<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kelas Yoga Digerebek Polisi Gara-Gara Dikira Gelar Ritual Pembunuhan Massal</title><description>Polisi datang setelah menerima laporan dari warga yang lewat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/10/18/2880431/kelas-yoga-digerebek-polisi-gara-gara-dikira-gelar-ritual-pembunuhan-massal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/10/18/2880431/kelas-yoga-digerebek-polisi-gara-gara-dikira-gelar-ritual-pembunuhan-massal"/><item><title>Kelas Yoga Digerebek Polisi Gara-Gara Dikira Gelar Ritual Pembunuhan Massal</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/10/18/2880431/kelas-yoga-digerebek-polisi-gara-gara-dikira-gelar-ritual-pembunuhan-massal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/10/18/2880431/kelas-yoga-digerebek-polisi-gara-gara-dikira-gelar-ritual-pembunuhan-massal</guid><pubDate>Minggu 10 September 2023 16:45 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/10/18/2880431/kelas-yoga-digerebek-polisi-gara-gara-dikira-gelar-ritual-pembunuhan-massal-FVRXSVHYMn.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Medium)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/10/18/2880431/kelas-yoga-digerebek-polisi-gara-gara-dikira-gelar-ritual-pembunuhan-massal-FVRXSVHYMn.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Medium)</title></images><description>LONDON - Sebuah kelas yoga di wilayah Lincolnshire, Inggris digerebek polisi setelah sempat dianggap sebagai tempat terjadinya &amp;ldquo;ritual pembunuhan massal&amp;rdquo;, ketika anggota komunitas melapor setelah salah mengira sekelompok yogi yang bermeditasi sebagai korban pembunuhan.

BACA JUGA:
&amp;nbsp;Dukun Siberia Gelar Ritual Dukung Kemenangan Militer Rusia di Ukraina&amp;nbsp;

Lima mobil polisi tiba di Observatorium Laut Utara di Skegness pada Rabu, (6/9/2023) malam setelah sepasang pembawa anjing melaporkan mengenai tujuh orang yang tergeletak di tanah di ruangan yang remang-remang, dengan orang kedelapan berjalan mengelilingi tubuh mereka yang tampaknya tak bernyawa.
Namun, tanpa sepengetahuan para pelapor, kelompok tersebut sedang berlatih shavasana, kadang-kadang dikenal sebagai pose mayat &amp;ndash; sebuah posisi yang sering digunakan di akhir sesi yoga di mana orang-orang berbaring telentang dan memasuki kondisi meditasi mendalam.
&amp;ldquo;Mereka melaporkan kepada polisi bahwa mereka melihat seseorang berjalan-jalan di dalam ruangan yang diterangi lilin dan sesuatu yang tampak seperti orang mati tergeletak di lantai,&amp;rdquo; kata guru yoga Millie Laws kepada Washington Post. &amp;ldquo;Pasangan itu mengira itu semacam ritual pembunuhan massal.&amp;rdquo;

BACA JUGA:
Pembunuhan Massal di Sekolah Tewaskan 37 Orang, Polisi Tangkap 20 Pelaku

Polisi Lincolnshire kemudian mengkonfirmasi bahwa panggilan darurat telah dilakukan pada pukul 20:56 waktu setempat &amp;ldquo;dengan niat baik.&amp;rdquo; Polisi menambahkan: &amp;ldquo;Petugas hadir, dengan senang hati kami melaporkan bahwa semua orang aman dan baik-baik saja.&amp;rdquo;The Seascape Cafe, yang menjadi tuan rumah kelas yoga di Observatorium Laut Utara, mengunggah ke media sosial pada Kamis, (7/9/2023) untuk berterima kasih kepada polisi atas tanggapan cepat mereka terhadap kejadian tersebut. &amp;ldquo;Masyarakat Umum yang terhormat,&amp;rdquo; kata pernyataan itu, sebagaimana dilansir RT.
&amp;ldquo;Harap diingat bahwa Observatorium memiliki banyak kelas yoga yang diadakan di malam hari. Kami bukan bagian dari aliran sesat atau klub gila mana pun.&amp;rdquo;
Berbicara kepada Washington Post dalam komentar yang diterbitkan pada Jumat, (8/9/2023) Laws mengatakan bahwa dia tidak bisa menahan tawa atas gagasan bahwa dia sempat dicurigai bertanggung jawab atas salah satu pembantaian terburuk dalam sejarah Inggris baru-baru ini.
&amp;ldquo;Lucu sekali,&amp;rdquo; reaksi pria berusia 22 tahun, yang baru pindah ke kota itu tiga bulan lalu. &amp;ldquo;Di sisi lain, orang-orang ini berhasil memasuki kondisi relaksasi yang mendalam sehingga &amp;ndash; meskipun sangat buruk jika dibandingkan dengan kematian &amp;ndash; mereka terlihat begitu santai dan nyaman.
&amp;ldquo;Maksud saya, bisa dibilang obatnya manjur, meski ironisnya mereka berpose seperti mayat,&amp;rdquo; katanya.</description><content:encoded>LONDON - Sebuah kelas yoga di wilayah Lincolnshire, Inggris digerebek polisi setelah sempat dianggap sebagai tempat terjadinya &amp;ldquo;ritual pembunuhan massal&amp;rdquo;, ketika anggota komunitas melapor setelah salah mengira sekelompok yogi yang bermeditasi sebagai korban pembunuhan.

