<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tampilnya Ganjar di Tayangan Adzan Disebut Tak Langgar Aturan</title><description>Terdaftar di KPU sebagai Capres juga belum. Di dalamnya pun tak ada bahan kampanye apapun. Saya bingung di mana letak kontroversinya.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/11/337/2880706/tampilnya-ganjar-di-tayangan-adzan-disebut-tak-langgar-aturan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/11/337/2880706/tampilnya-ganjar-di-tayangan-adzan-disebut-tak-langgar-aturan"/><item><title>Tampilnya Ganjar di Tayangan Adzan Disebut Tak Langgar Aturan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/11/337/2880706/tampilnya-ganjar-di-tayangan-adzan-disebut-tak-langgar-aturan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/11/337/2880706/tampilnya-ganjar-di-tayangan-adzan-disebut-tak-langgar-aturan</guid><pubDate>Senin 11 September 2023 10:31 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/11/337/2880706/tampilnya-ganjar-di-tayangan-adzan-disebut-tak-langgar-aturan-VAoRh4otwD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar Pranowo tampil di tayangan adzan disebut tidak melanggar aturan (Foto : Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/11/337/2880706/tampilnya-ganjar-di-tayangan-adzan-disebut-tak-langgar-aturan-VAoRh4otwD.jpg</image><title>Ganjar Pranowo tampil di tayangan adzan disebut tidak melanggar aturan (Foto : Istimewa)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wOS82LzE3MDQwMi81L3g4bnlsZWU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Asosiasi Komunikolog Indonesia turut berkomentar terhadap tampilnya Bacapres Ganjar Pranowo di salah satu tayangan adzan pada stasiun televisi. Ketua Asosiasi Komunikolog Indonesia, Suko Widodo merasa tak ada masalah dengan tampilan Ganjar di tayangan adzan.

&quot;Dari sisi peraturan-perundangan tak ada yang dilanggar. Ini kan bukan masa kampanye. Terdaftar di KPU sebagai Capres juga belum. Di dalamnya pun tak ada bahan kampanye apapun. Saya bingung di mana letak kontroversinya,&quot; tutur Suko dalam keterangannya, Senin (11/9/2023).


BACA JUGA:
Menteri PUPR Basuki Bisa Jadi Alternatif Cawapres Ganjar Pranowo


Tak hanya Suko, pakar komunikasi Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing merasa posisi Ganjar dalam tayangan azan itu seperti umat Isa pada umumnya. Apalagi, kata Emrus, tayangan adzan itu tak hanya menampilkan Ganjar.

&quot;Sebelum ada wajah Ganjar, kan banyak juga wajah-wajah orang lain dalam siaran tersebut. Dalam konteks tersebut, Ganjar kan orang biasa, tidak ada bedanya dengan wajah-wajah umat lainnya yang tampil pada adzan tersebut. Ajakan Ganjar maupun semua yang pernah tampil di adzan itu adalah sesuatu yang baik,&quot; tuturnya.


BACA JUGA:
MUI Tak Masalah Ganjar Tampil di Tayangan Adzan Maghrib: Bacapres Lain Silakan Ikut


Peneliti dan pengajar komunikasi pada London School of Public Relations Iwel Sastra merasa tak ada pelanggaran aturan dalam tayangan azan tersebut.

&quot;Agak susah mencari-cari alasan meributkan siaran adzan tersebut. Pasal mana ya pada Undang-Undang Penyiaran yang dilanggar?&quot; ucap Iwel.
Sementara, peneliti komunikasi politik Institut Salemba School, Effendi Gazali merasa, wacana tiruan tayangan adzan pada bacapres lain dapat melunturkan nilai kreativitas. Effendi pun memberikan sejumlah tips.

&quot;Kalau kemudian mau lebih mengayomi, bisa juga dibuat variasi adzan dengan beberapa wajah tokoh nasional kita. Jadi terkesan tidak hanya satu figur,&quot; ujarnya.

Sementara ahli komunikasi Universitas Hasanuddin Hasrullah menambahkan, perlu adanya improvisasi dalam tayangan azan.

&quot;Bisa saja segera ditambahkan wajah para ulama lain. Misal wajah Tuan Guru Bajang, atau beberapa wajah lain dari Kawasan Timur Indonesia. Sehingga lanskapnya lengkap dari seluruh Indonesia,&quot; tambah Hasrullah.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8wOS82LzE3MDQwMi81L3g4bnlsZWU=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;

JAKARTA - Asosiasi Komunikolog Indonesia turut berkomentar terhadap tampilnya Bacapres Ganjar Pranowo di salah satu tayangan adzan pada stasiun televisi. Ketua Asosiasi Komunikolog Indonesia, Suko Widodo merasa tak ada masalah dengan tampilan Ganjar di tayangan adzan.

&quot;Dari sisi peraturan-perundangan tak ada yang dilanggar. Ini kan bukan masa kampanye. Terdaftar di KPU sebagai Capres juga belum. Di dalamnya pun tak ada bahan kampanye apapun. Saya bingung di mana letak kontroversinya,&quot; tutur Suko dalam keterangannya, Senin (11/9/2023).


BACA JUGA:
Menteri PUPR Basuki Bisa Jadi Alternatif Cawapres Ganjar Pranowo


Tak hanya Suko, pakar komunikasi Universitas Pelita Harapan Emrus Sihombing merasa posisi Ganjar dalam tayangan azan itu seperti umat Isa pada umumnya. Apalagi, kata Emrus, tayangan adzan itu tak hanya menampilkan Ganjar.

&quot;Sebelum ada wajah Ganjar, kan banyak juga wajah-wajah orang lain dalam siaran tersebut. Dalam konteks tersebut, Ganjar kan orang biasa, tidak ada bedanya dengan wajah-wajah umat lainnya yang tampil pada adzan tersebut. Ajakan Ganjar maupun semua yang pernah tampil di adzan itu adalah sesuatu yang baik,&quot; tuturnya.


BACA JUGA:
MUI Tak Masalah Ganjar Tampil di Tayangan Adzan Maghrib: Bacapres Lain Silakan Ikut


Peneliti dan pengajar komunikasi pada London School of Public Relations Iwel Sastra merasa tak ada pelanggaran aturan dalam tayangan azan tersebut.

&quot;Agak susah mencari-cari alasan meributkan siaran adzan tersebut. Pasal mana ya pada Undang-Undang Penyiaran yang dilanggar?&quot; ucap Iwel.
Sementara, peneliti komunikasi politik Institut Salemba School, Effendi Gazali merasa, wacana tiruan tayangan adzan pada bacapres lain dapat melunturkan nilai kreativitas. Effendi pun memberikan sejumlah tips.

&quot;Kalau kemudian mau lebih mengayomi, bisa juga dibuat variasi adzan dengan beberapa wajah tokoh nasional kita. Jadi terkesan tidak hanya satu figur,&quot; ujarnya.

Sementara ahli komunikasi Universitas Hasanuddin Hasrullah menambahkan, perlu adanya improvisasi dalam tayangan azan.

&quot;Bisa saja segera ditambahkan wajah para ulama lain. Misal wajah Tuan Guru Bajang, atau beberapa wajah lain dari Kawasan Timur Indonesia. Sehingga lanskapnya lengkap dari seluruh Indonesia,&quot; tambah Hasrullah.</content:encoded></item></channel></rss>
