<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi: ASEAN Butuh Investasi Infrastruktur USD184 Miliar per Tahun</title><description>ASEAN dan Jepang telah sepakat membentuk kemitraan komprehensif strategis yang bukan sekadar seremonial dan bukan sekadar basa-basi</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/06/337/2878176/jokowi-asean-butuh-investasi-infrastruktur-usd184-miliar-per-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/06/337/2878176/jokowi-asean-butuh-investasi-infrastruktur-usd184-miliar-per-tahun"/><item><title>Jokowi: ASEAN Butuh Investasi Infrastruktur USD184 Miliar per Tahun</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/06/337/2878176/jokowi-asean-butuh-investasi-infrastruktur-usd184-miliar-per-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/06/337/2878176/jokowi-asean-butuh-investasi-infrastruktur-usd184-miliar-per-tahun</guid><pubDate>Rabu 06 September 2023 15:17 WIB</pubDate><dc:creator>Raka Dwi Novianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/06/337/2878176/jokowi-asean-butuh-investasi-infrastruktur-usd184-miliar-per-tahun-DfTfHtc5h2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Jokowi (Foto: BPMI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/06/337/2878176/jokowi-asean-butuh-investasi-infrastruktur-usd184-miliar-per-tahun-DfTfHtc5h2.jpg</image><title>Presiden Jokowi (Foto: BPMI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wNi8xLzE3MDIyNi81L3g4bnNzdWw=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak Jepang meningkatkan kontribusinya untuk mendukung konektivitas dan infrastruktur hijau di ASEAN. Dirinya mengungkapkan bahwa ASEAN membutuhkan investasi infrastruktur senilai USD184 miliar per tahun.
Hal tersebut disampaikan Jokowi saat membuka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-26 ASEAN-Jepang yang digelar di Ruang Cendrawasih 3, Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, pada hari ini, Rabu (6/9/2023).
&quot;ASEAN membutuhkan investasi infrastruktur senilai USD184 miliar per tahun. ASEAN berharap Jepang dapat terus tingkatkan kontribusi pada ASEAN Infrastructure Fund dan ASEAN Catalytic Green Finance Facility untuk dukung konektivitas dan infrastruktur hijau,&quot; ujar Jokowi dalam pidatonya.

BACA JUGA:
Profil Bripka M Nuril Huda, Suami Seleb TikTok Probolinggo yang Viral sebut Anak Magang Babu

Menurut Presiden Jokowi, ASEAN dan Jepang telah sepakat membentuk kemitraan komprehensif strategis yang bukan sekadar seremonial dan bukan sekadar basa-basi, tapi justru berbentuk kerja sama konkret yang saling menguntungkan.

BACA JUGA:
Daftar 5 Kesalahan Finansial yang Sering Dilakukan Milenial

&quot;Jepang, sebagai salah satu mitra paling aktif ASEAN dan pendukung utama AOIP, dapat menjadi kontributor utama dalam mewujudkan kerja sama konkret yang bermanfaat langsung bagi rakyat,&quot; imbuhnya.Lebih lanjut, Presiden Jokowi menyebut bahwa secara geografis, Jepang dan ASEAN adalah bagian dari Asia. Oleh karena itu, Presiden Jokowi mengatakan, Jepang dan ASEAN memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kawasan sebagai kawasan damai, stabil, dan sejahtera.

Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Jepang, Fumio Kishida, dalam pidatonya menegaskan dukungan Jepang terhadap sentralitas dan persatuan ASEAN. Di samping itu, Jepang juga mendukung pengarusutamaan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Lebih Mudah Dikerjakan, 99% Mahasiswa di Kampus Ini Lebih Suka Bikin Skripsi agar Lulus

&quot;Saya berharap kita berdua dapat bekerja sama secara erat sehingga banyak negara lain dapat memberikan empati dalam hal ini,&quot; kata PM Kishida.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Arab Saudi dan Iran Saling Bertukar Duta Besar Setelah Normalisasi Hubungan Diplomatik

PM Kishida juga menjelaskan bahwa pada forum ASEAN Indo-Pacific Forum (AIPF), pihaknya telah mengumumkan Inisiatif Komprehensif Konektivitas Jepang-ASEAN. Menurutnya, Jepang akan mendukung ASEAN dalam sejumlah area kerja sama, antara lain transisi energi, perubahan iklim dan lingkungan hidup, hingga ekonomi berkelanjutan.

