<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>MUI Tak Masalah Ganjar Tampil di Tayangan Adzan Maghrib: Bacapres Lain Silakan Ikut</title><description>Anwar Abbas tidak mempermasalahkan tampilnya bacapres Ganjar Pranowo dalam tayangan Adzan Maghrib.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/10/337/2880324/mui-tak-masalah-ganjar-tampil-di-tayangan-adzan-maghrib-bacapres-lain-silakan-ikut</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/10/337/2880324/mui-tak-masalah-ganjar-tampil-di-tayangan-adzan-maghrib-bacapres-lain-silakan-ikut"/><item><title>MUI Tak Masalah Ganjar Tampil di Tayangan Adzan Maghrib: Bacapres Lain Silakan Ikut</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/10/337/2880324/mui-tak-masalah-ganjar-tampil-di-tayangan-adzan-maghrib-bacapres-lain-silakan-ikut</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/10/337/2880324/mui-tak-masalah-ganjar-tampil-di-tayangan-adzan-maghrib-bacapres-lain-silakan-ikut</guid><pubDate>Minggu 10 September 2023 10:36 WIB</pubDate><dc:creator>Widya Michella</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/10/337/2880324/mui-tak-masalah-ganjar-tampil-di-tayangan-adzan-maghrib-bacapres-lain-silakan-ikut-xgxu3PYBfW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">MUI tidak mempermasalahkan Ganjar Pranowo tampil di tayangan Adzan Maghrib (Foto : MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/10/337/2880324/mui-tak-masalah-ganjar-tampil-di-tayangan-adzan-maghrib-bacapres-lain-silakan-ikut-xgxu3PYBfW.jpg</image><title>MUI tidak mempermasalahkan Ganjar Pranowo tampil di tayangan Adzan Maghrib (Foto : MPI)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wOS82LzE3MDQwMi81L3g4bnlsZWU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas tidak mempermasalahkan tampilnya bacapres&amp;nbsp;Ganjar Pranowo dalam tayangan Adzan Maghrib di salah satu stasiun televisi nasional. Menurutnya, hal tersebut sungguh baik karena bermuatan dakwah dengan mengajak masyarakat untuk melaksanakan ibadah shalat.


&quot;Bagi saya, pribadi peristiwa tayangan adzan dengan memunculkan video Ganjar Pranowo bakal calon presiden dari PDIP tidaklah bermasalah. Bahkan hal demikian  menurut saya sangat bagus karena di dalamnya ada muatan dakwah yaitu mengajak orang untuk sholat atau berbuat baik apalagi yang tampil itu adalah seorang tokoh yang merupakan bakal calon presiden,&quot; kata Anwar dalam keterangannya, Minggu (10/9/2023).


BACA JUGA:
PDIP Gelar Wayang Simbolik Prestasi Ganjar untuk Jadi Capres 2024


Apa yang dilakukan Ganjar tersebut, kata Anwar boleh-boleh saja apalagi nilai dan dampaknya terhadap kehidupan keagamaan umat islam  tentu akan sangat besar.

Bahkan dia mempersilakan Bacapres lainnya melakukan hal yang sama jika tujuannya untuk berdakwah.

&quot;Oleh karena itu kalau ada bakal calon presiden yang lain yang juga mau melakukan hal yang sama dan serupa saya rasa cukup bagus serta silahkan saja,&quot; ucapnya.


BACA JUGA:
Wacana Ganjar soal Gaji Guru Rp30 Juta Dinilai Cita-Cita Tepat dan Rasional


Namun, karena bangsa Indonesia kini akan menghadapi pilpres tentu banyak orang mengaitkan masalah tersebut dengan masalah politik sehingga mengundang lahirnya  pro-kontra dan kegaduhan.Jika hal ini yang terjadi maka dia meminta agar para pihak menggunakan prinsip untuk meninggalkan kemafsadatan harus didahulukan dari pada mengambil kemashlahatan.

&quot;Oleh karena itu jika menyiarkan hal tersebut akan lebih besar mudharat dari pada manfaatnya atau akan  menimbulkan kegaduhan dan pro-kontra di tengah-tengah masyarakat  maka tentu hal-hal semacam itu  lebih baik ditinggalkan saja,&quot; tuturnya.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wOS82LzE3MDQwMi81L3g4bnlsZWU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas tidak mempermasalahkan tampilnya bacapres&amp;nbsp;Ganjar Pranowo dalam tayangan Adzan Maghrib di salah satu stasiun televisi nasional. Menurutnya, hal tersebut sungguh baik karena bermuatan dakwah dengan mengajak masyarakat untuk melaksanakan ibadah shalat.


&quot;Bagi saya, pribadi peristiwa tayangan adzan dengan memunculkan video Ganjar Pranowo bakal calon presiden dari PDIP tidaklah bermasalah. Bahkan hal demikian  menurut saya sangat bagus karena di dalamnya ada muatan dakwah yaitu mengajak orang untuk sholat atau berbuat baik apalagi yang tampil itu adalah seorang tokoh yang merupakan bakal calon presiden,&quot; kata Anwar dalam keterangannya, Minggu (10/9/2023).


BACA JUGA:
PDIP Gelar Wayang Simbolik Prestasi Ganjar untuk Jadi Capres 2024


Apa yang dilakukan Ganjar tersebut, kata Anwar boleh-boleh saja apalagi nilai dan dampaknya terhadap kehidupan keagamaan umat islam  tentu akan sangat besar.

Bahkan dia mempersilakan Bacapres lainnya melakukan hal yang sama jika tujuannya untuk berdakwah.

&quot;Oleh karena itu kalau ada bakal calon presiden yang lain yang juga mau melakukan hal yang sama dan serupa saya rasa cukup bagus serta silahkan saja,&quot; ucapnya.


BACA JUGA:
Wacana Ganjar soal Gaji Guru Rp30 Juta Dinilai Cita-Cita Tepat dan Rasional


Namun, karena bangsa Indonesia kini akan menghadapi pilpres tentu banyak orang mengaitkan masalah tersebut dengan masalah politik sehingga mengundang lahirnya  pro-kontra dan kegaduhan.Jika hal ini yang terjadi maka dia meminta agar para pihak menggunakan prinsip untuk meninggalkan kemafsadatan harus didahulukan dari pada mengambil kemashlahatan.

&quot;Oleh karena itu jika menyiarkan hal tersebut akan lebih besar mudharat dari pada manfaatnya atau akan  menimbulkan kegaduhan dan pro-kontra di tengah-tengah masyarakat  maka tentu hal-hal semacam itu  lebih baik ditinggalkan saja,&quot; tuturnya.</content:encoded></item></channel></rss>
