<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemendikbudristek Kembali Gelar Pekan Kebudayaan Nasional 2023</title><description>Acara tersebut menghadirkan semangat pengenalan praktik baik kebudayaan yang dijadikan dalam serangkaian kegiatan wadah kolektif.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/06/337/2878087/kemendikbudristek-kembali-gelar-pekan-kebudayaan-nasional-2023</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/06/337/2878087/kemendikbudristek-kembali-gelar-pekan-kebudayaan-nasional-2023"/><item><title>Kemendikbudristek Kembali Gelar Pekan Kebudayaan Nasional 2023</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/06/337/2878087/kemendikbudristek-kembali-gelar-pekan-kebudayaan-nasional-2023</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/06/337/2878087/kemendikbudristek-kembali-gelar-pekan-kebudayaan-nasional-2023</guid><pubDate>Rabu 06 September 2023 13:47 WIB</pubDate><dc:creator>Giffar Rivana</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/06/337/2878087/kemendikbudristek-kembali-gelar-pekan-kebudayaan-nasional-2023-bn3hRZR0r1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kemendikbudristek kembali gelar Pekan Kebudayaan Nasional 2023 (Foto: Giffar Rivani)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/06/337/2878087/kemendikbudristek-kembali-gelar-pekan-kebudayaan-nasional-2023-bn3hRZR0r1.jpg</image><title>Kemendikbudristek kembali gelar Pekan Kebudayaan Nasional 2023 (Foto: Giffar Rivani)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemenbudristek) Republik Indonesia kembali mengadakan Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) 2023. Dalam acara tersebut, menghadirkan semangat pengenalan praktik baik kebudayaan yang dijadikan dalam serangkaian kegiatan wadah kolektif.

Serangkaian kegiatan yang melibatkan berbagai aspek mulai dari lingkungan, pegiat budaya hingga masyarakat. Di tahun ini, PKN mengangkat tema &amp;ldquo;Merawat Bumi, Merawat Kebudayaan&amp;rdquo; dengan maksud memberikan makna dan relevansi tiap aksi berkesenian dan berkebudayaan yang mana tetap berakar pada nilai budaya dan kearifan lokal.

&quot;Tema ini merupakan sebuah refleksi dari visi kita tentang bagaimana budaya dan alam bisa dan harus berjalan beriringan. Ketika kita berbicara tentang merawat budaya,&quot; kata Direktur Jenderal Kebudayaan (Dirjenbud), Kemendikbudristek, Hilmar Farid, di Jakarta, Selasa (5/9/2023).

&quot;kita juga bicara tentang etos dan nilai yang mengajarkan kita untuk merawat bumi sebagai satu-satunya rumah kita,&amp;rdquo; sambungnya.

BACA JUGA:
Kemendagri Evaluasi Penyelenggaraan Pemda, Kota Semarang Teratas Morut Terbaik di Sulteng


Menurut Hilmar, PKN 2023 ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga sebuah misi. Misi untuk mengingatkan masyarakat bahwa kebudayaan turut berperan dalam dalam menciptakan masa depan bumi yang berkelanjutan.

&quot;Dalam keanekaragaman budaya kita, terdapat solusi dan inovasi lokal yang bisa kita aplikasikan untuk menjaga keberlanjutan lingkungan,&quot; ucapnya.

BACA JUGA:
Resmikan Gedung Pusat Pencak Silat Jabar, Ridwan Kamil: Wajah Kebudayaan Indonesia&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Pelaksanaan PKN sendiri terbagi dalam tiga fase, yakni Rawat, Panen, dan Bagi. Tahap puncak sepanjang September-Oktober 2023, di mana seluruh karya dibagikan melalui pameran, tur, perjamuan, pagelaran, konferensi, lokakarya, hingga penerbitan untuk dapat dikonsumsi publik.



Puncak acara, pada fase &amp;ldquo;Bagi,&amp;rdquo; akan diadakan pada 20-29 Oktober 2023 dengan serangkaian pameran dan acara publik seperti Pasar Ilmu, Bazaar Barter, dan Festival Layar Tancap.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemenbudristek) Republik Indonesia kembali mengadakan Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) 2023. Dalam acara tersebut, menghadirkan semangat pengenalan praktik baik kebudayaan yang dijadikan dalam serangkaian kegiatan wadah kolektif.

Serangkaian kegiatan yang melibatkan berbagai aspek mulai dari lingkungan, pegiat budaya hingga masyarakat. Di tahun ini, PKN mengangkat tema &amp;ldquo;Merawat Bumi, Merawat Kebudayaan&amp;rdquo; dengan maksud memberikan makna dan relevansi tiap aksi berkesenian dan berkebudayaan yang mana tetap berakar pada nilai budaya dan kearifan lokal.

&quot;Tema ini merupakan sebuah refleksi dari visi kita tentang bagaimana budaya dan alam bisa dan harus berjalan beriringan. Ketika kita berbicara tentang merawat budaya,&quot; kata Direktur Jenderal Kebudayaan (Dirjenbud), Kemendikbudristek, Hilmar Farid, di Jakarta, Selasa (5/9/2023).

&quot;kita juga bicara tentang etos dan nilai yang mengajarkan kita untuk merawat bumi sebagai satu-satunya rumah kita,&amp;rdquo; sambungnya.

BACA JUGA:
Kemendagri Evaluasi Penyelenggaraan Pemda, Kota Semarang Teratas Morut Terbaik di Sulteng


Menurut Hilmar, PKN 2023 ini bukan hanya sekadar perayaan, tetapi juga sebuah misi. Misi untuk mengingatkan masyarakat bahwa kebudayaan turut berperan dalam dalam menciptakan masa depan bumi yang berkelanjutan.

&quot;Dalam keanekaragaman budaya kita, terdapat solusi dan inovasi lokal yang bisa kita aplikasikan untuk menjaga keberlanjutan lingkungan,&quot; ucapnya.

BACA JUGA:
Resmikan Gedung Pusat Pencak Silat Jabar, Ridwan Kamil: Wajah Kebudayaan Indonesia&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Pelaksanaan PKN sendiri terbagi dalam tiga fase, yakni Rawat, Panen, dan Bagi. Tahap puncak sepanjang September-Oktober 2023, di mana seluruh karya dibagikan melalui pameran, tur, perjamuan, pagelaran, konferensi, lokakarya, hingga penerbitan untuk dapat dikonsumsi publik.



Puncak acara, pada fase &amp;ldquo;Bagi,&amp;rdquo; akan diadakan pada 20-29 Oktober 2023 dengan serangkaian pameran dan acara publik seperti Pasar Ilmu, Bazaar Barter, dan Festival Layar Tancap.</content:encoded></item></channel></rss>
