<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>5 Fakta Bentrokan Massa Buat Kapuk Muara Mencekam Dipicu Sengketa Lahan</title><description>Gidion mengatakan bahwa sengketa lahan yang diperebutkan adalah di lokasi bekas kebakaran.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/06/338/2877583/5-fakta-bentrokan-massa-buat-kapuk-muara-mencekam-dipicu-sengketa-lahan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/06/338/2877583/5-fakta-bentrokan-massa-buat-kapuk-muara-mencekam-dipicu-sengketa-lahan"/><item><title>5 Fakta Bentrokan Massa Buat Kapuk Muara Mencekam Dipicu Sengketa Lahan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/06/338/2877583/5-fakta-bentrokan-massa-buat-kapuk-muara-mencekam-dipicu-sengketa-lahan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/06/338/2877583/5-fakta-bentrokan-massa-buat-kapuk-muara-mencekam-dipicu-sengketa-lahan</guid><pubDate>Rabu 06 September 2023 06:00 WIB</pubDate><dc:creator>Fakhrizal Fakhri </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/05/338/2877583/5-fakta-bentrokan-massa-buat-kapuk-muara-mencekam-dipicu-sengketa-lahan-Fy9O7hnBfQ.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bentrokan massa (Foto: istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/05/338/2877583/5-fakta-bentrokan-massa-buat-kapuk-muara-mencekam-dipicu-sengketa-lahan-Fy9O7hnBfQ.jpg</image><title>Bentrokan massa (Foto: istimewa)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wNS8xLzE3MDE4MS81L3g4bnF2YTM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Gidion Arif Setyawan mengatakan bahwa bentrokan antar dua kelompok massa  di Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin 4 September 2023, dipicu masalah sengketa lahan.
Okezone merangkum 5 fakta dalam peristiwa bentrokan tersebut. Berikut rinciannya:
1. Bentrokan Dipicu Sengketa Lahan
Gidion mengatakan bahwa sengketa lahan yang diperebutkan adalah di lokasi bekas kebakaran. Dalamnya hal ini ada persoalan antara pihak yang merasa memiliki lahan dan pihak yang menempati lahan.

BACA JUGA:
Kemenhub Minta Tambah Anggaran Rp544 Miliar Buat Pembangunan Bandara VVIP IKN

&quot;Ini memang berawal dari sengketa, dugaan kami berawal dari sengketa tanah, sehingga berujung pada terjadinya bentrokan,&quot; kata Gidion saat dikonfirmasi pada Selasa (5/9/2023).
2. Kronologi Ratusan Massa Terlibat Bentrokan di Kapuk Muara
Gidion menjelaskan bentrokan terjadi, saat kelompok massa berjumlah ratusan orang datang ke lokasi kebakaran di RT 01 RW 03 Kapuk Muara. Mereka berseteru dengan kelompok yang masih menempati lahan.

BACA JUGA:
Bone Bolango Jadi Lokasi Program Magang Kampus Merdeka di Indonesia Timur

Karena tidak ada titik tengah di antara kedua kelompok, kemudian terjadilah bentrokan yang tidak terhindarkan.
3. Polisi Selidiki Laporan Penyerobotan Lahan Tanpa Hak di Lokasi
Sebelum permasalahan ini terjadi, polisi tengah menyelidiki laporan penyerobotan lahan tanpa hak di lokasi tersebut.
&quot;Kami juga sedang melaksanakan penyidikan ya, terhadap suatu laporan polisi yang dilaporkan oleh tiga orang atas pasal 167 atau menduduki tanah tanpa hak. Menempati tanah tanpa hak,&quot; ungkap Gidion.4. Bentrokan Terjadi di Tengah Jalan saat Suasana Ramai

Sebelumnya, bentrokan terjadi di Jalan Kapuk Muara Raya, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Dua kelompok terlibat bentrok di tengah jalan yang sedang ramai.

Berdasarkan pantauan wartawan di lokasi, aksi bentrokan ini bermula saat sekelompok pertama yang menaiki truk terbuka melintas menuju teluk gong, kemudian kelompok kedua mengejar sambil membawa bambu, batu dan celurit.

Kelompok dua terus mengejar kelompok pertama yang sebagian sudah berada di dalam truk bak terbuka. Sementara beberapa orang dari kelompok pertama yang masih berada diluar dari truk dianiaya di tengah jalan.

Terlihat satu orang dari kelompok pertama terkapar di jalanan. Bahkan saat sudah tidak berdaya, kubu lawan atau kelompok kedua terus memukuli korban dengan menggunakan bambu dan celurit.

5. Pengakuan Pelaku Bentrokan

Salah seorang dari kelompok kedua sempat menyebutkan bahwa mereka menyerang kelompok pertama lantaran wilayahnya sedang diganggu oleh kelompok pertama.

