonya, Jokowi mengatakan bahwa persatuan ASEAN masih terjaga dengan baik di tengah banyaknya masalah yang melanda kawasan. Dia mengakui bahwa situasi dunia saat ini menimbulkan tantangan bagi ASEAN dan mendorong negara-negara besar untuk memperbesar pengaruhnya di kawasan.
&amp;ldquo;Dunia memang tidak sedang baik-baik saja. tantangan masa depan semakin berat dan menimbulkan perebutan pengaruh oleh kekuatan besar. Tapi ASEAN sudah sepakat untuk tidak menjadi proksi bagi kekuatan manapun, untuk bekerja sama dengan siapapun bagi perdamaian dan kemakmuran,&amp;rdquo; kata Jokowi dalam pidato pembukaannya.

BACA JUGA:
&amp;nbsp;Resmi Buka KTT ASEAN 2023, Presiden Jokowi: Apakah Kapal ASEAN Mampu Terus Melaju?&amp;nbsp;

Lebih lanjut, Presiden RI meminta agar negara-negara besar tidak menjadi ASEAN sebagai arena berebut pengaruh, sebaliknya, menjadikan perkumpulan negara-negara Asia Tenggara itu mitra untuk bekerja sama  untuk mencapai perdamaian dan kemakmuran.&amp;ldquo;Jangan jadikan kapal ASEAN sebagai arena rivalitas yang saling menghancurkan tapi jadikan kapal ASEAN sebagai ladang menunbuhkan kerja sama menciptakan kemakmuran, menciptakan stabilitas, tidak hanya bagi kawasan tetapi juga bagi dunia,&amp;rdquo; ujarnya.

KTT Ke-43 ASEAN, yang akan berlangsung hingga 7 September 2023, digelar di tengah berbagai isu pelik yang melanda kawasan Asia Tenggara. Krisis di Myanmar yang tak kunjung ada penyelesaian, sengketa di Laut Cina Selatan yang kembali memanas, hingga ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dengan China di Indo-Pasifik.
Meski ASEAN selama keketuaan Indonesia pada 2023 mengambil tema &amp;ldquo;ASEAN Matters: Epicentrum of Growth&amp;rdquo;, yang berfokus pada pertumbuhan ekonomi, isu-isu geopolitik dan keamanan kawasan dan dunia tampaknya masih menjadi salah satu perhatian utama dalam KTT kali ini.</content:encoded></item></channel></rss>
