<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bentrokan di Batam, Kapolri: Musyawarah Jadi Prioritas</title><description>saat ini memang sedang dilakukan upaya pembebasan lahan oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam menyusul rencana pengembangan Rempang Eco City.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/07/337/2879067/bentrokan-di-batam-kapolri-musyawarah-jadi-prioritas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/07/337/2879067/bentrokan-di-batam-kapolri-musyawarah-jadi-prioritas"/><item><title>Bentrokan di Batam, Kapolri: Musyawarah Jadi Prioritas</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/07/337/2879067/bentrokan-di-batam-kapolri-musyawarah-jadi-prioritas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/07/337/2879067/bentrokan-di-batam-kapolri-musyawarah-jadi-prioritas</guid><pubDate>Kamis 07 September 2023 19:28 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/07/337/2879067/bentrokan-di-batam-kapolri-musyawarah-jadi-prioritas-xWKFCUPXoW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/07/337/2879067/bentrokan-di-batam-kapolri-musyawarah-jadi-prioritas-xWKFCUPXoW.jpg</image><title>Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (Foto: MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wNy83LzE3MDI5MC81L3g4bnZyYWY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo angkat bicara soal terjadinya peristiwa bentrokan yang terjadi antara aparat gabungan dengan warga Pulau Rempang, Batam.
Menurut Sigit, saat ini memang sedang dilakukan upaya pembebasan lahan oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam menyusul rencana pengembangan Rempang Eco City.
Akan tetapi, kata Sigit, pada saat yang bersamaan masih ada sekelompok warga yang menolak rencana pengembangan dan tetap menguasai lahan itu.

BACA JUGA:
Air Sumur Warga Gunung Sindur yang Tercemar Diduga dari Kebocoran Tangki Sumur SPBU&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Terkait dengan Pulau Rempang, di sana ada kegiatan terkait dengan pembebasan atau mengembalikan kembali lahan milik otoritas Batam yang saat ini mungkin dikuasi beberapa kelompok masyarakat,&quot; kata Sigit kepada wartawan di Jakarta Pusat, Kamis (7/9/2023).
Sigit menuturkan, berbagai upaya seperti musyawarah dengan warga setempat juga sudah dilaksanakan terhadap masyarakat. Selain itu, ia menyebut BP Batam juga telah menyiapkan relokasi dan ganti rugi terhadap lahan yang akan dilakukan pembebasan.

BACA JUGA:
7 Rumus Excel yang Harus Dikuasai Admin, Cek Secara Lengkap di Sini!

Meski begitu, Sigit menyebut terdapat beberapa masyarakat yang tetap berusaha untuk mempertahankan lahan tempat tinggalnya.
&quot;Namun demikian karena ada beberapa aksi yang kemudian hari ini dilakukan upaya-upaya penertiban,&quot; ujar Sigit.
BACA JUGA:
PP Surabaya-Solo demi Timnas Indonesia, Shin Tae-yong: Capek tapi Senang!



Lebih jauh, Sigit mengaku akan tetap mengedepankan upaya komunikasi antara warga dan pihak BP Batam dalam menyelesaikan masalah ini.

&quot;Tentunya upaya musyawarah, upaya sosialisasi penyelesaian dengan musyawarah mufakat menjadi prioritas sehingga kemudian masalah di Batam di Pulau Rempang itu bisa diselesaikan,&quot; papar Sigit.

Diketahui, bentrokan antara aparat dan warga ini pecah di Rempang Galang, Batam, Kamis (7/9/2023). Warga sebelumnya membuat barikade untuk menolak relokasi.


</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wNy83LzE3MDI5MC81L3g4bnZyYWY=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo angkat bicara soal terjadinya peristiwa bentrokan yang terjadi antara aparat gabungan dengan warga Pulau Rempang, Batam.
Menurut Sigit, saat ini memang sedang dilakukan upaya pembebasan lahan oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam menyusul rencana pengembangan Rempang Eco City.
Akan tetapi, kata Sigit, pada saat yang bersamaan masih ada sekelompok warga yang menolak rencana pengembangan dan tetap menguasai lahan itu.

BACA JUGA:
Air Sumur Warga Gunung Sindur yang Tercemar Diduga dari Kebocoran Tangki Sumur SPBU&amp;nbsp; &amp;nbsp;

&quot;Terkait dengan Pulau Rempang, di sana ada kegiatan terkait dengan pembebasan atau mengembalikan kembali lahan milik otoritas Batam yang saat ini mungkin dikuasi beberapa kelompok masyarakat,&quot; kata Sigit kepada wartawan di Jakarta Pusat, Kamis (7/9/2023).
Sigit menuturkan, berbagai upaya seperti musyawarah dengan warga setempat juga sudah dilaksanakan terhadap masyarakat. Selain itu, ia menyebut BP Batam juga telah menyiapkan relokasi dan ganti rugi terhadap lahan yang akan dilakukan pembebasan.

BACA JUGA:
7 Rumus Excel yang Harus Dikuasai Admin, Cek Secara Lengkap di Sini!

Meski begitu, Sigit menyebut terdapat beberapa masyarakat yang tetap berusaha untuk mempertahankan lahan tempat tinggalnya.
&quot;Namun demikian karena ada beberapa aksi yang kemudian hari ini dilakukan upaya-upaya penertiban,&quot; ujar Sigit.
BACA JUGA:
PP Surabaya-Solo demi Timnas Indonesia, Shin Tae-yong: Capek tapi Senang!



Lebih jauh, Sigit mengaku akan tetap mengedepankan upaya komunikasi antara warga dan pihak BP Batam dalam menyelesaikan masalah ini.

&quot;Tentunya upaya musyawarah, upaya sosialisasi penyelesaian dengan musyawarah mufakat menjadi prioritas sehingga kemudian masalah di Batam di Pulau Rempang itu bisa diselesaikan,&quot; papar Sigit.

Diketahui, bentrokan antara aparat dan warga ini pecah di Rempang Galang, Batam, Kamis (7/9/2023). Warga sebelumnya membuat barikade untuk menolak relokasi.


</content:encoded></item></channel></rss>
