<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>TPA Jatiwaringin Kebakaran, Aktivitas Warga Terganggu Asap</title><description>Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Jatiwaringin, Sukadiri, Kabupaten Tangerang terbakar</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/12/338/2881604/tpa-jatiwaringin-kebakaran-aktivitas-warga-terganggu-asap</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/12/338/2881604/tpa-jatiwaringin-kebakaran-aktivitas-warga-terganggu-asap"/><item><title>TPA Jatiwaringin Kebakaran, Aktivitas Warga Terganggu Asap</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/12/338/2881604/tpa-jatiwaringin-kebakaran-aktivitas-warga-terganggu-asap</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/12/338/2881604/tpa-jatiwaringin-kebakaran-aktivitas-warga-terganggu-asap</guid><pubDate>Selasa 12 September 2023 15:33 WIB</pubDate><dc:creator>Isty Maulidya</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/12/338/2881604/tpa-jatiwaringin-kebakaran-aktivitas-warga-terganggu-asap-G6UeZxLdg5.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Kebakaran di TPA Jatiwaringin (Foto: MPI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/12/338/2881604/tpa-jatiwaringin-kebakaran-aktivitas-warga-terganggu-asap-G6UeZxLdg5.JPG</image><title>Kebakaran di TPA Jatiwaringin (Foto: MPI)</title></images><description>TANGERANG - Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Jatiwaringin, Sukadiri, Kabupaten Tangerang terbakar hingga Selasa (12/9/2023).

Api sebenarnya sudah dipadamkan, namun asap masih terus muncul hingga saat ini. Berdasarkan video yang beredar, warga mengeluhkan asap kabut asap yang menyebar hingga ke pemukiman.

Salah satu warga yang tinggal di dekat lokasi kebakaran, Harun, mengatakan, bahwa asap pekat  berdampak pada kualitas udara dan menggangu pernapasan. Selain itu, asap tebal juga menggangu aktivitas warga sehari-hari.


BACA JUGA:
Gegara Bakar Sampah, Lahan Kosong 1.000 Meter di Bogor Terbakar


&quot;Kami mengalami kesulitan bernapas (engap) gitu dan sangat khawatir tentang dampak kesehatan jangka panjangnya. Anak-anak kami bahkan tidak bisa bermain di luar rumah karena asapnya begitu pekat,&quot; ungkap Harun, Selasa (12/9/2023).

Tak hanya Harun, Siti, seorang ibu rumah tangga di Jatiwaringin, juga mengeluhkan hal yang sama. Asap tebal membuat aktivitasnya terbatas, bahkan saat beraktivitas di dalam rumah sekalipun karena bau asap masih tercium.

&quot;Kita merasa sangat terbatas dalam beraktivitas di luar rumah. Masak dan mencuci pakaian pun jadi sulit karena asap terus mengganggu,&quot; kata Siti.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Tangerang, Fachrul Rozi, mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi asap tersebut.

&amp;ldquo;Ya betul, TPA Jatiwaringin masih berasap walaupun sudah dipadamkan. Selain juga faktor iklim panas yang turut memicu gas metan yang ada di dalamnya sehingga menimbulkan asap. Setiap hari kami upayakan penyiraman untuk memadamkan dan berkoordinasi dengan dinas terkait,&amp;rdquo; jelas Fachrul, saat dihubungi via handphone.

Sementara itu diketahui bahwa selama musim kemarau ini tercatat beberapa TPA di Indonesia mengalami kebakaran. Diantaranya yaitu TPA Jatiwaringin kabupaten Tangerang, TPA Randengan Mojokerto, TPA Kopi Luhur Cirebon, TPA Sarimukti Jabar</description><content:encoded>TANGERANG - Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Jatiwaringin, Sukadiri, Kabupaten Tangerang terbakar hingga Selasa (12/9/2023).

Api sebenarnya sudah dipadamkan, namun asap masih terus muncul hingga saat ini. Berdasarkan video yang beredar, warga mengeluhkan asap kabut asap yang menyebar hingga ke pemukiman.

Salah satu warga yang tinggal di dekat lokasi kebakaran, Harun, mengatakan, bahwa asap pekat  berdampak pada kualitas udara dan menggangu pernapasan. Selain itu, asap tebal juga menggangu aktivitas warga sehari-hari.


BACA JUGA:
Gegara Bakar Sampah, Lahan Kosong 1.000 Meter di Bogor Terbakar


&quot;Kami mengalami kesulitan bernapas (engap) gitu dan sangat khawatir tentang dampak kesehatan jangka panjangnya. Anak-anak kami bahkan tidak bisa bermain di luar rumah karena asapnya begitu pekat,&quot; ungkap Harun, Selasa (12/9/2023).

Tak hanya Harun, Siti, seorang ibu rumah tangga di Jatiwaringin, juga mengeluhkan hal yang sama. Asap tebal membuat aktivitasnya terbatas, bahkan saat beraktivitas di dalam rumah sekalipun karena bau asap masih tercium.

&quot;Kita merasa sangat terbatas dalam beraktivitas di luar rumah. Masak dan mencuci pakaian pun jadi sulit karena asap terus mengganggu,&quot; kata Siti.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Tangerang, Fachrul Rozi, mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi asap tersebut.

&amp;ldquo;Ya betul, TPA Jatiwaringin masih berasap walaupun sudah dipadamkan. Selain juga faktor iklim panas yang turut memicu gas metan yang ada di dalamnya sehingga menimbulkan asap. Setiap hari kami upayakan penyiraman untuk memadamkan dan berkoordinasi dengan dinas terkait,&amp;rdquo; jelas Fachrul, saat dihubungi via handphone.

Sementara itu diketahui bahwa selama musim kemarau ini tercatat beberapa TPA di Indonesia mengalami kebakaran. Diantaranya yaitu TPA Jatiwaringin kabupaten Tangerang, TPA Randengan Mojokerto, TPA Kopi Luhur Cirebon, TPA Sarimukti Jabar</content:encoded></item></channel></rss>
