<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hutan Hujan Tropis Sambut Kedatangan Kepala Negara dan Delegasi ASEAN</title><description>Layaknya beberapa kegiatan internasional di Tanah Air, branding dan beautifikasi venue acara dipersiapkan sedemikian rupa.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/07/1/2878770/hutan-hujan-tropis-sambut-kedatangan-kepala-negara-dan-delegasi-asean</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/07/1/2878770/hutan-hujan-tropis-sambut-kedatangan-kepala-negara-dan-delegasi-asean"/><item><title>Hutan Hujan Tropis Sambut Kedatangan Kepala Negara dan Delegasi ASEAN</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/07/1/2878770/hutan-hujan-tropis-sambut-kedatangan-kepala-negara-dan-delegasi-asean</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/07/1/2878770/hutan-hujan-tropis-sambut-kedatangan-kepala-negara-dan-delegasi-asean</guid><pubDate>Kamis 07 September 2023 13:47 WIB</pubDate><dc:creator>Imam Rachmawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/07/1/2878770/hutan-hujan-tropis-sambut-kedatangan-kepala-negara-dan-delegasi-asean-k45kHIIh6f.png" expression="full" type="image/jpeg">Pada gelaran KTT ke-43 ASEAN yang berlangsung di Jakarta, kedatangan para pimpinan negara disambut Presiden Jokowi beserta Ibu Negara Iriana di area bernuansa hutan hujan tropis di lobi JCC. (Foto: dok. Kominfo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/07/1/2878770/hutan-hujan-tropis-sambut-kedatangan-kepala-negara-dan-delegasi-asean-k45kHIIh6f.png</image><title>Pada gelaran KTT ke-43 ASEAN yang berlangsung di Jakarta, kedatangan para pimpinan negara disambut Presiden Jokowi beserta Ibu Negara Iriana di area bernuansa hutan hujan tropis di lobi JCC. (Foto: dok. Kominfo)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Layaknya beberapa kegiatan internasional di Tanah Air, branding dan  beautifikasi venue acara dipersiapkan sedemikian rupa. Itu merupakan bagian dari upaya mendesain pengalaman (experiential branding) bagi seluruh peserta dan tamu undangan demi memperkuat nation branding Indonesia di mata internasional.
Pada gelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 ASEAN yang berlangsung di Jakarta, 5-7  September 2023, kedatangan para pimpinan negara, baik negara-negara anggota ASEAN maupun  negara lain yang merupakan mitra dan pimpinan negara sebagai wakil dari organisasi internasional,  disambut Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Jokowi di area bernuansa hutan hujan  tropis di lobi Jakarta Convention Center (JCC).

BACA JUGA:
Ini Sosok Pemilik Hutan Kota Plataran Tempat Gala Dinner KTT ASEAN 2023

Di hutan yang dilatari layar besar bergambar Ibu Kota Nusantara (IKN), pada Selasa (5/9/2023),  sekitar pukul 09.00 WIB, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana tampak menerima kedatangan para tamu  dari negara tetangga. Tampak keduanya menyalami para wakil negara yang hadir dan juga  melakukan foto bersama di area hutan itu.
Dalam konsep mendesain pengalaman, area penyambutan memang menjadi salah satu titik  penting. Di mana, itu menjadi &quot;pengalaman pertama&quot; bagi para tamu undangan dalam berkegiatan  di Indonesia.
&quot;Di titik inilah, keunikan dan suasana batin dapat mulai dibangun, yang diharapkan membawa  dampak positif bagi keseluruhan penyelenggaraan KTT,&quot; kata Elwin Mok, selaku Visual Creative  Consultant KTT ke-43 ASEAN 2023.
Area penyambutan pada KTT tersebut, menurut Elwin, menghadirkan alam Indonesia berupa hutan  hujan tropis dan air terjun di dalam lobi JCC, yang terletak di jantung kota metropolitan Jakarta.
&quot;Pendekatan ini mencerminkan bagaimana Indonesia dan ASEAN, sesuai tema 'ASEAN Matters:  Epicentrum of Growth', pusat pertumbuhan dunia, terus berkomitmen menjaga kelestarian alam  dan keseimbangan ekosistem demi masa depan dunia yang lebih baik,&quot; ujar Elwin.
Eratnya kerja sama antarnegara ASEAN seakan menjadi mata air yang akan terus-menerus  menyuburkan pertumbuhan dunia. Dipadu dengan layar besar multimedia yang menampilkan siluet  Istana Presiden di IKN, area penyambutan ini mensimulasikan pengalaman kembali ke alam.