&quot;Kami juga akan mendukung pembentukan pusat ekonomi berkelanjutan inovasi digital di kawasan dan juga mendukung pembentukan Pusat Darurat Kesehatan Masyarakat dan Penyakit Menular ASEAN agar dapat dioperasionalkan sedini mungkin,&quot; ungkapnya.

</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wNi8xLzE3MDIyNi81L3g4bnNzdWw=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak Jepang meningkatkan kontribusinya untuk mendukung konektivitas dan infrastruktur hijau di ASEAN. Dirinya mengungkapkan bahwa ASEAN membutuhkan investasi infrastruktur senilai USD184 miliar per tahun.
Hal tersebut disampaikan Jokowi saat membuka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-26 ASEAN-Jepang yang digelar di Ruang Cendrawasih 3, Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, pada hari ini, Rabu (6/9/2023).
&quot;ASEAN membutuhkan investasi infrastruktur senilai USD184 miliar per tahun. ASEAN berharap Jepang dapat terus tingkatkan kontribusi pada ASEAN Infrastructure Fund dan ASEAN Catalytic Green Finance Facility untuk dukung konektivitas dan infrastruktur hijau,&quot; ujar Jokowi dalam pidatonya.

BACA JUGA:
Profil Bripka M Nuril Huda, Suami Seleb TikTok Probolinggo yang Viral sebut Anak Magang Babu

Menurut Presiden Jokowi, ASEAN dan Jepang telah sepakat membentuk kemitraan komprehensif strategis yang bukan sekadar seremonial dan bukan sekadar basa-basi, tapi justru berbentuk kerja sama konkret yang saling menguntungkan.

BACA JUGA:
Daftar 5 Kesalahan Finansial yang Sering Dilakukan Milenial

&quot;Jepang, sebagai salah satu mitra paling aktif ASEAN dan pendukung utama AOIP, dapat menjadi kontributor utama dalam mewujudkan kerja sama konkret yang bermanfaat langsung bagi rakyat,&quot; imbuhnya.Lebih lanjut, Presiden Jokowi menyebut bahwa secara geografis, Jepang dan ASEAN adalah bagian dari Asia. Oleh karena itu, Presiden Jokowi mengatakan, Jepang dan ASEAN memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga kawasan sebagai kawasan damai, stabil, dan sejahtera.

Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Jepang, Fumio Kishida, dalam pidatonya menegaskan dukungan Jepang terhadap sentralitas dan persatuan ASEAN. Di samping itu, Jepang juga mendukung pengarusutamaan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP).
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Lebih Mudah Dikerjakan, 99% Mahasiswa di Kampus Ini Lebih Suka Bikin Skripsi agar Lulus

&quot;Saya berharap kita berdua dapat bekerja sama secara erat sehingga banyak negara lain dapat memberikan empati dalam hal ini,&quot; kata PM Kishida.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Arab Saudi dan Iran Saling Bertukar Duta Besar Setelah Normalisasi Hubungan Diplomatik

PM Kishida juga menjelaskan bahwa pada forum ASEAN Indo-Pacific Forum (AIPF), pihaknya telah mengumumkan Inisiatif Komprehensif Konektivitas Jepang-ASEAN. Menurutnya, Jepang akan mendukung ASEAN dalam sejumlah area kerja sama, antara lain transisi energi, perubahan iklim dan lingkungan hidup, hingga ekonomi berkelanjutan.

&quot;Kami juga akan mendukung pembentukan pusat ekonomi berkelanjutan inovasi digital di kawasan dan juga mendukung pembentukan Pusat Darurat Kesehatan Masyarakat dan Penyakit Menular ASEAN agar dapat dioperasionalkan sedini mungkin,&quot; ungkapnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