BACA JUGA:
&amp;nbsp;Dukun Siberia Gelar Ritual Dukung Kemenangan Militer Rusia di Ukraina&amp;nbsp;

Lima mobil polisi tiba di Observatorium Laut Utara di Skegness pada Rabu, (6/9/2023) malam setelah sepasang pembawa anjing melaporkan mengenai tujuh orang yang tergeletak di tanah di ruangan yang remang-remang, dengan orang kedelapan berjalan mengelilingi tubuh mereka yang tampaknya tak bernyawa.
Namun, tanpa sepengetahuan para pelapor, kelompok tersebut sedang berlatih shavasana, kadang-kadang dikenal sebagai pose mayat &amp;ndash; sebuah posisi yang sering digunakan di akhir sesi yoga di mana orang-orang berbaring telentang dan memasuki kondisi meditasi mendalam.
&amp;ldquo;Mereka melaporkan kepada polisi bahwa mereka melihat seseorang berjalan-jalan di dalam ruangan yang diterangi lilin dan sesuatu yang tampak seperti orang mati tergeletak di lantai,&amp;rdquo; kata guru yoga Millie Laws kepada Washington Post. &amp;ldquo;Pasangan itu mengira itu semacam ritual pembunuhan massal.&amp;rdquo;

BACA JUGA:
Pembunuhan Massal di Sekolah Tewaskan 37 Orang, Polisi Tangkap 20 Pelaku

Polisi Lincolnshire kemudian mengkonfirmasi bahwa panggilan darurat telah dilakukan pada pukul 20:56 waktu setempat &amp;ldquo;dengan niat baik.&amp;rdquo; Polisi menambahkan: &amp;ldquo;Petugas hadir, dengan senang hati kami melaporkan bahwa semua orang aman dan baik-baik saja.&amp;rdquo;The Seascape Cafe, yang menjadi tuan rumah kelas yoga di Observatorium Laut Utara, mengunggah ke media sosial pada Kamis, (7/9/2023) untuk berterima kasih kepada polisi atas tanggapan cepat mereka terhadap kejadian tersebut. &amp;ldquo;Masyarakat Umum yang terhormat,&amp;rdquo; kata pernyataan itu, sebagaimana dilansir RT.
&amp;ldquo;Harap diingat bahwa Observatorium memiliki banyak kelas yoga yang diadakan di malam hari. Kami bukan bagian dari aliran sesat atau klub gila mana pun.&amp;rdquo;
Berbicara kepada Washington Post dalam komentar yang diterbitkan pada Jumat, (8/9/2023) Laws mengatakan bahwa dia tidak bisa menahan tawa atas gagasan bahwa dia sempat dicurigai bertanggung jawab atas salah satu pembantaian terburuk dalam sejarah Inggris baru-baru ini.
&amp;ldquo;Lucu sekali,&amp;rdquo; reaksi pria berusia 22 tahun, yang baru pindah ke kota itu tiga bulan lalu. &amp;ldquo;Di sisi lain, orang-orang ini berhasil memasuki kondisi relaksasi yang mendalam sehingga &amp;ndash; meskipun sangat buruk jika dibandingkan dengan kematian &amp;ndash; mereka terlihat begitu santai dan nyaman.
&amp;ldquo;Maksud saya, bisa dibilang obatnya manjur, meski ironisnya mereka berpose seperti mayat,&amp;rdquo; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
