<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Wapres: Indonesia Harus Jadi Pusat Produsen Halal Dunia 2024, Jangan Pemberi Cap Saja</title><description>Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin menegaskan Indonesia harus menjadi pusat produsen halal dunia pada tahun 2024.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/07/337/2879114/wapres-indonesia-harus-jadi-pusat-produsen-halal-dunia-2024-jangan-pemberi-cap-saja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/07/337/2879114/wapres-indonesia-harus-jadi-pusat-produsen-halal-dunia-2024-jangan-pemberi-cap-saja"/><item><title>Wapres: Indonesia Harus Jadi Pusat Produsen Halal Dunia 2024, Jangan Pemberi Cap Saja</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/07/337/2879114/wapres-indonesia-harus-jadi-pusat-produsen-halal-dunia-2024-jangan-pemberi-cap-saja</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/07/337/2879114/wapres-indonesia-harus-jadi-pusat-produsen-halal-dunia-2024-jangan-pemberi-cap-saja</guid><pubDate>Kamis 07 September 2023 20:56 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/07/337/2879114/wapres-indonesia-harus-jadi-pusat-produsen-halal-dunia-2024-jangan-pemberi-cap-saja-BeDR5bG52j.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wakil Presiden Maruf Amin (Foto: MPI/Binti)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/07/337/2879114/wapres-indonesia-harus-jadi-pusat-produsen-halal-dunia-2024-jangan-pemberi-cap-saja-BeDR5bG52j.jpg</image><title>Wakil Presiden Maruf Amin (Foto: MPI/Binti)</title></images><description>BANDA ACEH - Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin menegaskan Indonesia harus menjadi pusat produsen halal dunia pada tahun 2024. Wapres mengingatkan Indonesia jangan hanya menjadi pemberi sertifikat halal atau cap halal saja.

&amp;ldquo;Indonesia ini hanya menjadi pemberi sertifikat, hanya memberi cap saja, terhadap produk-produk halal di dunia. Nah sekarang kita ingin menjadi produsen halal terbesar dan kita sudah bertekad 2024 ini kita sudah bisa menjadi produsen halal terbesar di dunia,&amp;rdquo; kata Wapres pada pengukuhan Komite Daerah dan Keuangan Syariah (KDEKS), di Banda Aceh, Provinsi Aceh, Kamis (7/9/2023).


BACA JUGA:
 Masuk Bursa Cawapres Ganjar dan Prabowo, Erick Thohir: No Comment, Lanjut Kerja&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Lebih lanjut, Wapres mengatakan bahwa keuangan syariah Indonesia saat ini nomor dua di dunia. Bahkan, kini Bank Syariah Indonesia (BSI) telah dibuka di Dubai bahkan dan akan dibuka di Saudi Arabia.


BACA JUGA:
Maruf Amin Bertolak ke Bumi Serambi Mekkah, Ini Agendanya


&amp;ldquo;Juga di industri keuangan, kita juga sudah memiliki nomor dua di dunia dan kita sudah punya bank BSI, sudah berada di tidak hanya di Indonesia, sudah buka di Dubai, dan akan buka di Saudi Arabia dan di berbagai tempat yang lain,&amp;rdquo; katanya.

Selain itu, Wapres juga mendorong agar dikembangkan dana sosial syariah seperti zakat, wakaf, infaq, dan shadaqah. Pada kesempatan itu, Wapres juga mengapresiasi pemerintah daerah Aceh yang sudah membangun Baitul Maal untuk menampung infaq dan shodaqoh.
Pada kesempatan itu, Wapres juga mendorong agar usaha atau bisnis syariah semakin dikembangkan. &amp;ldquo;Tapi yang lebih penting lagi yaitu keempat fokus yaitu usaha atau bisnis yang syariah, yaitu untuk mengembangkan para pengusaha. Karena apa? Karena tidak mungkin industri halal berkembang, industri keuangan berkembang, dan tidak mungkin tidak ada orang yang berzakat, berinfaq, bersodaqoh, kalau tidak ada pengusahanya.&amp;rdquo;



&amp;ldquo;Oleh karena itu membangun pengusaha yang syariah itu menjadi unsur yang paling penting. Kalau instrumen lain itu ibaratnya itu bisnya, maka instrumen pengusaha ini adalah penumpangnya. Jadi bis-bis yang terpancang banyak itu tidak akan ada artinya kalau tidak ada penumpangnya yaitu pengusaha ini,&amp;rdquo; pungkasnya.</description><content:encoded>BANDA ACEH - Wakil Presiden (Wapres) Ma&amp;rsquo;ruf Amin menegaskan Indonesia harus menjadi pusat produsen halal dunia pada tahun 2024. Wapres mengingatkan Indonesia jangan hanya menjadi pemberi sertifikat halal atau cap halal saja.

&amp;ldquo;Indonesia ini hanya menjadi pemberi sertifikat, hanya memberi cap saja, terhadap produk-produk halal di dunia. Nah sekarang kita ingin menjadi produsen halal terbesar dan kita sudah bertekad 2024 ini kita sudah bisa menjadi produsen halal terbesar di dunia,&amp;rdquo; kata Wapres pada pengukuhan Komite Daerah dan Keuangan Syariah (KDEKS), di Banda Aceh, Provinsi Aceh, Kamis (7/9/2023).


BACA JUGA:
 Masuk Bursa Cawapres Ganjar dan Prabowo, Erick Thohir: No Comment, Lanjut Kerja&amp;nbsp; &amp;nbsp;


Lebih lanjut, Wapres mengatakan bahwa keuangan syariah Indonesia saat ini nomor dua di dunia. Bahkan, kini Bank Syariah Indonesia (BSI) telah dibuka di Dubai bahkan dan akan dibuka di Saudi Arabia.


BACA JUGA:
Maruf Amin Bertolak ke Bumi Serambi Mekkah, Ini Agendanya


&amp;ldquo;Juga di industri keuangan, kita juga sudah memiliki nomor dua di dunia dan kita sudah punya bank BSI, sudah berada di tidak hanya di Indonesia, sudah buka di Dubai, dan akan buka di Saudi Arabia dan di berbagai tempat yang lain,&amp;rdquo; katanya.

Selain itu, Wapres juga mendorong agar dikembangkan dana sosial syariah seperti zakat, wakaf, infaq, dan shadaqah. Pada kesempatan itu, Wapres juga mengapresiasi pemerintah daerah Aceh yang sudah membangun Baitul Maal untuk menampung infaq dan shodaqoh.
Pada kesempatan itu, Wapres juga mendorong agar usaha atau bisnis syariah semakin dikembangkan. &amp;ldquo;Tapi yang lebih penting lagi yaitu keempat fokus yaitu usaha atau bisnis yang syariah, yaitu untuk mengembangkan para pengusaha. Karena apa? Karena tidak mungkin industri halal berkembang, industri keuangan berkembang, dan tidak mungkin tidak ada orang yang berzakat, berinfaq, bersodaqoh, kalau tidak ada pengusahanya.&amp;rdquo;



&amp;ldquo;Oleh karena itu membangun pengusaha yang syariah itu menjadi unsur yang paling penting. Kalau instrumen lain itu ibaratnya itu bisnya, maka instrumen pengusaha ini adalah penumpangnya. Jadi bis-bis yang terpancang banyak itu tidak akan ada artinya kalau tidak ada penumpangnya yaitu pengusaha ini,&amp;rdquo; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