Dina Touwani, perempuan yang berprofesi sebagai perangkai bunga dan dekorator itu menjelaskan, beautifikasi venue yang dilakukan di JCC sebenarnya berawal dari KTT G20 di Bali.
&quot;Di KTT G20, kami bertugas mempercantik alam di kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang  digunakan saat jamuan makan malam tamu negara. Pada KTT ASEAN ini, kami ingin menyuguhkan  sesuatu yang indah, tanpa mengubah banyak struktur gedung. Idenya adalah membawa hutan ke  dalam ruangan,&quot; kata Dina yang mengemban tugas untuk menata tanaman dan pepohonan di area  penyambutan tamu-tamu negara.
Menurut Dina, dengan latar belakang IKN, ini mencerminkan masa depan Indonesia yang tetap  mengedepankan kelestarian alam dan lingkungan yang hijau.
Dina mengungkapkan, dalam menata ruangan di area penyambutan itu banyak tantangan yang  dihadapi. Antara lain, mencari jenis jenis tanaman hutan, mencari pohon-pohon besar yang bisa  membentuk hutan dalam ruangan, menambah unsur air maupun tanaman air yang bisa sesuai  dengan habitatnya, dan ruangan yang menggunakan penyejuk udara.
Ratusan jenis tanaman dan pepohonan ditampilkan di miniatur hutan yang luasnya sekitar 2.000  meter persegi, seperti pakis, anggrek, randu, palem, lontar, pule, pohon mahogany, pohon beringin,  angsana, dan ulin.
&quot;Kami mencari tanaman dan pepohonan melalui riset dan mencari langsung ke hutan di sekitar  Jawa Barat. Tanaman dan pohon ada yang disewa dan ada yang dibeli. Kami juga memberdayakan  para petani untuk menyuplai tanaman,&quot; katanya.
Dina menambahkan, hadirnya hutan hujan tropis di KTT ke-43 ASEAN tersebut tak lepas dari  sumbangsih para petani bunga dari Jakarta, Tangerang, Bogor, dan Lembang.
&amp;ldquo;Apresiasi kami setinggi-tingginya kepada seluruh petani bunga dan tanaman yang turut  menghadirkan hutan hujan tropis ini. Gotong royong mereka sungguh luar biasa,&amp;rdquo; katanya.
Dina dan tim membutuhkan waktu satu bulan untuk persiapan hutan hujan tropis. Sedangkan  untuk menata tanaman dan aneka ragam bunga memakan waktu hingga enam hari.
&quot;Kami  membuat hutan ini sealami mungkin. Di hutan ini kita juga menonjolkan anggrek Indonesia,&quot;  ujarnya.
Dina sendiri sudah hobi menata tanaman sejak kecil. Ia pun sudah menekuni profesi sebagai  perangkai bunga dan dekorator selama 25 tahun. Dalam keseharian, ia dan timnya lebih banyak  menggarap acara pernikahan.
&amp;ldquo;Sering juga terlibat kegiatan negara yang berskala nasional dan internasional sejak zaman Presiden  Soeharto, Presiden Habibie, dan juga Presiden Jokowi untuk KTT ASEAN ini,&quot; pungkas Dina.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Layaknya beberapa kegiatan internasional di Tanah Air, branding dan  beautifikasi venue acara dipersiapkan sedemikian rupa. Itu merupakan bagian dari upaya mendesain pengalaman (experiential branding) bagi seluruh peserta dan tamu undangan demi memperkuat nation branding Indonesia di mata internasional.
Pada gelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 ASEAN yang berlangsung di Jakarta, 5-7  September 2023, kedatangan para pimpinan negara, baik negara-negara anggota ASEAN maupun  negara lain yang merupakan mitra dan pimpinan negara sebagai wakil dari organisasi internasional,  disambut Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara Iriana Jokowi di area bernuansa hutan hujan  tropis di lobi Jakarta Convention Center (JCC).

BACA JUGA:
Ini Sosok Pemilik Hutan Kota Plataran Tempat Gala Dinner KTT ASEAN 2023

Di hutan yang dilatari layar besar bergambar Ibu Kota Nusantara (IKN), pada Selasa (5/9/2023),  sekitar pukul 09.00 WIB, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana tampak menerima kedatangan para tamu  dari negara tetangga. Tampak keduanya menyalami para wakil negara yang hadir dan juga  melakukan foto bersama di area hutan itu.
