<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Panglima TNI-Kapolri Minta Maaf Soal Rekayasa Lalin saat KTT ASEAN</title><description>Panglima TNI Laksamana Yudo Margono dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta maaf kepada seluruh masyarakat&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/07/337/2878953/panglima-tni-kapolri-minta-maaf-soal-rekayasa-lalin-saat-ktt-asean</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/07/337/2878953/panglima-tni-kapolri-minta-maaf-soal-rekayasa-lalin-saat-ktt-asean"/><item><title>Panglima TNI-Kapolri Minta Maaf Soal Rekayasa Lalin saat KTT ASEAN</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/07/337/2878953/panglima-tni-kapolri-minta-maaf-soal-rekayasa-lalin-saat-ktt-asean</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/07/337/2878953/panglima-tni-kapolri-minta-maaf-soal-rekayasa-lalin-saat-ktt-asean</guid><pubDate>Kamis 07 September 2023 17:01 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/07/337/2878953/panglima-tni-kapolri-minta-maaf-soal-rekayasa-lalin-saat-ktt-asean-0OSLVyNSdP.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Panglima TNI, Laksamana Yudo Margono dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit (foto: dok MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/07/337/2878953/panglima-tni-kapolri-minta-maaf-soal-rekayasa-lalin-saat-ktt-asean-0OSLVyNSdP.jpg</image><title>Panglima TNI, Laksamana Yudo Margono dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit (foto: dok MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wNi8xLzE3MDIzOS81L3g4bnQ2c2g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta maaf kepada seluruh masyarakat khususnya pengguna jalan terkait dengan adanya kebijakan rekayasa lalu lintas saat pelaksanaan KTT ke-43 ASEAN.
&quot;Pada siang hari ini saya mohon maaf karena memang ini perhelatan negara yang kita pertaruhkan untuk menjaga keamanan para pemimpin negara, sehingga perlu pengamanan yanh mungkin ada yang mengganggu kegiatan rutin masyarakat,&quot; kata Yudo dalam jumpa pers di Posko Pangkogasgab, Medan Merdeka, Jakarta, Kamis (7/9/2023).
Senada, Kapolri Jenderal Sigit menyampaikan pernyataan yang serupa kepada masyarakat khususnya Jakarta. Dalam pengamanan KTT ASEAN dilakukan rekayasa lalu lintas berupa penutupan serta pengalihan di sejumlah ruas protokol.

BACA JUGA:
KTT Ke-43 Asean, Presiden Marcos Jr Sebut Filipina dan Indonesia Punya Satu Visi

&quot;Dan seperti disampaikan Pak Panglima mohon maaf karena kemarin kami harus lakukan rekayasa dan melakukan beberapa penutupan ruas jalan,&quot; ujar Sigit di kesempatan yang sama.
Menurut Sigit, pengamanan seperti itu harus dilakukan lantaran standar keamanan untuk menjamin keselamatan dari seluruh kepala negara ataupun delegasi yang hadir di Indonesia.
&quot;Karena memamg bagian dadi standar pengamanan khususnya high level atau para kepala negara yang harus kita amankan. Sehingga kita lakukan rekayasa lalin,&quot; ucap Sigit.

BACA JUGA:
KTT ASEAN Biang Kerok Kemacetan, Pj Gubernur DKI Jakarta: Saya Sudah Mengimbau

Disisi lain, Sigit juga mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang dapat menerima kebijakan tersebut.
&quot;Namun demikian terima kasih atas dukungan masyarakat. Sehingga seluruh kegiatan ini bisa berjalan walaupun mungkin ada ketidaknyamanan dari masyarakat pengguna jalan. Namun semuanya bisa diterima,&quot; tutup Sigit.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wNi8xLzE3MDIzOS81L3g4bnQ2c2g=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta maaf kepada seluruh masyarakat khususnya pengguna jalan terkait dengan adanya kebijakan rekayasa lalu lintas saat pelaksanaan KTT ke-43 ASEAN.
&quot;Pada siang hari ini saya mohon maaf karena memang ini perhelatan negara yang kita pertaruhkan untuk menjaga keamanan para pemimpin negara, sehingga perlu pengamanan yanh mungkin ada yang mengganggu kegiatan rutin masyarakat,&quot; kata Yudo dalam jumpa pers di Posko Pangkogasgab, Medan Merdeka, Jakarta, Kamis (7/9/2023).
Senada, Kapolri Jenderal Sigit menyampaikan pernyataan yang serupa kepada masyarakat khususnya Jakarta. Dalam pengamanan KTT ASEAN dilakukan rekayasa lalu lintas berupa penutupan serta pengalihan di sejumlah ruas protokol.

BACA JUGA:
KTT Ke-43 Asean, Presiden Marcos Jr Sebut Filipina dan Indonesia Punya Satu Visi

&quot;Dan seperti disampaikan Pak Panglima mohon maaf karena kemarin kami harus lakukan rekayasa dan melakukan beberapa penutupan ruas jalan,&quot; ujar Sigit di kesempatan yang sama.
Menurut Sigit, pengamanan seperti itu harus dilakukan lantaran standar keamanan untuk menjamin keselamatan dari seluruh kepala negara ataupun delegasi yang hadir di Indonesia.
&quot;Karena memamg bagian dadi standar pengamanan khususnya high level atau para kepala negara yang harus kita amankan. Sehingga kita lakukan rekayasa lalin,&quot; ucap Sigit.

BACA JUGA:
KTT ASEAN Biang Kerok Kemacetan, Pj Gubernur DKI Jakarta: Saya Sudah Mengimbau

Disisi lain, Sigit juga mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang dapat menerima kebijakan tersebut.
&quot;Namun demikian terima kasih atas dukungan masyarakat. Sehingga seluruh kegiatan ini bisa berjalan walaupun mungkin ada ketidaknyamanan dari masyarakat pengguna jalan. Namun semuanya bisa diterima,&quot; tutup Sigit.</content:encoded></item></channel></rss>
