<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Kasus ISPA Melonjak di Depok, Wali Kota: Faktornya Bukan Polusi Udara Saja</title><description>Mohammad Idris berdalih faktor penyebab kasus infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) melonjak bukan polusi udara saja.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/05/338/2877245/kasus-ispa-melonjak-di-depok-wali-kota-faktornya-bukan-polusi-udara-saja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/05/338/2877245/kasus-ispa-melonjak-di-depok-wali-kota-faktornya-bukan-polusi-udara-saja"/><item><title>   Kasus ISPA Melonjak di Depok, Wali Kota: Faktornya Bukan Polusi Udara Saja</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/05/338/2877245/kasus-ispa-melonjak-di-depok-wali-kota-faktornya-bukan-polusi-udara-saja</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/05/338/2877245/kasus-ispa-melonjak-di-depok-wali-kota-faktornya-bukan-polusi-udara-saja</guid><pubDate>Selasa 05 September 2023 09:36 WIB</pubDate><dc:creator>Muhammad Refi Sandi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/05/338/2877245/kasus-ispa-melonjak-di-depok-wali-kota-faktornya-bukan-polusi-udara-saja-a2D3mBJaM1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wali Kota Depok M Idris (Foto: Pemkot)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/05/338/2877245/kasus-ispa-melonjak-di-depok-wali-kota-faktornya-bukan-polusi-udara-saja-a2D3mBJaM1.jpg</image><title>Wali Kota Depok M Idris (Foto: Pemkot)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wNS8xLzE3MDE1Ni81L3g4bnFieng=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
DEPOK - Wali kota Depok, Mohammad Idris berdalih faktor penyebab kasus infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) melonjak bukan polusi udara saja.
Diketahui kasus ISPA di Depok saat polusi udara meningkat, dalam waktu satu bulan tembus delapan ribu kasus lebih.
&quot;Iya ISPA meningkat, meningkatnya ini macam-macam faktornya bukan karena udara saja,&quot; kata Idris kepada wartawan, Senin (4/9/2023).
Sebelumnya, Pemkot Depok melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menyiapkan sejumlah langkah guna mengantisipasi penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) akibat meningkatnya polusi udara di Jabodetabek beberapa hari terakhir.

BACA JUGA:
IHSG Dibuka Menguat Tembus ke Level 7.000

Adapun langkah yang dilakukan mulai dari menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, hingga mengaktifkan kembali Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

BACA JUGA:
5 SMP Negeri Terbaik di Pacitan

&quot;Kita selalu melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat melalui teman-teman di puskesmas melalui penyuluhan, membuat flyer-flyer untuk mengingatkan ketika kualitas udara kita sarakan menggunakan masker, kemudian diaktifkan lagi Germas dan PHBS sehingga masyarakat terhindar dari ISPA,&quot; kata Kepala Dinkes Kota Depok, Mary Liziawati dalam keterangannya, Senin 4 September 2023.Mary menjelaskan bahwa jika dibandingkan dengan bulan lalu, kasus ISPA saat ini mengalami peningkatan, dengan jumlah kasus sebanyak 8.698 kasus.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jadwal Siaran Langsung Perempatfinal FIBA World Cup 2023 Timnas Basket Amerika Serikat vs Italia, Live di iNews!

Ia merinci, pneumonia pada balita 182 kasus, pneumonia berat 0 kasus, bukan pneumonia pada balita 4.969 kasus, non pneumonia pada usia lebih dari lima tahun 3.480 kasus serta pneumonia lebih dari usia lima tahun 67 kasus
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Respons Thomas Doll Setelah 8 Pemain Persija Jakarta Dipanggil ke Timnas Indonesia, Marah?

&quot;Ini data bulan Agustus, jadi memang ada peningkatan dari bulan Juli sebesar 60 persen. Tapi apakah ini karena polusi udara, kita belum bisa memastikan karena kasus ISPA bisa karena infeksi virus, bakteri atau alergi tapi kita akan pantau secara ketat,&quot; ujarnya.

&quot;Ketika memang kualitas udaranya memburuk dan terus terjadi peningkatan kasus yang signifikan, kami akan laporkan ke pimpinan untuk menjadi bahan evaluasi dan kebijakan lebih lanjut,&quot; tambahnya.



</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wNS8xLzE3MDE1Ni81L3g4bnFieng=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
DEPOK - Wali kota Depok, Mohammad Idris berdalih faktor penyebab kasus infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) melonjak bukan polusi udara saja.
Diketahui kasus ISPA di Depok saat polusi udara meningkat, dalam waktu satu bulan tembus delapan ribu kasus lebih.
&quot;Iya ISPA meningkat, meningkatnya ini macam-macam faktornya bukan karena udara saja,&quot; kata Idris kepada wartawan, Senin (4/9/2023).
Sebelumnya, Pemkot Depok melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menyiapkan sejumlah langkah guna mengantisipasi penyakit infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) akibat meningkatnya polusi udara di Jabodetabek beberapa hari terakhir.

BACA JUGA:
IHSG Dibuka Menguat Tembus ke Level 7.000

Adapun langkah yang dilakukan mulai dari menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, hingga mengaktifkan kembali Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

BACA JUGA:
5 SMP Negeri Terbaik di Pacitan

&quot;Kita selalu melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat melalui teman-teman di puskesmas melalui penyuluhan, membuat flyer-flyer untuk mengingatkan ketika kualitas udara kita sarakan menggunakan masker, kemudian diaktifkan lagi Germas dan PHBS sehingga masyarakat terhindar dari ISPA,&quot; kata Kepala Dinkes Kota Depok, Mary Liziawati dalam keterangannya, Senin 4 September 2023.Mary menjelaskan bahwa jika dibandingkan dengan bulan lalu, kasus ISPA saat ini mengalami peningkatan, dengan jumlah kasus sebanyak 8.698 kasus.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Jadwal Siaran Langsung Perempatfinal FIBA World Cup 2023 Timnas Basket Amerika Serikat vs Italia, Live di iNews!

Ia merinci, pneumonia pada balita 182 kasus, pneumonia berat 0 kasus, bukan pneumonia pada balita 4.969 kasus, non pneumonia pada usia lebih dari lima tahun 3.480 kasus serta pneumonia lebih dari usia lima tahun 67 kasus
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Respons Thomas Doll Setelah 8 Pemain Persija Jakarta Dipanggil ke Timnas Indonesia, Marah?

&quot;Ini data bulan Agustus, jadi memang ada peningkatan dari bulan Juli sebesar 60 persen. Tapi apakah ini karena polusi udara, kita belum bisa memastikan karena kasus ISPA bisa karena infeksi virus, bakteri atau alergi tapi kita akan pantau secara ketat,&quot; ujarnya.

&quot;Ketika memang kualitas udaranya memburuk dan terus terjadi peningkatan kasus yang signifikan, kami akan laporkan ke pimpinan untuk menjadi bahan evaluasi dan kebijakan lebih lanjut,&quot; tambahnya.



</content:encoded></item></channel></rss>
