<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Biden Serukan Persatuan Nasional pada Peringatan 22 Tahun Tragedi 9/11</title><description>Biden berpidato di Anchorage, Alaska pada peringatan tahun ini.</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/12/18/2881791/biden-serukan-persatuan-nasional-pada-peringatan-22-tahun-tragedi-9-11</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/12/18/2881791/biden-serukan-persatuan-nasional-pada-peringatan-22-tahun-tragedi-9-11"/><item><title>Biden Serukan Persatuan Nasional pada Peringatan 22 Tahun Tragedi 9/11</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/12/18/2881791/biden-serukan-persatuan-nasional-pada-peringatan-22-tahun-tragedi-9-11</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/12/18/2881791/biden-serukan-persatuan-nasional-pada-peringatan-22-tahun-tragedi-9-11</guid><pubDate>Selasa 12 September 2023 20:04 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/12/18/2881791/biden-serukan-persatuan-nasional-pada-peringatan-22-tahun-tragedi-9-11-My6T6W1trU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Joe Biden menyampaikan pidato pada peringatan 22 tahun Tragedi 9/11 di Anchorage, Alaska, Amerika Serikat, 11 September 2023. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/12/18/2881791/biden-serukan-persatuan-nasional-pada-peringatan-22-tahun-tragedi-9-11-My6T6W1trU.jpg</image><title>Presiden Joe Biden menyampaikan pidato pada peringatan 22 tahun Tragedi 9/11 di Anchorage, Alaska, Amerika Serikat, 11 September 2023. (Foto: Reuters)</title></images><description>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxMy8wNC8yOS8xMC80MzcxNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
PRESIDEN Joe Biden, pada Senin (11/9/2023), menyerukan agar warga Amerika Serikat (AS) bersatu meskipun terdapat perbedaan politik yang sengit di saat AS memperingati 22 tahun serangan 9/11 yang dilakukan Al-Qaeda.

BACA JUGA:
Mengenang Detik-Detik Tragedi 9/11, Serangan Teroris yang Mengubah Dunia

Lonceng dibunyikan dan nama hampir 3.000 orang dibacakan dalam upacara yang sendu di New York, Washington dan Pennsylvania, lokasi jatuhnya pesawat-pesawat yang dibajak dalam serangan tersebut.
&amp;ldquo;Mari kita kenang 11 September dengan memperbarui saling percaya,&amp;rdquo; kata Biden sebagaimana dilansir VOA Indonesia. Ia berbicara di pangkalan militer di Anchorage, Alaska, dalam perjalanan pulang dari lawatan ke India dan Vietnam.

BACA JUGA:
Joe Biden Akan Peringati Tragedi 9/11 di Pangkalan Militer Alaska

&amp;ldquo;Kita tidak boleh kehilangan rasa persatuan nasional. Biarlah itu menjadi hal yang sama dalam zaman kita.&amp;rdquo;
Berbicara di depan bendera besar, Biden menambahkan bahwa &amp;ldquo;terorisme, termasuk kekerasan politik dan ideologi, adalah kebalikan dari apa yang kita perjuangkan sebagai sebuah bangsa.&amp;rdquo;

Pidatonya disampaikan di tengah Amerika Serikat yang semakin terpolarisasi, dengan ketegangan yang mungkin meningkat ketika Biden, yang berasal dari Partai Demokrat, kemungkinan akan menghadapi persaingan ulang pemilu tahun depan dengan mantan presiden dari Partai Republik Donald Trump.
Trump telah didakwa empat kali sejak April, termasuk atas upayanya membatalkan hasil pemilu 2020. Serangan ke Gedung Capitol pada 6 Januari 2021 yang dilakukan pendukung Trump masih segar dalam ingatan publik.</description><content:encoded>&amp;lt;div class=&quot;vicon&quot;&amp;gt;&amp;lt;iframe width=&quot;100%&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://video.okezone.com/embed/MjAxMy8wNC8yOS8xMC80MzcxNy8wLw==&quot; frameborder=&quot;0&quot; allowfullscreen&amp;gt;&amp;lt;/iframe&amp;gt;&amp;lt;/div&amp;gt;
PRESIDEN Joe Biden, pada Senin (11/9/2023), menyerukan agar warga Amerika Serikat (AS) bersatu meskipun terdapat perbedaan politik yang sengit di saat AS memperingati 22 tahun serangan 9/11 yang dilakukan Al-Qaeda.

BACA JUGA:
Mengenang Detik-Detik Tragedi 9/11, Serangan Teroris yang Mengubah Dunia

Lonceng dibunyikan dan nama hampir 3.000 orang dibacakan dalam upacara yang sendu di New York, Washington dan Pennsylvania, lokasi jatuhnya pesawat-pesawat yang dibajak dalam serangan tersebut.
&amp;ldquo;Mari kita kenang 11 September dengan memperbarui saling percaya,&amp;rdquo; kata Biden sebagaimana dilansir VOA Indonesia. Ia berbicara di pangkalan militer di Anchorage, Alaska, dalam perjalanan pulang dari lawatan ke India dan Vietnam.

BACA JUGA:
Joe Biden Akan Peringati Tragedi 9/11 di Pangkalan Militer Alaska

&amp;ldquo;Kita tidak boleh kehilangan rasa persatuan nasional. Biarlah itu menjadi hal yang sama dalam zaman kita.&amp;rdquo;
Berbicara di depan bendera besar, Biden menambahkan bahwa &amp;ldquo;terorisme, termasuk kekerasan politik dan ideologi, adalah kebalikan dari apa yang kita perjuangkan sebagai sebuah bangsa.&amp;rdquo;

Pidatonya disampaikan di tengah Amerika Serikat yang semakin terpolarisasi, dengan ketegangan yang mungkin meningkat ketika Biden, yang berasal dari Partai Demokrat, kemungkinan akan menghadapi persaingan ulang pemilu tahun depan dengan mantan presiden dari Partai Republik Donald Trump.
Trump telah didakwa empat kali sejak April, termasuk atas upayanya membatalkan hasil pemilu 2020. Serangan ke Gedung Capitol pada 6 Januari 2021 yang dilakukan pendukung Trump masih segar dalam ingatan publik.</content:encoded></item></channel></rss>
