<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Momen Raja Mataram Nyaris Tewas saat Uji Coba Meriam</title><description>Momen Raja Mataram Nyaris Tewas saat Uji Coba Meriam
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/08/337/2879255/momen-raja-mataram-nyaris-tewas-saat-uji-coba-meriam</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/08/337/2879255/momen-raja-mataram-nyaris-tewas-saat-uji-coba-meriam"/><item><title>Momen Raja Mataram Nyaris Tewas saat Uji Coba Meriam</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/08/337/2879255/momen-raja-mataram-nyaris-tewas-saat-uji-coba-meriam</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/08/337/2879255/momen-raja-mataram-nyaris-tewas-saat-uji-coba-meriam</guid><pubDate>Jum'at 08 September 2023 07:42 WIB</pubDate><dc:creator>Avirista Midaada</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/08/337/2879255/momen-raja-mataram-nyaris-tewas-saat-uji-coba-meriam-DGQKQGwnR6.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Raja Mataram nyaris tewas saat uji coba meriam. (Ilustrasi/Ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/08/337/2879255/momen-raja-mataram-nyaris-tewas-saat-uji-coba-meriam-DGQKQGwnR6.jpeg</image><title>Raja Mataram nyaris tewas saat uji coba meriam. (Ilustrasi/Ist)</title></images><description>



RAJA Mataram konon nyaris tewas saat percobaan pembuatan senjata menjelang peristiwa penyerangan Blambangan. Saat itu memang Sultan Amangkurat I memerintahkan pembuat meriam dan senapan untuk menghasilkan 800 senapan dan banyak meriam kecil dalam satu triwulan.

Setelah itu terjadilah satu dan lain hal yang membuatnya sadar kembali. Kala itu sang sultan memerintahkan meriam terbaik yang baru selesai dikerjakan untuk dicoba di alun-alun. Setelah itu disuruhnya supaya dicoba pula sebuah meriam Belanda yang sama besarnya, tetapi diberi peluru yang dua kali lebih berat daripada peluru untuk meriam Jawa.

Sunan Mataram itu merasa heran bahwa meriam Belanda itu hanya sedikit melompat ke belakang. Lantas ia menanyakan kepada pembuat meriam Jawa, apakah meriam Jawa juga tahan diisi dengan peluru yang sama beratnya. Setelah pembuat meriam itu menjawab bahwa hal itu bisa.






BACA JUGA:
Kemegahan Keraton Mataram di Plered, Gerbangnya 3 Lapis










Maka ketika meriam buatannya ditembakkan sebagaimana dikutip dari &quot;Disintegrasi Mataram : di Bawah Mangkurat I&quot; dari H.J. De Graaf, diisi dengan peluru dua kali lebih berat, kemudian ditembakkan. Tetapi meriam itu meledak dan hancur berantakan berkeping-keping tidak terhitung banyaknya, dan keping terbesar jatuh tepat di depan raja.





BACA JUGA:
Lepasnya Wilayah Kekuasaan Mataram di Luar Pulau Jawa Pasca Sultan Agung Wafat






Sungguh luar biasa terkejutnya, hingga diperintahkan Sultan Amangkurat I agar pembuat meriam itu ditangkap, lapangan percobaan itu dijahanamkannya, dan diperintahkannya pula agar gerbang lapangan ditutup semen untuk selama-lamanya, sehingga sangat menyusahkan kalangan Istana sendiri.

Pada malam hari sesudah peristiwa yang nyaris merenggut nyawa itu, Raja Mataram bermimpi sesuatu yang mengerikan. Pada beberapa hari kemudian badannya penuh dengan bisul bernanah. Inilah yang mematahkan kemauannya yang keras.







BACA JUGA:
Bisikan Ulama Bikin Raja Mataram Berbalik Arah Serangan








Ia menjadi religius, dimintanya para pemuka agama untuk berdoa bagi dirinya, bersumpah ia akan melancarkan perang ke timur dan berjanji akan membina hubungan yang menyenangkan bagi orang-orang Banten, demi memelihara nama baiknya.



Para pemuka agama menyatakan kesediaan berdoa bagi raja dan menyembuhkannya dari penyakitnya dalam waktu sepuluh hari. Sejak itu Pangeran Purbaya amat dihormati oleh kemenakannya; dipandang sebagai orang keramat oleh raja.



</description><content:encoded>



RAJA Mataram konon nyaris tewas saat percobaan pembuatan senjata menjelang peristiwa penyerangan Blambangan. Saat itu memang Sultan Amangkurat I memerintahkan pembuat meriam dan senapan untuk menghasilkan 800 senapan dan banyak meriam kecil dalam satu triwulan.

Setelah itu terjadilah satu dan lain hal yang membuatnya sadar kembali. Kala itu sang sultan memerintahkan meriam terbaik yang baru selesai dikerjakan untuk dicoba di alun-alun. Setelah itu disuruhnya supaya dicoba pula sebuah meriam Belanda yang sama besarnya, tetapi diberi peluru yang dua kali lebih berat daripada peluru untuk meriam Jawa.

Sunan Mataram itu merasa heran bahwa meriam Belanda itu hanya sedikit melompat ke belakang. Lantas ia menanyakan kepada pembuat meriam Jawa, apakah meriam Jawa juga tahan diisi dengan peluru yang sama beratnya. Setelah pembuat meriam itu menjawab bahwa hal itu bisa.






BACA JUGA:
Kemegahan Keraton Mataram di Plered, Gerbangnya 3 Lapis










Maka ketika meriam buatannya ditembakkan sebagaimana dikutip dari &quot;Disintegrasi Mataram : di Bawah Mangkurat I&quot; dari H.J. De Graaf, diisi dengan peluru dua kali lebih berat, kemudian ditembakkan. Tetapi meriam itu meledak dan hancur berantakan berkeping-keping tidak terhitung banyaknya, dan keping terbesar jatuh tepat di depan raja.





BACA JUGA:
Lepasnya Wilayah Kekuasaan Mataram di Luar Pulau Jawa Pasca Sultan Agung Wafat






Sungguh luar biasa terkejutnya, hingga diperintahkan Sultan Amangkurat I agar pembuat meriam itu ditangkap, lapangan percobaan itu dijahanamkannya, dan diperintahkannya pula agar gerbang lapangan ditutup semen untuk selama-lamanya, sehingga sangat menyusahkan kalangan Istana sendiri.

Pada malam hari sesudah peristiwa yang nyaris merenggut nyawa itu, Raja Mataram bermimpi sesuatu yang mengerikan. Pada beberapa hari kemudian badannya penuh dengan bisul bernanah. Inilah yang mematahkan kemauannya yang keras.







BACA JUGA:
Bisikan Ulama Bikin Raja Mataram Berbalik Arah Serangan








Ia menjadi religius, dimintanya para pemuka agama untuk berdoa bagi dirinya, bersumpah ia akan melancarkan perang ke timur dan berjanji akan membina hubungan yang menyenangkan bagi orang-orang Banten, demi memelihara nama baiknya.



Para pemuka agama menyatakan kesediaan berdoa bagi raja dan menyembuhkannya dari penyakitnya dalam waktu sepuluh hari. Sejak itu Pangeran Purbaya amat dihormati oleh kemenakannya; dipandang sebagai orang keramat oleh raja.



</content:encoded></item></channel></rss>
