<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Persis: Wajar Ganjar Pranowo Tampil di Tayangan Azan Magrib</title><description>Menurut PP Persis, tayangan tersebut merupakan hal yang wajar.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/11/337/2881035/persis-wajar-ganjar-pranowo-tampil-di-tayangan-azan-magrib</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/11/337/2881035/persis-wajar-ganjar-pranowo-tampil-di-tayangan-azan-magrib"/><item><title>Persis: Wajar Ganjar Pranowo Tampil di Tayangan Azan Magrib</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/11/337/2881035/persis-wajar-ganjar-pranowo-tampil-di-tayangan-azan-magrib</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/11/337/2881035/persis-wajar-ganjar-pranowo-tampil-di-tayangan-azan-magrib</guid><pubDate>Senin 11 September 2023 16:51 WIB</pubDate><dc:creator>Widya Michella</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/11/337/2881035/persis-wajar-ganjar-pranowo-tampil-di-tayangan-azan-magrib-ym0X0jccSa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ganjar Pranowo (Foto: Dok Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/11/337/2881035/persis-wajar-ganjar-pranowo-tampil-di-tayangan-azan-magrib-ym0X0jccSa.jpg</image><title>Ganjar Pranowo (Foto: Dok Okezone)</title></images><description>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xMS8xLzE3MDQ3NC81L3g4bnpuNWk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) merespons tayangan Bacapres Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Ganjar Pranowo, dalam tayangan azan magrib di televisi swasta.
Menurut PP Persis, tayangan tersebut merupakan hal yang wajar.
&quot;Saya kira masalah Bacapres atau Bacawapres muncul dalam tayangan azan atau simbol ritual keagamaan yang lainnya, memang hal yang wajar saja,&quot; kata Ketua Umum PP Persis, Jeje Zaenudin, Senin (11/9/2023).

BACA JUGA:
Bawa Busur Panah hingga Parang Gergaji Puluhan Pemuda Ditangkap, Kapolres Jaksel: Mengerikan!

Menurut dia, pihak yang menentukan hal tersebut benar atau salah merupakan penyelengga Pemilu 2024 yakni  KPU dan Bawaslu.

BACA JUGA:
Bejat! Pria Ini Setubuhi Bocah 7 Tahun di Samping Masjid

&quot;Akan tetapi terkait dengan benar atau salah yang berhak menilai adalah aturan penyelenggara pemilu, apakah itu KPU atau Bawaslu. Kemudian dari aspek etis, apakah itu masuk kategori politisasi agama atau memberi nilai agama pada politik? Ini tentu sangat subjektif,&quot; tuturnya.
</description><content:encoded>&amp;nbsp;&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAyMy8wOS8xMS8xLzE3MDQ3NC81L3g4bnpuNWk=&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
JAKARTA - Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) merespons tayangan Bacapres Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Ganjar Pranowo, dalam tayangan azan magrib di televisi swasta.
Menurut PP Persis, tayangan tersebut merupakan hal yang wajar.
&quot;Saya kira masalah Bacapres atau Bacawapres muncul dalam tayangan azan atau simbol ritual keagamaan yang lainnya, memang hal yang wajar saja,&quot; kata Ketua Umum PP Persis, Jeje Zaenudin, Senin (11/9/2023).

BACA JUGA:
Bawa Busur Panah hingga Parang Gergaji Puluhan Pemuda Ditangkap, Kapolres Jaksel: Mengerikan!

Menurut dia, pihak yang menentukan hal tersebut benar atau salah merupakan penyelengga Pemilu 2024 yakni  KPU dan Bawaslu.

BACA JUGA:
Bejat! Pria Ini Setubuhi Bocah 7 Tahun di Samping Masjid

&quot;Akan tetapi terkait dengan benar atau salah yang berhak menilai adalah aturan penyelenggara pemilu, apakah itu KPU atau Bawaslu. Kemudian dari aspek etis, apakah itu masuk kategori politisasi agama atau memberi nilai agama pada politik? Ini tentu sangat subjektif,&quot; tuturnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
