<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BMKG: Waspada Gelombang Sangat Tinggi di Perairan Banten</title><description>Untuk itu, perlu diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran seperti Perahu Nelayan</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/05/337/2877215/bmkg-waspada-gelombang-sangat-tinggi-di-perairan-banten</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/05/337/2877215/bmkg-waspada-gelombang-sangat-tinggi-di-perairan-banten"/><item><title>BMKG: Waspada Gelombang Sangat Tinggi di Perairan Banten</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/05/337/2877215/bmkg-waspada-gelombang-sangat-tinggi-di-perairan-banten</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/05/337/2877215/bmkg-waspada-gelombang-sangat-tinggi-di-perairan-banten</guid><pubDate>Selasa 05 September 2023 08:44 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/05/337/2877215/bmkg-waspada-gelombang-sangat-tinggi-di-perairan-banten-9bdYuNCdZe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Istimewa/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/05/337/2877215/bmkg-waspada-gelombang-sangat-tinggi-di-perairan-banten-9bdYuNCdZe.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Istimewa/Okezone)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wNS8xLzE3MDE1Ni81L3g4bnFieng=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan pada 5 - 6 September 2023.
Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Tenggara - Barat dengan kecepatan angin berkisar 6 - 25 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Timur - Tenggara dengan kecepatan 8 - 28 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan P. Enggano - Bengkulu, perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Banten - Jawa Barat, Laut Jawa, Selat Makassar bagian selatan, dan perairan selatan Kalimantan.
Kondisi ini menyebabkan terjadinya peluang peningkatan gelombang setinggi 1.25 - 2.5 meter di Selat Malaka bagian utara, perairan timur Kep. Simeulue - Kep. Mentawai, Laut Natuna Utara, perairan Kep. Anambas, perairan timur Kep. Bintan - Kep. Lingga, Laut Natuna, perairan utara P. Bangka, Selat Karimata, Laut Jawa, perairan utara Jawa Timur, Selat Lombok bagian utara, Selat Sape bagian selatan, Laut Sawu, perairan Kupang - P. Rote, dan Samudra Hindia Selatan Kupang.

BACA JUGA:
Berkat Komunitas Tuna Netra, Wonder Reader Tercetus Ide Brilian Ciptakan Alat Canggih

Kemudian perairan selatan Kalimantan - Kotabaru, Selat Makassar bagian tengah dan selatan, Laut Sumbawa, Laut Flores, perairan Kep. Selayar, perairan Baubau - Kep. Wakatobi, Laut Banda, perairan selatan Kep. Tanimbar - Kep. Kei - Kep. Aru, Laut Arafuru, Laut Sulawesi bagian timur, perairan Kep. Sangihe - Kep. Talaud, Laut Maluku, Laut Seram.

BACA JUGA:
Berikut 10 Pj Gubernur yang Dilantik Hari Ini

Untuk gelombang di kisaran lebih tinggi 2.50 - 4.0 meter berpeluang terjadi di perairan utara Sabang, perairan barat Aceh - Kep. Mentawai, perairan P. Enggano - Bengkulu, Samudra Hindia Barat Aceh - Kep. Mentawai, perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Banten - P. Sumba, Selat Bali - Lombok - Alas bagian selatan, Selat Sumba  bagian barat, hingga Samudra Hindia Selatan Jawa Barat - P. Sumba.
BACA JUGA:
26 Artis Dilaporkan Kasus Judi Online, Ini Detailnya



Sedangkan, untuk gelombang yang sangat tinggi di kisaran 4.0 - 6.0 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia Barat Bengkulu - selatan Banten.

Untuk itu, perlu diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran seperti Perahu Nelayan (Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), Kapal Tongkang (Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), Kapal Ferry (Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (Kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Harga Minyak Dunia Naik di Tengah Prospek Perpanjangan Pengurangan Pasokan OPEC+

&quot;Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,&quot; demikian keterangan BMKG.




</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wNS8xLzE3MDE1Ni81L3g4bnFieng=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan pada 5 - 6 September 2023.
Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Tenggara - Barat dengan kecepatan angin berkisar 6 - 25 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Timur - Tenggara dengan kecepatan 8 - 28 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan P. Enggano - Bengkulu, perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan Banten - Jawa Barat, Laut Jawa, Selat Makassar bagian selatan, dan perairan selatan Kalimantan.
Kondisi ini menyebabkan terjadinya peluang peningkatan gelombang setinggi 1.25 - 2.5 meter di Selat Malaka bagian utara, perairan timur Kep. Simeulue - Kep. Mentawai, Laut Natuna Utara, perairan Kep. Anambas, perairan timur Kep. Bintan - Kep. Lingga, Laut Natuna, perairan utara P. Bangka, Selat Karimata, Laut Jawa, perairan utara Jawa Timur, Selat Lombok bagian utara, Selat Sape bagian selatan, Laut Sawu, perairan Kupang - P. Rote, dan Samudra Hindia Selatan Kupang.

BACA JUGA:
Berkat Komunitas Tuna Netra, Wonder Reader Tercetus Ide Brilian Ciptakan Alat Canggih

Kemudian perairan selatan Kalimantan - Kotabaru, Selat Makassar bagian tengah dan selatan, Laut Sumbawa, Laut Flores, perairan Kep. Selayar, perairan Baubau - Kep. Wakatobi, Laut Banda, perairan selatan Kep. Tanimbar - Kep. Kei - Kep. Aru, Laut Arafuru, Laut Sulawesi bagian timur, perairan Kep. Sangihe - Kep. Talaud, Laut Maluku, Laut Seram.

BACA JUGA:
Berikut 10 Pj Gubernur yang Dilantik Hari Ini

Untuk gelombang di kisaran lebih tinggi 2.50 - 4.0 meter berpeluang terjadi di perairan utara Sabang, perairan barat Aceh - Kep. Mentawai, perairan P. Enggano - Bengkulu, Samudra Hindia Barat Aceh - Kep. Mentawai, perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Banten - P. Sumba, Selat Bali - Lombok - Alas bagian selatan, Selat Sumba  bagian barat, hingga Samudra Hindia Selatan Jawa Barat - P. Sumba.
BACA JUGA:
26 Artis Dilaporkan Kasus Judi Online, Ini Detailnya



Sedangkan, untuk gelombang yang sangat tinggi di kisaran 4.0 - 6.0 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia Barat Bengkulu - selatan Banten.

Untuk itu, perlu diperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran seperti Perahu Nelayan (Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), Kapal Tongkang (Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), Kapal Ferry (Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (Kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Harga Minyak Dunia Naik di Tengah Prospek Perpanjangan Pengurangan Pasokan OPEC+

&quot;Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,&quot; demikian keterangan BMKG.




</content:encoded></item></channel></rss>