&quot;Daerah gua mau digusur!,&quot; teriak salah satu pemuda yang mengejar orang-orang di bak terbuka tersebut. Bentrokan mereda dalam hitungan menit saat kelompok pertama kabur menjauhkan diri.

Dalam pantauan, bentrokan ini pecah sudah terjadi beberapa kali. Bentrokan pertama terjadi sekitar pukul 9.00 WIB di lahan bekas kebakaran RT 01 RW 03 Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara.

Kemudian bentrokan ini berlanjut pada malam harinya dan membuat situasi mencekam. Polisi mendatangi lokasi kejadian, namun tak lama bentrokan kembali terjadi sekitar dini hari.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wNS8xLzE3MDE4MS81L3g4bnF2YTM=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Gidion Arif Setyawan mengatakan bahwa bentrokan antar dua kelompok massa  di Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin 4 September 2023, dipicu masalah sengketa lahan.
Okezone merangkum 5 fakta dalam peristiwa bentrokan tersebut. Berikut rinciannya:
1. Bentrokan Dipicu Sengketa Lahan
Gidion mengatakan bahwa sengketa lahan yang diperebutkan adalah di lokasi bekas kebakaran. Dalamnya hal ini ada persoalan antara pihak yang merasa memiliki lahan dan pihak yang menempati lahan.

BACA JUGA:
Kemenhub Minta Tambah Anggaran Rp544 Miliar Buat Pembangunan Bandara VVIP IKN

&quot;Ini memang berawal dari sengketa, dugaan kami berawal dari sengketa tanah, sehingga berujung pada terjadinya bentrokan,&quot; kata Gidion saat dikonfirmasi pada Selasa (5/9/2023).
2. Kronologi Ratusan Massa Terlibat Bentrokan di Kapuk Muara
Gidion menjelaskan bentrokan terjadi, saat kelompok massa berjumlah ratusan orang datang ke lokasi kebakaran di RT 01 RW 03 Kapuk Muara. Mereka berseteru dengan kelompok yang masih menempati lahan.

BACA JUGA:
Bone Bolango Jadi Lokasi Program Magang Kampus Merdeka di Indonesia Timur

Karena tidak ada titik tengah di antara kedua kelompok, kemudian terjadilah bentrokan yang tidak terhindarkan.
3. Polisi Selidiki Laporan Penyerobotan Lahan Tanpa Hak di Lokasi
Sebelum permasalahan ini terjadi, polisi tengah menyelidiki laporan penyerobotan lahan tanpa hak di lokasi tersebut.
&quot;Kami juga sedang melaksanakan penyidikan ya, terhadap suatu laporan polisi yang dilaporkan oleh tiga orang atas pasal 167 atau menduduki tanah tanpa hak. Menempati tanah tanpa hak,&quot; ungkap Gidion.4. Bentrokan Terjadi di Tengah Jalan saat Suasana Ramai

Sebelumnya, bentrokan terjadi di Jalan Kapuk Muara Raya, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara. Dua kelompok terlibat bentrok di tengah jalan yang sedang ramai.

Berdasarkan pantauan wartawan di lokasi, aksi bentrokan ini bermula saat sekelompok pertama yang menaiki truk terbuka melintas menuju teluk gong, kemudian kelompok kedua mengejar sambil membawa bambu, batu dan celurit.

Kelompok dua terus mengejar kelompok pertama yang sebagian sudah berada di dalam truk bak terbuka. Sementara beberapa orang dari kelompok pertama yang masih berada diluar dari truk dianiaya di tengah jalan.

Terlihat satu orang dari kelompok pertama terkapar di jalanan. Bahkan saat sudah tidak berdaya, kubu lawan atau kelompok kedua terus memukuli korban dengan menggunakan bambu dan celurit.

5. Pengakuan Pelaku Bentrokan

Salah seorang dari kelompok kedua sempat menyebutkan bahwa mereka menyerang kelompok pertama lantaran wilayahnya sedang diganggu oleh kelompok pertama.

&quot;Daerah gua mau digusur!,&quot; teriak salah satu pemuda yang mengejar orang-orang di bak terbuka tersebut. Bentrokan mereda dalam hitungan menit saat kelompok pertama kabur menjauhkan diri.

Dalam pantauan, bentrokan ini pecah sudah terjadi beberapa kali. Bentrokan pertama terjadi sekitar pukul 9.00 WIB di lahan bekas kebakaran RT 01 RW 03 Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara.

Kemudian bentrokan ini berlanjut pada malam harinya dan membuat situasi mencekam. Polisi mendatangi lokasi kejadian, namun tak lama bentrokan kembali terjadi sekitar dini hari.</content:encoded></item></channel></rss>