Dalam konsep mendesain pengalaman, area penyambutan memang menjadi salah satu titik  penting. Di mana, itu menjadi &quot;pengalaman pertama&quot; bagi para tamu undangan dalam berkegiatan  di Indonesia.
&quot;Di titik inilah, keunikan dan suasana batin dapat mulai dibangun, yang diharapkan membawa  dampak positif bagi keseluruhan penyelenggaraan KTT,&quot; kata Elwin Mok, selaku Visual Creative  Consultant KTT ke-43 ASEAN 2023.
Area penyambutan pada KTT tersebut, menurut Elwin, menghadirkan alam Indonesia berupa hutan  hujan tropis dan air terjun di dalam lobi JCC, yang terletak di jantung kota metropolitan Jakarta.
&quot;Pendekatan ini mencerminkan bagaimana Indonesia dan ASEAN, sesuai tema 'ASEAN Matters:  Epicentrum of Growth', pusat pertumbuhan dunia, terus berkomitmen menjaga kelestarian alam  dan keseimbangan ekosistem demi masa depan dunia yang lebih baik,&quot; ujar Elwin.
Eratnya kerja sama antarnegara ASEAN seakan menjadi mata air yang akan terus-menerus  menyuburkan pertumbuhan dunia. Dipadu dengan layar besar multimedia yang menampilkan siluet  Istana Presiden di IKN, area penyambutan ini mensimulasikan pengalaman kembali ke alam.
Dina Touwani, perempuan yang berprofesi sebagai perangkai bunga dan dekorator itu menjelaskan, beautifikasi venue yang dilakukan di JCC sebenarnya berawal dari KTT G20 di Bali.
&quot;Di KTT G20, kami bertugas mempercantik alam di kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang  digunakan saat jamuan makan malam tamu negara. Pada KTT ASEAN ini, kami ingin menyuguhkan  sesuatu yang indah, tanpa mengubah banyak struktur gedung. Idenya adalah membawa hutan ke  dalam ruangan,&quot; kata Dina yang mengemban tugas untuk menata tanaman dan pepohonan di area  penyambutan tamu-tamu negara.
Menurut Dina, dengan latar belakang IKN, ini mencerminkan masa depan Indonesia yang tetap  mengedepankan kelestarian alam dan lingkungan yang hijau.
Dina mengungkapkan, dalam menata ruangan di area penyambutan itu banyak tantangan yang  dihadapi. Antara lain, mencari jenis jenis tanaman hutan, mencari pohon-pohon besar yang bisa  membentuk hutan dalam ruangan, menambah unsur air maupun tanaman air yang bisa sesuai  dengan habitatnya, dan ruangan yang menggunakan penyejuk udara.
Ratusan jenis tanaman dan pepohonan ditampilkan di miniatur hutan yang luasnya sekitar 2.000  meter persegi, seperti pakis, anggrek, randu, palem, lontar, pule, pohon mahogany, pohon beringin,  angsana, dan ulin.
&quot;Kami mencari tanaman dan pepohonan melalui riset dan mencari langsung ke hutan di sekitar  Jawa Barat. Tanaman dan pohon ada yang disewa dan ada yang dibeli. Kami juga memberdayakan  para petani untuk menyuplai tanaman,&quot; katanya.
Dina menambahkan, hadirnya hutan hujan tropis di KTT ke-43 ASEAN tersebut tak lepas dari  sumbangsih para petani bunga dari Jakarta, Tangerang, Bogor, dan Lembang.
&amp;ldquo;Apresiasi kami setinggi-tingginya kepada seluruh petani bunga dan tanaman yang turut  menghadirkan hutan hujan tropis ini. Gotong royong mereka sungguh luar biasa,&amp;rdquo; katanya.
Dina dan tim membutuhkan waktu satu bulan untuk persiapan hutan hujan tropis. Sedangkan  untuk menata tanaman dan aneka ragam bunga memakan waktu hingga enam hari.
&quot;Kami  membuat hutan ini sealami mungkin. Di hutan ini kita juga menonjolkan anggrek Indonesia,&quot;  ujarnya.
Dina sendiri sudah hobi menata tanaman sejak kecil. Ia pun sudah menekuni profesi sebagai  perangkai bunga dan dekorator selama 25 tahun. Dalam keseharian, ia dan timnya lebih banyak  menggarap acara pernikahan.
&amp;ldquo;Sering juga terlibat kegiatan negara yang berskala nasional dan internasional sejak zaman Presiden  Soeharto, Presiden Habibie, dan juga Presiden Jokowi untuk KTT ASEAN ini,&quot; pungkas Dina.</content:encoded></item></channel></rss>
