<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peristiwa 8 September: Peringatan Hari Pamong Praja</title><description>Pamong Praja adalah bagian dari aparatur penyelenggara pemerintahan
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/08/337/2878846/peristiwa-8-september-peringatan-hari-pamong-praja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/08/337/2878846/peristiwa-8-september-peringatan-hari-pamong-praja"/><item><title>Peristiwa 8 September: Peringatan Hari Pamong Praja</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/08/337/2878846/peristiwa-8-september-peringatan-hari-pamong-praja</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/08/337/2878846/peristiwa-8-september-peringatan-hari-pamong-praja</guid><pubDate>Jum'at 08 September 2023 05:07 WIB</pubDate><dc:creator>Nanda Aria</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/07/337/2878846/peristiwa-8-september-peringatan-hari-pamong-praja-WZbbJaZmwu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi/Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/07/337/2878846/peristiwa-8-september-peringatan-hari-pamong-praja-WZbbJaZmwu.jpg</image><title>Ilustrasi/Foto: Okezone</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8zMC8xLzE2OTkzMy81L3g4bmt5bnU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Tanggal 8 September diperingati sebagai Hari Pamong Praja atau Hari Satpol PP. Pamong Praja adalah bagian dari aparatur penyelenggara pemerintahan.

Satpol PP memili peran menjalankan tugas pembinaan ketentraman dan ketertiban umum sembari menegakkan peraturan daerah. Pamong Praja berakar pada Pangreh Praja yang sudah ada sejak zaman kolonialisme Belanda.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kisah Anggota Satpol PP Kendal Buat Taman Baca, Dibantu MNC Peduli&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Hanya saja, Pangreh Praja diasosiasikan sebagai pengkhianat bangsa karena mereka bertugas sebagai penindas rakyat dan mengeksploitasi kekayaan alam Nusantara.

Setelah kemerdekaan Indonesia, Pangreh Praja tetap eksis, namun fungsinya kini tak lagi menjadi kaki tangan pemerintahan kolonialisme Belanda, tetapi sebagai pembantu pemerintah Indonesia.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Satpol PP Tangkap 10 Orang di Padang, 3 Pasangan Diduga Berbuat Mesum&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Nama Pangreh Praja ini pun kemudian diubah menjadi Pamong Praja, yang diartikan sebagai pelayan masyarakat atau pengurus negeri.

Kemudian, pada tanggal 30 Oktober 1948, didirikan Detasemen Polisi Pamong Praja Keamanan Kapanewon di Yogyakarta. Detasemen ini dibentuk melalui Surat Perintah Jawatan Praja Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 1 Tahun 1948.




Tugas dan fungsinya adalah untuk menjaga ketentraman dan ketertiban masyarakat yang kemudian menjadi cikal bakal lahirnya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).



Lalu, pada tanggal 3 Maret 1950, Satpol PP didirikan di Yogyakarta. Sejak saat itu, tanggal 3 Maret menjadi hari lahirnya Satpol PP. Hanya saja, Hari Pamong Praja diperingati tiap 8 September.





</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOC8zMC8xLzE2OTkzMy81L3g4bmt5bnU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Tanggal 8 September diperingati sebagai Hari Pamong Praja atau Hari Satpol PP. Pamong Praja adalah bagian dari aparatur penyelenggara pemerintahan.

Satpol PP memili peran menjalankan tugas pembinaan ketentraman dan ketertiban umum sembari menegakkan peraturan daerah. Pamong Praja berakar pada Pangreh Praja yang sudah ada sejak zaman kolonialisme Belanda.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Kisah Anggota Satpol PP Kendal Buat Taman Baca, Dibantu MNC Peduli&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Hanya saja, Pangreh Praja diasosiasikan sebagai pengkhianat bangsa karena mereka bertugas sebagai penindas rakyat dan mengeksploitasi kekayaan alam Nusantara.

Setelah kemerdekaan Indonesia, Pangreh Praja tetap eksis, namun fungsinya kini tak lagi menjadi kaki tangan pemerintahan kolonialisme Belanda, tetapi sebagai pembantu pemerintah Indonesia.
&amp;nbsp;BACA JUGA:

Satpol PP Tangkap 10 Orang di Padang, 3 Pasangan Diduga Berbuat Mesum&amp;nbsp; &amp;nbsp;

Nama Pangreh Praja ini pun kemudian diubah menjadi Pamong Praja, yang diartikan sebagai pelayan masyarakat atau pengurus negeri.

Kemudian, pada tanggal 30 Oktober 1948, didirikan Detasemen Polisi Pamong Praja Keamanan Kapanewon di Yogyakarta. Detasemen ini dibentuk melalui Surat Perintah Jawatan Praja Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 1 Tahun 1948.




Tugas dan fungsinya adalah untuk menjaga ketentraman dan ketertiban masyarakat yang kemudian menjadi cikal bakal lahirnya Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).



Lalu, pada tanggal 3 Maret 1950, Satpol PP didirikan di Yogyakarta. Sejak saat itu, tanggal 3 Maret menjadi hari lahirnya Satpol PP. Hanya saja, Hari Pamong Praja diperingati tiap 8 September.





</content:encoded></item></channel></rss>
