<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terungkap, Salah Satu Mayat Tanpa Kepala di Lampung Gunakan Kaus Bertuliskan Mamae Zahra</title><description>Terungkap, Salah Satu Mayat Tanpa Kepala di Lampung Gunakan Kaus Bertuliskan Mamae Zahra
&amp;nbsp;</description><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/12/340/2881251/terungkap-salah-satu-mayat-tanpa-kepala-di-lampung-gunakan-kaus-bertuliskan-mamae-zahra</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2023/09/12/340/2881251/terungkap-salah-satu-mayat-tanpa-kepala-di-lampung-gunakan-kaus-bertuliskan-mamae-zahra"/><item><title>Terungkap, Salah Satu Mayat Tanpa Kepala di Lampung Gunakan Kaus Bertuliskan Mamae Zahra</title><link>https://news.okezone.com/read/2023/09/12/340/2881251/terungkap-salah-satu-mayat-tanpa-kepala-di-lampung-gunakan-kaus-bertuliskan-mamae-zahra</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2023/09/12/340/2881251/terungkap-salah-satu-mayat-tanpa-kepala-di-lampung-gunakan-kaus-bertuliskan-mamae-zahra</guid><pubDate>Selasa 12 September 2023 05:44 WIB</pubDate><dc:creator>Ira Widyanti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2023/09/12/340/2881251/terungkap-salah-satu-mayat-tanpa-kepala-di-lampung-gunakan-kaus-bertuliskan-mamae-zahra-mmr7pAbyWR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kabid Humas Polda Lampung Kombes Umi Fadillah. (MPI/Ira Widyanti)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2023/09/12/340/2881251/terungkap-salah-satu-mayat-tanpa-kepala-di-lampung-gunakan-kaus-bertuliskan-mamae-zahra-mmr7pAbyWR.jpg</image><title>Kabid Humas Polda Lampung Kombes Umi Fadillah. (MPI/Ira Widyanti)</title></images><description>
BANDARLAMPUNG - Salah satu mayat tanpa kepala yang ditemukan di Kabupaten Lampung Selatan mengenakan kaus dengan sablon bertuliskan &quot;Mamae Zahra&quot;.

Saat dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Umi Fadillah membenarkan, salah satu jenazah tanpa kepala yang ditemukan di Pantai Penobaan, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan menggunakan pakaian tersebut.

Umi menyebutkan, tim forensik mendapatkan data ante mortem, yang meliputi pakaian dari jenazah tersebut. Ciri khas pakaian yang dikenakan jenazah saat ditemukan yakni memakai kaus lengan panjang dan celana panjang training warna biru.

&quot;Mengenakan kaus ada tulisan 'Mamae Zahra' dan 'Mimie Attar' di bagian belakang kaos,&quot; ujar Umi, Senin (11/9/2023).






BACA JUGA:
Temuan 3 Mayat Tanpa Kepala di Lampung, Polisi Tunggu Hasil Autopsi










I menjelaskan, selain dua tulisan itu, di bagian tengah terdapat gambar kapal dengan nama Sinar Intan dan mengenakan celana dalam merek Nike.

Umi menambahkan, pihaknyabelum bisa menyimpulkan penyebab kematian dari empat jasad tanpa kepala di Kabupaten Tanggamus dan Lampung Selatan tersebut.






BACA JUGA:
 Mayat Tanpa Kepala Ditemukan di Pesisir Lampung, Ini Imbauan Kapolda&amp;nbsp; &amp;nbsp;










&quot;Kita belum bisa menyimpulkan penyebab kematian dan apakah ada kaitannya atau tidak,&quot; ungkap Umi.

Sementara Kapolres Lampung Selatan AKBP Yuariandi Yusrin mengatakan, pihaknya masih terus mendalami penyelidikan terkait penemuan dua jasad tanpa kepala itu.



&quot;Kita sudah lakukan autopsi untuk menindaklanjuti penemuan mayat di wilayah Lampung Selatan. Intinya kita terus melakukan penyelidikan terkait dugaan penemuan mayat tersebut,&quot; tutur Yusriandi.







BACA JUGA:
 Dua Mayat Tanpa Kepala di Lampung di Autopsi ke RS Bhayangkara&amp;nbsp; &amp;nbsp;











Dia menambahkan, pihaknya masih menunggu laporan masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga.



&quot;Berdasarkan hasil autopsi, diperkirakan waktu kematian dua jenazah di Lampung Selatan ini sekitar 2 minggu atau 14 hari. Jadi kalau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dalam kurun waktu itu, bisa melapor ke kepolisian terdekat,&quot; tutur Yusriandi.





</description><content:encoded>
BANDARLAMPUNG - Salah satu mayat tanpa kepala yang ditemukan di Kabupaten Lampung Selatan mengenakan kaus dengan sablon bertuliskan &quot;Mamae Zahra&quot;.

Saat dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Umi Fadillah membenarkan, salah satu jenazah tanpa kepala yang ditemukan di Pantai Penobaan, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan menggunakan pakaian tersebut.

Umi menyebutkan, tim forensik mendapatkan data ante mortem, yang meliputi pakaian dari jenazah tersebut. Ciri khas pakaian yang dikenakan jenazah saat ditemukan yakni memakai kaus lengan panjang dan celana panjang training warna biru.

&quot;Mengenakan kaus ada tulisan 'Mamae Zahra' dan 'Mimie Attar' di bagian belakang kaos,&quot; ujar Umi, Senin (11/9/2023).






BACA JUGA:
Temuan 3 Mayat Tanpa Kepala di Lampung, Polisi Tunggu Hasil Autopsi










I menjelaskan, selain dua tulisan itu, di bagian tengah terdapat gambar kapal dengan nama Sinar Intan dan mengenakan celana dalam merek Nike.

Umi menambahkan, pihaknyabelum bisa menyimpulkan penyebab kematian dari empat jasad tanpa kepala di Kabupaten Tanggamus dan Lampung Selatan tersebut.






BACA JUGA:
 Mayat Tanpa Kepala Ditemukan di Pesisir Lampung, Ini Imbauan Kapolda&amp;nbsp; &amp;nbsp;










&quot;Kita belum bisa menyimpulkan penyebab kematian dan apakah ada kaitannya atau tidak,&quot; ungkap Umi.

Sementara Kapolres Lampung Selatan AKBP Yuariandi Yusrin mengatakan, pihaknya masih terus mendalami penyelidikan terkait penemuan dua jasad tanpa kepala itu.



&quot;Kita sudah lakukan autopsi untuk menindaklanjuti penemuan mayat di wilayah Lampung Selatan. Intinya kita terus melakukan penyelidikan terkait dugaan penemuan mayat tersebut,&quot; tutur Yusriandi.







BACA JUGA:
 Dua Mayat Tanpa Kepala di Lampung di Autopsi ke RS Bhayangkara&amp;nbsp; &amp;nbsp;











Dia menambahkan, pihaknya masih menunggu laporan masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga.



&quot;Berdasarkan hasil autopsi, diperkirakan waktu kematian dua jenazah di Lampung Selatan ini sekitar 2 minggu atau 14 hari. Jadi kalau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dalam kurun waktu itu, bisa melapor ke kepolisian terdekat,&quot; tutur Yusriandi.





</content:encoded></item></channel></rss>
