<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemerintah Sebut Masyarakat Naik Angkutan Umum Akan Naik Signifikan</title><description>Modernisasi angkutan umum juga terus dilakukan pemerintah untuk menarik minat masyarakat.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/11/338/2881188/pemerintah-sebut-masyarakat-naik-angkutan-umum-akan-naik-signifikan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/11/338/2881188/pemerintah-sebut-masyarakat-naik-angkutan-umum-akan-naik-signifikan"/><item><title>Pemerintah Sebut Masyarakat Naik Angkutan Umum Akan Naik Signifikan</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/11/338/2881188/pemerintah-sebut-masyarakat-naik-angkutan-umum-akan-naik-signifikan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/11/338/2881188/pemerintah-sebut-masyarakat-naik-angkutan-umum-akan-naik-signifikan</guid><pubDate>Senin 11 September 2023 21:26 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/11/338/2881188/pemerintah-sebut-masyarakat-naik-angkutan-umum-akan-naik-signifikan-5wpWGXGEGd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengguna Angkutan Umum Akan Meningkat/Foto: MNC Portal</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/11/338/2881188/pemerintah-sebut-masyarakat-naik-angkutan-umum-akan-naik-signifikan-5wpWGXGEGd.jpg</image><title>Pengguna Angkutan Umum Akan Meningkat/Foto: MNC Portal</title></images><description>


JAKARTA - Integrasi antar-moda angkutan umum di Ibu Kota saat ini masih sulit diakses. Oleh karena itu membutuhkan terobosan lintas stakeholder untuk mewujudkannya.

BACA JUGA:
Pemprov DKI dan Kemenhub Optimalkan Integrasi Transportasi ke Bandara Soetta

Demikian diutarakan Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi dalam acara &amp;ldquo;GoTransit Mobility Talk&amp;rdquo; di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat.
Selama ini kata Budi, operator angkutan umum masih menemukan kendala dalam meningkatkan jumlah penumpang harian yang disebabkan berbagai faktor seperti ketersediaan akses transportasi feeder untuk First Mile atau menuju stasiun maupun Last Mile atau menuju lokasi akhir.
&amp;ldquo;Modernisasi angkutan umum juga terus dilakukan pemerintah untuk menarik minat masyarakat menggunakan angkutan umum,&amp;rdquo;ujarnya.

BACA JUGA:
Cuaca Ekstrem, Menhub Minta Masyarakat yang Bepergian Taati Imbauan Pemerintah

Budi mengatakan, saat ini angkutan umum di kota-kota Indonesia, masih kurang dibanding volume di Bangkok, Singapura. Hal ini menimbulkan kerugian bagi masyarakat dan negara.
&amp;ldquo;Bapak Presiden berkali-kali mengatakan bahwa upaya meningkatkan angkutan massal akan menghilangkan kerugian ekonomi yang akan datang,&amp;rdquo;tuturnya.
Budi juga memberikan apresiasi dan berikan dukungan penuh bagi pelaku swasta dalam membantu transportasi first mile dan last mile yang dirasa masih bermasalah karena lack of service yang ada.&amp;ldquo;Saya menyambut positif ide dari Gojek untuk melakukan ini, mengkolaborasikan banyak hal bahkan nanti yang lain lagi. Apalagi KAI sekarang sudah ada KRL, LRT dan punya kereta cepat,&amp;rdquo;pungkasnya.
Sementara itu, Direktur ITDP Indonesia, Gonggomtua E. Sitanggang menambahkan, bahwa integrasi transportasi publik masih memiliki beberapa tantangan.
&amp;ldquo;Transportasi publik itu bukan layanan door to door sehingga membutuhkan layanan First Mile-Last Mile,&amp;rdquo;terangnya.
&amp;ldquo;Kemudian tantangannya adalah bagaimana mengintegrasikan dari sisi sistem dan tarif yang diselaraskan untuk meningkatkan pengguna baru transportasi publik,&amp;rdquo;pungkasnya.</description><content:encoded>


JAKARTA - Integrasi antar-moda angkutan umum di Ibu Kota saat ini masih sulit diakses. Oleh karena itu membutuhkan terobosan lintas stakeholder untuk mewujudkannya.

BACA JUGA:
Pemprov DKI dan Kemenhub Optimalkan Integrasi Transportasi ke Bandara Soetta

Demikian diutarakan Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi dalam acara &amp;ldquo;GoTransit Mobility Talk&amp;rdquo; di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat.
Selama ini kata Budi, operator angkutan umum masih menemukan kendala dalam meningkatkan jumlah penumpang harian yang disebabkan berbagai faktor seperti ketersediaan akses transportasi feeder untuk First Mile atau menuju stasiun maupun Last Mile atau menuju lokasi akhir.
&amp;ldquo;Modernisasi angkutan umum juga terus dilakukan pemerintah untuk menarik minat masyarakat menggunakan angkutan umum,&amp;rdquo;ujarnya.

BACA JUGA:
Cuaca Ekstrem, Menhub Minta Masyarakat yang Bepergian Taati Imbauan Pemerintah

Budi mengatakan, saat ini angkutan umum di kota-kota Indonesia, masih kurang dibanding volume di Bangkok, Singapura. Hal ini menimbulkan kerugian bagi masyarakat dan negara.
&amp;ldquo;Bapak Presiden berkali-kali mengatakan bahwa upaya meningkatkan angkutan massal akan menghilangkan kerugian ekonomi yang akan datang,&amp;rdquo;tuturnya.
Budi juga memberikan apresiasi dan berikan dukungan penuh bagi pelaku swasta dalam membantu transportasi first mile dan last mile yang dirasa masih bermasalah karena lack of service yang ada.&amp;ldquo;Saya menyambut positif ide dari Gojek untuk melakukan ini, mengkolaborasikan banyak hal bahkan nanti yang lain lagi. Apalagi KAI sekarang sudah ada KRL, LRT dan punya kereta cepat,&amp;rdquo;pungkasnya.
Sementara itu, Direktur ITDP Indonesia, Gonggomtua E. Sitanggang menambahkan, bahwa integrasi transportasi publik masih memiliki beberapa tantangan.
&amp;ldquo;Transportasi publik itu bukan layanan door to door sehingga membutuhkan layanan First Mile-Last Mile,&amp;rdquo;terangnya.
&amp;ldquo;Kemudian tantangannya adalah bagaimana mengintegrasikan dari sisi sistem dan tarif yang diselaraskan untuk meningkatkan pengguna baru transportasi publik,&amp;rdquo;pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
